Asosiasi Pengusaha Kebangsaan Gelar Kafe Dialog Kebangsaan Bersama Ojol

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi Pengusaha Kebangsaan Indonesia (APKI) menggelar Kafe Dialog Kebangsaan bersama para pegiat dan pengemudi ojek online (ojol) dengan tema Ojol Pembawa Harapan Baru Indonesia Bersatu.

Asosiasi Pengusaha Kebangsaan Indonesia (APKI) menggelar Kafe Dialog Kebangsaan bersama para pegiat dan pengemudi ojek online (ojol) dengan tema Ojol Pembawa Harapan Baru Indonesia Bersatu.

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Kebangsaan Indonesia (APKI) menggelar Kafe Dialog Kebangsaan bersama para pegiat dan pengemudi ojek online (ojol) dengan tema Ojol Pembawa Harapan Baru Indonesia Bersatu. Kegiatan ini berlangsung di Manguni Resto & Futsal, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (19/12/2025).

Dialog kebangsaan ini menjadi bagian dari rangkaian pra-acara Musyawarah Nasional sekaligus peluncuran resmi APKI. Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus asosiasi, tokoh masyarakat, akademisi, serta ratusan pengemudi ojol yang datang meski hujan mengguyur sejak pagi.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan terasa ketika seluruh peserta berdiri dan menyanyikan lagu tersebut sebagai simbol kecintaan terhadap Tanah Air.

Dalam sambutannya, perwakilan pengurus APKI menegaskan bahwa pengemudi ojek online bukan sekadar pekerja sektor transportasi, melainkan bagian penting dari roda penggerak perekonomian nasional.

“Bagi kami, abang dan mbak ojol bukan hanya pengemudi, tetapi pahlawan ekonomi yang memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Tanpa kehadiran mereka, pergerakan ekonomi tidak akan secepat hari ini,” ujarnya.

APKI menilai dialog kebangsaan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja sektor informal. Oleh karena itu, ojol dipandang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan ketahanan ekonomi keluarga.

Acara inti diisi dialog kebangsaan yang menghadirkan Mayjen TNI (Purn) Prof. (H.C.) Dr. Rido Hermawan, MSc, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Rido menekankan pentingnya penguatan jati diri bangsa melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, bela negara tidak selalu dimaknai dengan senjata, melainkan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bekerja dengan jujur, menjaga persatuan, serta saling menghormati di tengah keberagaman.

“Kita semua, apa pun profesinya, memiliki peran dalam menjaga Indonesia. Ojol, pedagang, pengusaha, dan aparat negara sama-sama bagian dari kekuatan bangsa,” ujarnya di hadapan peserta.

Rido juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa ke depan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga nonkonvensional, seperti disinformasi, konflik sosial, dan ketimpangan ekonomi. Oleh karena itu, dialog dan pemahaman kebangsaan dinilai menjadi kebutuhan bersama.

Selain dialog, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama, refleksi jati diri bangsa, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri yang kembali menegaskan semangat persatuan para peserta.

APKI berharap melalui kegiatan ini, kesadaran kebangsaan di kalangan pengemudi ojol dan masyarakat luas semakin menguat, sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa persatuan dan gotong royong menjadi kunci menghadapi tantangan bangsa ke depan.

Berita Terkait

Ogoh-Ogoh Bali: Dari Ritual Sakral Menuju Aset Budaya Bernilai Ekonomi Tinggi yang Perlu Dilindungi
Polri Kembangkan Inovasi Pertanian, dari Briket Tongkol Jagung hingga Pupuk Presisi Berbasis Batu Bara
Tokoh Muslim Papua Abdul Kahar Yelipele, Angkat Suara soal Film Pesta Babi: Kritik Bukan Permusuhan
Polemik Film Pesta Babi Picu Perdebatan Nasional, Praktisi Hukum Erdi Surbakti Soroti Pendekatan Negara di Papua
Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Film Pesta Babi, Papua Jangan Dikorbankan demi Pembangunan
Dosen UNIYAP Dr. Mansur Soroti Film “Pesta Babi”: PSN Merauke Dinilai Perlu Dikaji Ulang dan Berbasis Kearifan Lokal
Mahasiswa Hukum UNUSIA Soroti Militerisme dan Konflik Agraria Papua Lewat Nobar Film Pesta Babi
Direktorat Jenderal Imigrasi Dalami Dugaan Pelanggaran 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:54 WIB

Ogoh-Ogoh Bali: Dari Ritual Sakral Menuju Aset Budaya Bernilai Ekonomi Tinggi yang Perlu Dilindungi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:47 WIB

Polri Kembangkan Inovasi Pertanian, dari Briket Tongkol Jagung hingga Pupuk Presisi Berbasis Batu Bara

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tokoh Muslim Papua Abdul Kahar Yelipele, Angkat Suara soal Film Pesta Babi: Kritik Bukan Permusuhan

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:01 WIB

Polemik Film Pesta Babi Picu Perdebatan Nasional, Praktisi Hukum Erdi Surbakti Soroti Pendekatan Negara di Papua

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:46 WIB

Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Film Pesta Babi, Papua Jangan Dikorbankan demi Pembangunan

Berita Terbaru

Foto: Kapolres Jakbar Pererat Komunikasi dengan Warga Tambora Demi Kamtibmas.

TNI & POLRI

Kapolres Jakbar Rangkul Tokoh Masyarakat, Perkuat Keamanan Tambora

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:37 WIB