JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral yang digelar di Jakarta, Selasa (14/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi strategis kedua negara, mulai dari warisan budaya hingga industri kreatif.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima kunjungan Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Bader bin Abdullah bin Farhan Al Saud. Keduanya menegaskan komitmen bersama dalam menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Fadli menilai kebudayaan memiliki peran strategis sebagai soft power sekaligus perekat hubungan antarnegara di tengah dinamika global. Ia juga menyoroti kedekatan historis Indonesia dan Arab Saudi yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.
“Indonesia adalah negara megadiversity dengan kekayaan budaya yang terus hidup dan berkembang. Ini menjadi kekuatan dalam membangun kerja sama global,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat mendorong sejumlah agenda prioritas, di antaranya kerja sama Warisan Budaya Takbenda di UNESCO, penguatan kerja sama museum, serta pengembangan ekonomi kreatif melalui sektor film, musik, sastra, dan fesyen.
Salah satu isu yang dibahas adalah dukungan terhadap ekstensi Warisan Budaya Takbenda “Arabic Calligraphy: Knowledge, Skills, and Practices” yang melibatkan Arab Saudi. Indonesia telah mengajukan permohonan resmi melalui jalur diplomatik dan berharap dukungan dari pihak Arab Saudi.
Selain itu, peluang kerja sama di sektor museum juga menjadi perhatian, termasuk dalam konservasi, digitalisasi koleksi, pertukaran kurator, hingga pengembangan pameran bersama.
Di sektor ekonomi kreatif, khususnya perfilman, kedua negara melihat potensi besar untuk menjalin koproduksi film bertema sejarah, pertukaran talenta, serta penguatan jejaring industri. Industri film Indonesia dinilai memiliki pangsa pasar domestik yang kuat dan terus berkembang, sehingga membuka peluang investasi baru.
Arab Saudi juga menunjukkan minat untuk memperluas kolaborasi di bidang kriya, fesyen, dan sastra, termasuk melalui program residensi seniman dan pertukaran budaya.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Arab Saudi turut meninjau Museum Nasional Indonesia dan Galeri Nasional Indonesia. Peninjauan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan sejarah dan seni rupa Indonesia kepada tamu kenegaraan.
Di Museum Nasional, rombongan melihat berbagai koleksi unggulan, termasuk pameran sejarah awal Nusantara dan jejak awal Islam di Indonesia. Sementara di Galeri Nasional, delegasi meninjau karya seni rupa, termasuk lukisan karya Raden Saleh dan Affandi.
Kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas, termasuk percepatan implementasi program bersama. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat memperkuat peran kebudayaan sebagai jembatan hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi di masa depan.



































