BOGOR – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pemanfaatan bangunan bersejarah di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari pengembangan wisata sejarah sekaligus penggerak ekonomi berbasis budaya.
Hal itu disampaikan Fadli saat meninjau Vila Bung Hatta di Megamendung dan Vila Riung Gunung di Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi bangunan serta potensi pengembangan dan revitalisasinya.
Di Vila Bung Hatta, Fadli menyoroti nilai sejarah bangunan yang pernah menjadi tempat Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta berkegiatan dan melahirkan sejumlah gagasan penting bagi bangsa.
Vila tersebut juga menjadi lokasi pernikahan sederhana Mohammad Hatta dengan Rahmi Rachim setelah Indonesia merdeka. Berbagai peninggalan seperti foto, buku, dan surat-surat tulisan Hatta masih tersimpan di lokasi tersebut.
Fadli mengatakan pemerintah mendorong peningkatan status Vila Bung Hatta yang saat ini telah menjadi cagar budaya tingkat kabupaten agar dapat ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
“Di wilayah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Di wilayah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Budaya Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Budaya Nasional,” kata Fadli.
Menurut dia, penetapan tersebut penting untuk memperkuat pelindungan sekaligus pemanfaatan situs bersejarah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dorong Vila Riung Gunung Jadi Cagar Budaya
Selain Vila Bung Hatta, Fadli meninjau Vila Riung Gunung yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.
Fadli mengatakan kawasan Cisarua memiliki kekayaan alam sekaligus sejarah yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Vila Riung Gunung dinilai dapat menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan destinasi budaya di kawasan Puncak.
“Puncak punya potensi yang luar biasa untuk menjadi destinasi budaya, destinasi kuliner, destinasi sejarah dan juga berbagai wisata lainnya,” ujarnya.
Karena itu, Fadli mendorong agar Vila Riung Gunung dapat segera diproses menjadi cagar budaya. Menurutnya, status tersebut akan memperkuat upaya pelindungan dan membuka peluang pemanfaatan bangunan secara lebih terarah.
Fadli juga menekankan bahwa bangunan bersejarah tidak seharusnya hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu. Situs tersebut harus dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya.
“Bangunan karya arsitektur ini dibangun supaya kita tidak melupakan perjalanan bangsa ini, sehingga harus kita rawat,” katanya.
Ia menyebut Kementerian Kebudayaan terus mendorong restorasi, revitalisasi, dan renovasi terhadap bangunan cagar budaya maupun bangunan yang diduga memiliki nilai cagar budaya.
Fadli berharap pemanfaatan Vila Riung Gunung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk dari kalangan generasi muda. Kehadiran destinasi tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, dan kegiatan kebudayaan.
“Vila Riung Gunung ini juga bisa memberi tambahan ilmu bagi masyarakat di sekitar, sehingga semakin banyak lagi wisatawan, pengunjung, baik domestik maupun internasional yang datang ke wilayah Puncak,” tutur Fadli.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli didampingi Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko. Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Sandiaga Uno dan Nur Asia, CEO Bobobox Indra Gunawan, Presiden Bobobox Antonius Wong, keluarga besar almarhum Haji Abdul Aziz Marzuki, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Muhammad Irvan Maulana, arsitek Rafael Arsono dan Margareta Miranti, jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor, perwakilan GEKRAFS Kabupaten Bogor, serta seniman dan budayawan.




































