Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Curanmor Bersenjata Api, Pelaku Tersebar hingga Lintas Provinsi

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Konferensi pers Jaringan Curanmor Bersenjata Api, Pelaku Tersebar hingga Lintas Provinsi, di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/1/2026). (Dok-Istimewa)

Foto: Konferensi pers Jaringan Curanmor Bersenjata Api, Pelaku Tersebar hingga Lintas Provinsi, di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/1/2026). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api yang beroperasi lintas wilayah dan sempat melukai seorang warga di Palmerah, Jakarta Barat. Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi menangkap tiga pelaku di lokasi berbeda, yakni Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta Barat.

Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian publik karena pelaku tidak segan menggunakan senjata api untuk melancarkan aksinya. Seorang warga menjadi korban tembakan saat berusaha menggagalkan pencurian sepeda motor di lingkungan tempat tinggalnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan jaringan ini merupakan bukti keseriusan kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

“Ini menunjukkan komitmen Polda Metro Jaya dalam menghadirkan rasa aman dan kepastian hukum. Negara tidak boleh kalah oleh kejahatan, terlebih yang menggunakan senjata api,” ujar Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/1/2026).

Budi juga memberikan apresiasi kepada warga yang berani bertindak dan berupaya mencegah tindak kriminal, meskipun langkah tersebut berisiko tinggi. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imannudin, mengungkapkan bahwa peristiwa penembakan terjadi pada Rabu (7/1/2026). Saat itu, korban memergoki dua orang pelaku yang tengah beraksi mencuri sepeda motor di halaman rumahnya.

“Ketika diteriaki, kedua pelaku sempat melarikan diri. Namun salah satu pelaku kembali ke lokasi dan melepaskan tembakan sebanyak empat kali. Satu peluru mengenai korban,” jelas Iman.

Korban segera dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif. Polisi memastikan kondisi korban kini berangsur membaik dan berada dalam pengawasan medis.

Hasil penyelidikan mendalam mengungkap bahwa jaringan tersebut memiliki pembagian peran yang terstruktur. Tiga tersangka yang telah diamankan masing-masing berperan sebagai pelaku penembakan, eksekutor pencurian, serta penadah kendaraan hasil kejahatan. Ketiganya kini ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Iman menambahkan, jaringan ini diduga telah beraksi berulang kali di sejumlah wilayah Jakarta. Hingga saat ini, penyidik menangani empat laporan polisi yang telah terkonfirmasi, serta masih mendalami keterkaitan jaringan tersebut dengan sedikitnya 19 laporan lain yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain dua pucuk senjata api jenis revolver, 12 butir peluru tajam, enam unit sepeda motor hasil curian, rekaman kamera pengawas (CCTV), STNK dan BPKB milik korban, serta berbagai alat yang digunakan untuk membobol kendaraan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal berlapis, mulai dari pencurian dengan kekerasan, penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, hingga penadahan. Ancaman hukuman maksimal yang dihadapi mencapai 12 tahun penjara.

Menutup keterangannya, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu melapor apabila mengetahui atau menjadi korban tindak kriminal.

“Laporkan segera melalui layanan darurat 110 Polri. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” pungkas Budi Hermanto.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Hentikan Penyidikan Tiga Tersangka Kasus Tudingan Ijazah Jokowi
Polwan Dikerahkan, Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Tani Merdeka
Bareskrim Polri Sikat Sindikat Phishing Kelas Dunia, Uang Haram Capai Rp25 Miliar
Humas Polri Didorong Jadi Pusat Kendali Komunikasi Strategis, Wakapolri Tekankan Peran Vital di Era Disrupsi Informasi
Sosok Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin: Tegas di Jalan, Humanis dalam Pelayanan
Era Baru Pelayanan Publik, Polri Hadirkan LP Online: Klik Lapor Selesai?
Rakernis Humas Polri 2026: Ujian Kredibilitas di Era Disinformasi Digital
Pengungkapan Pabrik Zenith Raksasa, Polisi Bongkar Jaringan Terorganisir di Semarang 
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:13 WIB

Polda Metro Jaya Hentikan Penyidikan Tiga Tersangka Kasus Tudingan Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 - 17:22 WIB

Polwan Dikerahkan, Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Tani Merdeka

Kamis, 16 April 2026 - 02:59 WIB

Bareskrim Polri Sikat Sindikat Phishing Kelas Dunia, Uang Haram Capai Rp25 Miliar

Rabu, 15 April 2026 - 22:59 WIB

Humas Polri Didorong Jadi Pusat Kendali Komunikasi Strategis, Wakapolri Tekankan Peran Vital di Era Disrupsi Informasi

Selasa, 14 April 2026 - 20:28 WIB

Sosok Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin: Tegas di Jalan, Humanis dalam Pelayanan

Berita Terbaru

Foto: Baby moomers dari Dupati SMAN lX jadi foto model.

Mertopolitan

Roy ‘Sulap’ Dupati SMAN IX Bulungan jadi Fotomodel

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:30 WIB

Foto: Ilustrasi pembunuhan. (Dok-Istimewa)

Hukum & Kriminal

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Perempuan di Tangsel dalam Waktu Singkat

Sabtu, 18 Apr 2026 - 16:05 WIB