Redea Institute Gelar Konferensi Tahunan ke-15, Angkat Tema Pendidikan di Era Digital

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Redea Institute, lembaga pendidikan yang sebelumnya dikenal dengan nama HighScope Indonesia Institute, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Redea menggelar Konferensi Tahunan Internasional ke-15 dengan mengusung tema “Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital”., Kamis (2/10/2025). (Dok-Istimewa)

Foto: Redea Institute, lembaga pendidikan yang sebelumnya dikenal dengan nama HighScope Indonesia Institute, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Redea menggelar Konferensi Tahunan Internasional ke-15 dengan mengusung tema “Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital”., Kamis (2/10/2025). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Redea Institute, lembaga pendidikan yang sebelumnya dikenal dengan nama HighScope Indonesia Institute, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Redea menggelar Konferensi Tahunan Internasional ke-15 dengan mengusung tema “Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital”.

Redea Institute menempatkan pengembangan guru, administrator, dan tenaga kependidikan sebagai fondasi utama keberhasilan siswa.

Melalui konferensi tahunan ini, Redea menghadirkan forum besar untuk membangun kolaborasi lintas disiplin, memperluas wawasan, dan mendorong transformasi pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.

Konferensi 2025 menyoroti isu-isu strategis seperti peran Artificial Intelligence (AI) di ruang kelas, kesetaraan digital, pembelajaran berbasis data, model pembelajaran hibrida, personalisasi belajar, suara siswa, kepemimpinan etis, hingga kesejahteraan guru dan peserta didik.

Antarina S.F Amir, Pendiri sekaligus CEO Redea Institute, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan terletak pada kualitas guru.

“Kami selalu berpegang pada misi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia. Kolaborasi dengan pakar pendidikan dunia adalah bagian dari upaya kami memastikan guru dan sekolah siap menghadapi tantangan global,” ujar Antarina dalam pidato pembukaan, Kamis (2/10/2025).

Tahun ini, Redea Institute menghadirkan Dr. John T. Almarode, pakar pendidikan internasional dan penulis sejumlah buku penting seperti Teacher Clarity dan How Learning Works: A Playbook.

Selain itu, hadir pula Kenneth Shelton, pakar teknologi pendidikan sekaligus Apple Distinguished Educator, serta Bryan Goodwin, CEO McREL International yang dikenal dengan riset dan publikasinya di bidang inovasi pembelajaran.

Dr. Almarode menekankan pentingnya peran guru di tengah derasnya arus digitalisasi.

“AI bisa menjadi alat bantu luar biasa, tetapi tidak bisa menggantikan peran guru. Dari pandemi Covid-19 kita belajar, guru tetap menjadi kunci keberhasilan pembelajaran,” ujarnya.

Selain pembicara internasional, Redea Institute juga memberi ruang bagi para pendidik lokal dalam sesi khusus bertajuk Learning Heroes.

Dalam sesi ini, guru-guru dari PAUD hingga SMA yang tergabung dalam jaringan sekolah Redea berbagi strategi, praktik terbaik, dan pengalaman nyata di ruang kelas.

Sesi tersebut menjadi momentum untuk mengangkat suara guru sebagai garda terdepan pendidikan. Kehadiran mereka di panggung konferensi membuktikan bahwa inovasi pendidikan tidak hanya lahir dari teori akademik, tetapi juga dari praktik harian di kelas.

Dengan menghadirkan ribuan peserta dari Indonesia maupun luar negeri, Redea Institute berharap konferensi ini dapat memperkuat jaringan global antarpendidik. Diskusi lintas generasi, lintas budaya, dan lintas bidang diyakini dapat mendorong terciptanya pendidikan yang lebih relevan, inklusif, dan berkelanjutan.

Redea menegaskan bahwa konferensi tahunan bukan hanya agenda seremonial, melainkan sarana refleksi dan inovasi nyata. Melalui tema “Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital”, Redea mendorong pendidik untuk tidak hanya memikirkan apa yang diajarkan, tetapi juga bagaimana dan mengapa pendidikan perlu bertransformasi.

“Kami ingin guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan pulang dari konferensi ini dengan semangat baru: semangat untuk berinovasi, berkolaborasi, dan terus belajar demi masa depan anak-anak,” tutup Antarina.

Dengan gelaran ini, Redea Institute meneguhkan kembali perannya sebagai motor perubahan pendidikan di Indonesia, mempersiapkan pendidik menghadapi berbagai tantangan baru, sekaligus menginspirasi generasi siswa untuk tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Penulis: Fahmy Nurdin 

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

HUT Ke-14 IWO, Berbagi Asa Lewat Beasiswa untuk Siswa SD Muhammadiyah 16
HUT Ke-57, TK Kartika IV-29 Perkuat Pendidikan Karakter
Protes PPDB di SMPN 6 Tambun Utara Viral, YLBH Desak Transparansi dan Evaluasi Sistem Penerimaan
Pengakuan Plt Kadisdik Bekasi soal Titipan Politisi di SPMB Tuai Sorotan, Transparansi Penerimaan Siswa Dipertanyakan
Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif
Bayu Oktara Luncurkan Buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Dorong Generasi Digital Kuasai Seni Komunikasi
Lahan Masih Bersengketa, Penggunaan untuk Sarana Pendidikan di Bintaro Dipertanyakan
Pemutaran Film Pendek “GEMA” Jadi Momentum Kebangkitan Kreativitas Pelajar SMA Bintara
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:33 WIB

HUT Ke-14 IWO, Berbagi Asa Lewat Beasiswa untuk Siswa SD Muhammadiyah 16

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:14 WIB

HUT Ke-57, TK Kartika IV-29 Perkuat Pendidikan Karakter

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:14 WIB

Protes PPDB di SMPN 6 Tambun Utara Viral, YLBH Desak Transparansi dan Evaluasi Sistem Penerimaan

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:37 WIB

Pengakuan Plt Kadisdik Bekasi soal Titipan Politisi di SPMB Tuai Sorotan, Transparansi Penerimaan Siswa Dipertanyakan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:44 WIB

Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan mengikuti Deklarasi Bersama Warga Tanah Abang untuk pemberantasan peredaran Tramadol ilegal di Kecamatan Tanah Abang, Jumat (7/8/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Wali Kota: Selamatkan Generasi Muda, Tanah Abang Bersatu Perangi Tramadol Ilegal

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:41 WIB