JAKARTA–Kebahagiaan dan rasa haru senantiasa mewarnai pertemuan para sahabat yang terhimpun dalam Dupati 1979. Ini adalah reuni dari alumni Kelas 2 IPA 3 SMAN IX tahun 1979. Di tengah sukacita pada reuni Selasa (14/4), ada doa yang dilangitkan untuk Glen Fordianto, yang baru menjalani operasi bypass jantung di RS Harapan Kita, Jakarta.
“Glen sudah jalani operasi tadi pagi, sekarang masih di ruang rawat. Kita menanti kabar baiknya,” kata Aisyiatul Islamiyah.
Iis, sapaan akrab juara baca puisi se SMA di eranya, sehari sebelumnya sempat menemui Glen di Harkit. Iis bersama Nina Bancroft, Dewi Rosanti, dan Saraswati, membesarkan hati Glen yang didampingi keluarganya.
Dupati, akronim dari 2 IPA 3, rutin menggelar pertemuan. Jika tidak ke luar kota, kadang sekadar temu kangen di tempat menyenangkan sesuai kesepakatan. Seperti pertemuan hari ini, di Resto Simpang Raya Grande, Simatupang, Jaksel.
“Silaturahmi bisa di mana saja,” ucap Lajuanda, ketua kelas Dupati.
Yang istimewa dari silaturahmi Dupati kali ini, adanya Ati Winasti. Dia sudah tinggal di Kanada sejak 2003, bersuamikan warga setempat, dan kini namanya menjadi Nina Bancroft. Setelah beberapa pekan ‘pulang kampung’, Nina kembali ke Kanada 23 April nanti.
Meski sudah berusia 65 dan dijelang 66 tahun, sebagian alumni Dupati masih berkarya. Di antaranya, Samuel Wattimena, yang semula perancang mode namun beralih menekuni politik dan kini menjadi anggota Komisi VIII DPR RI dari PDIP.
“Salam saja buat teman-teman, saya sedang kunjungan kerja ke Australia,” kata Sami.
Roy Genggam Nusantoro, alumni Dupati lain yang masih berkarya. Roy masih tetap diperhitungkan sebagai salah satu fotografer komersial andal, dengan klien produk-produk besar.
(TB)



































