Salemba Bergerak: Alumni dan Mahasiswa FKUI Serukan Perlawanan terhadap Kebijakan Menkes

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Press Conference Mimbar Bebas Salemba Bergerak. (Dok-Istimewa).

Foto: Press Conference Mimbar Bebas Salemba Bergerak. (Dok-Istimewa).

JAKARTA – Di tengah gelombang kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dinilai kontroversial, khususnya terkait sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran, seruan penolakan menguat dari berbagai elemen masyarakat medis. Alumni dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkat suara, memperingatkan bahwa kebijakan tersebut bukan hanya soal regulasi administratif, melainkan menyangkut masa depan kualitas layanan kesehatan nasional.

Dalam acara bertajuk “Salemba Bergerak: Mimbar Bebas Hari Kebangkitan Nasional – Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Bermutu adalah Hak Rakyat”, yang digelar di Aula IMERI FKUI Salemba, Selasa (20/5), berbagai pihak menyuarakan keprihatinan mereka. Acara ini diprakarsai oleh Ikatan Alumni FKUI (ILUNI FKUI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKM FKUI.

Ketua Umum ILUNI FKUI, Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, Subspes N-TB, SpKP, AAK, menegaskan pentingnya mempertahankan kualitas pendidikan kedokteran sebagai bagian dari perjuangan menuju bangsa yang sehat dan adil.

“Hari Kebangkitan Nasional selalu mengingatkan kita pada semangat Boedi Oetomo yang menyatukan berbagai elemen untuk membangun fondasi kemerdekaan. Hari ini, kita membutuhkan semangat yang sama untuk melindungi kedaulatan pendidikan kedokteran dan kesehatan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Wawan juga menyoroti berbagai isu krusial dalam kebijakan baru Kemenkes, seperti penyederhanaan proses pendidikan dokter, pemisahan fungsi akademik dari rumah sakit pendidikan, serta pengurangan independensi kolegium. Menurutnya, langkah-langkah ini berpotensi menurunkan standar kompetensi dokter di Indonesia.

“Pendidikan kedokteran bukan sekadar pelatihan teknis. Ini adalah proses pembentukan profesional yang memiliki tanggung jawab moral tertinggi: menjaga nyawa manusia,” tegasnya.

Dewan Guru Besar FKUI juga telah menyuarakan sikap mereka pada Jumat, 16 Mei 2025, yang menjadi pemicu digelarnya mimbar bebas ini. Mereka menyerukan kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat luas untuk tidak tinggal diam terhadap kebijakan yang berpotensi melemahkan kualitas sistem kesehatan nasional.

Acara ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran publik bahwa pendidikan kedokteran yang bermutu adalah fondasi dari layanan kesehatan yang adil dan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Jenderal Asep Hendradiana, Sosok Pemimpin Humanis di Balik Disiplin Institusi
Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung
PDPI Serukan Gerakan Nasional “Sleep Well, Live Better” dan Percepatan Eliminasi TB 2030
BeraniGundul 2026: YKAKI Gaungkan Empati dan Aksi Nyata di Hari Kanker Anak Internasional
Pasien Autoimun Dirawat Intensif di RS PON, Keluarga Harap Perhatian Negara dan Solidaritas Publik
Ricky Suharlim Kunjungi Pulau Serangan Bali, Lakukan Terapi Reiki-LingChi untuk Warga
Lonjakan Diabetes Mengkhawatirkan, Dr. Roy Sibarani Dorong Gerakan Pencegahan Nasional Lewat Diabetes Initiative Indonesia
Achmad Mawardi Tegaskan Pentingnya Tambahan Anggaran BPJS Demi Keberlanjutan Layanan Kesehatan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:17 WIB

Jenderal Asep Hendradiana, Sosok Pemimpin Humanis di Balik Disiplin Institusi

Minggu, 12 April 2026 - 19:38 WIB

Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:52 WIB

PDPI Serukan Gerakan Nasional “Sleep Well, Live Better” dan Percepatan Eliminasi TB 2030

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:09 WIB

BeraniGundul 2026: YKAKI Gaungkan Empati dan Aksi Nyata di Hari Kanker Anak Internasional

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:50 WIB

Pasien Autoimun Dirawat Intensif di RS PON, Keluarga Harap Perhatian Negara dan Solidaritas Publik

Berita Terbaru