Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Budaya, Dorong Kolaborasi Film hingga Warisan Takbenda

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral yang digelar di Jakarta, Selasa (14/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi strategis kedua negara, mulai dari warisan budaya hingga industri kreatif.

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral yang digelar di Jakarta, Selasa (14/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi strategis kedua negara, mulai dari warisan budaya hingga industri kreatif.

JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral yang digelar di Jakarta, Selasa (14/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi strategis kedua negara, mulai dari warisan budaya hingga industri kreatif.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima kunjungan Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Bader bin Abdullah bin Farhan Al Saud. Keduanya menegaskan komitmen bersama dalam menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Fadli menilai kebudayaan memiliki peran strategis sebagai soft power sekaligus perekat hubungan antarnegara di tengah dinamika global. Ia juga menyoroti kedekatan historis Indonesia dan Arab Saudi yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.

“Indonesia adalah negara megadiversity dengan kekayaan budaya yang terus hidup dan berkembang. Ini menjadi kekuatan dalam membangun kerja sama global,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat mendorong sejumlah agenda prioritas, di antaranya kerja sama Warisan Budaya Takbenda di UNESCO, penguatan kerja sama museum, serta pengembangan ekonomi kreatif melalui sektor film, musik, sastra, dan fesyen.

Salah satu isu yang dibahas adalah dukungan terhadap ekstensi Warisan Budaya Takbenda “Arabic Calligraphy: Knowledge, Skills, and Practices” yang melibatkan Arab Saudi. Indonesia telah mengajukan permohonan resmi melalui jalur diplomatik dan berharap dukungan dari pihak Arab Saudi.

Selain itu, peluang kerja sama di sektor museum juga menjadi perhatian, termasuk dalam konservasi, digitalisasi koleksi, pertukaran kurator, hingga pengembangan pameran bersama.

Di sektor ekonomi kreatif, khususnya perfilman, kedua negara melihat potensi besar untuk menjalin koproduksi film bertema sejarah, pertukaran talenta, serta penguatan jejaring industri. Industri film Indonesia dinilai memiliki pangsa pasar domestik yang kuat dan terus berkembang, sehingga membuka peluang investasi baru.

Arab Saudi juga menunjukkan minat untuk memperluas kolaborasi di bidang kriya, fesyen, dan sastra, termasuk melalui program residensi seniman dan pertukaran budaya.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Arab Saudi turut meninjau Museum Nasional Indonesia dan Galeri Nasional Indonesia. Peninjauan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan sejarah dan seni rupa Indonesia kepada tamu kenegaraan.

Di Museum Nasional, rombongan melihat berbagai koleksi unggulan, termasuk pameran sejarah awal Nusantara dan jejak awal Islam di Indonesia. Sementara di Galeri Nasional, delegasi meninjau karya seni rupa, termasuk lukisan karya Raden Saleh dan Affandi.

Kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas, termasuk percepatan implementasi program bersama. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat memperkuat peran kebudayaan sebagai jembatan hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi di masa depan.

Berita Terkait

Keroncong Sahadja Hadirkan Nuansa Musik Tradisional di La Piazza Kelapa Gading
Fadli Zon Dorong Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Data Ekonomi Kebudayaan
Fadli Zon Dorong Vila Bung Hatta dan Riung Gunung Jadi Penggerak Ekonomi Budaya
Memutus Budaya KKN dengan Membangun Kepribadian dalam Kebudayaan
Menteri Kebudayaan: Keberagaman dan Budaya Jadi Akar Kekuatan Bangsa
Ketua Umum MASL Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Bawa Pesan Pelestarian Budaya Sunda
Hari Masyarakat Adat Sedunia, Tiga Pilar Sumedang Soroti Ancaman Degradasi Kedaulatan Adat
Hari Masyarakat Adat Sedunia, Andy Java: Lindungi Mereka untuk Selamatkan Masa Depan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Keroncong Sahadja Hadirkan Nuansa Musik Tradisional di La Piazza Kelapa Gading

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Fadli Zon Dorong Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Data Ekonomi Kebudayaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Fadli Zon Dorong Vila Bung Hatta dan Riung Gunung Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Memutus Budaya KKN dengan Membangun Kepribadian dalam Kebudayaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menteri Kebudayaan: Keberagaman dan Budaya Jadi Akar Kekuatan Bangsa

Berita Terbaru

Foto: Gus Yahya Bersama YANMU
Sejumlah pengurus Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) berfoto bersama K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya usai pertemuan di Jombang, Senin (31/8/2026).

Organisasi Masyarakat

Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Perkuat Dialog Antaragama dan Humanitarian Islam

Senin, 31 Agu 2026 - 13:49 WIB