Budidaya 10 Ekor Kambing dalam 3 Tahun Berkembang Jadi 100 Ekor

- Jurnalis

Minggu, 28 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternak 10 kambing dalam 3 tahun menjadi 100 kambing

Ternak 10 kambing dalam 3 tahun menjadi 100 kambing

Trenggalek, okjakarta.com

Serma Agus Salim, prajurit TNI yang kesehariannya berdinas di Kodim 0806/Trenggalek, jajaran Korem 081/DSJ, berhasil dalam usahanya melakukan budidaya domba. Awalnya yang hanya beberapa ekor kini telah mencapai 100 ekor. Bahkan setengahnya merupakan jenis domba Cross Texel dan Cross Merino yang memiliki nilai jual lebih dibanding domba lokal.

“Awal usaha itu tahun 2021 dan hanya 10 ekor. Saat itu pakannya hanya menggunakan rumput dan daun-daunan. Tapi karena repot harus cari pakannya setiap hari, kemudian saya belajar lewat medsos dan bertanya kepada para peternak senior untuk membuat pakan silase. Setelah dicoba ternyata lebih ringan (pemeliharaannya), meskipun saya tambah dombanya menjadi 20 ekor,” kata Agus ditemui di lokasi kandang dombanya, Desa Mojo Kidul, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Minggu (28/7/2024).

“Dari situ akhirnya untuk mempercepat populasi, anakannya yang sudah lepas sapih dijual dan ditukar sama indukan yang didatangkan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk memperbaiki keturunan agar bibit domba yang dimiliki unggul ke depannya. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi 100 ekor termasuk anakan,” tambahnya.

Selain lebih mudah, menggunakan pakan silase tebon jagung yang dicampur dengan bahan-bahan yang berasal dari limbah, seperti kulit singkong dan pongkol, tumpi dan slemper jagung, bekatul, titen kedelai, serta ampas tahu, diakuinya bisa memangkas biaya operasional ternaknya.

“Karena pakannya hanya dari limbah, kira-kira per hari itu hanya Rp 2 Ribu. Jadi kalau 100 domba sehari sekitar Rp 200 Ribu yang harus dikeluarkan,” ujarnya.

Sedangkan untuk tantangan paling sulit menurutnya adalah saat mendapati anakan domba kerdil yang diakibatkan kurangnya air susu. Untuk mengatasinya harus segera dibuatkan pakan tambahan sebagai pengganti air susu yang terbuat dari jagung ditambah kedelai rijek yang digiling lembut dan disangrai, serta ditambahkan pakan yang bernutrisi tinggi untuk mempercepat pertumbuhan.

Untuk penjualan domba-dombanya selama ini, Agus mengaku, selain datang dari para peternak lokal di Trenggalek, juga ada yang berasal dari luar kota.

“Biasanya para peternak di sekitar sini yang beli tujuannya untuk perbaikan genetik, karena domba saya termasuk jenis domba unggul. Bahkan kemarin ada juga yang dari Ponorogo, Tulungagung, dan Blitar,” sebutnya.

Berita Terkait

Danrem Erwin Agung Lanjutkan Fondasi Kepemimpinan Untoro di Madiun
Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB – Pulang Merawat Kepercayaan
Dari Jakarta ke Lourdes, Kontingen Indonesia Siapkan Misi Perdamaian di PMI 2027
TMMD ke-130 Tulungagung Bedah Rumah Mbah Waqilah, Nenek 95 Tahun yang Ingin Tetap Mandiri
Jelang Purna Tugas, Kolonel Edward Sitorus Tetap Mengabdi di Garis Depan Karhutla.
Brigjen TNI Jonny dan Jalan Panjang Pengabdian dari Medan Tugas hingga Rumah Sakit
Sah! Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Calon Kuat Kapolri
TNI-Polri Door to Door Salurkan BLT, 18 KPM di Sumberingin Terima Bantuan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Danrem Erwin Agung Lanjutkan Fondasi Kepemimpinan Untoro di Madiun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB – Pulang Merawat Kepercayaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Dari Jakarta ke Lourdes, Kontingen Indonesia Siapkan Misi Perdamaian di PMI 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:14 WIB

TMMD ke-130 Tulungagung Bedah Rumah Mbah Waqilah, Nenek 95 Tahun yang Ingin Tetap Mandiri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Jelang Purna Tugas, Kolonel Edward Sitorus Tetap Mengabdi di Garis Depan Karhutla.

Berita Terbaru

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Bisnis Ekonomi

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:44 WIB

Foto: Lurah Senen Ilyan Adi Bayu.

Kelurahan

Lurah Senen Bayu: Penertiban Pasar untuk Jaga Kenyamanan Warga

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:48 WIB