BANDUNG — Kementerian Kebudayaan menggelar peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Senin (20/4). Acara ini mengusung tema “Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia” sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung di tengah dinamika global.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan dunia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian global serta menurunnya kepercayaan antarnegara akibat konflik dan rivalitas geopolitik. Kondisi tersebut, menurutnya, juga berdampak pada meningkatnya ancaman terhadap warisan budaya.
Jika kita ingin membangun perdamaian yang berkelanjutan, maka kita harus melindungi kebudayaan,” ujar Fadli dalam pidato kebudayaan. Ia menegaskan tidak boleh ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa atau sistem global yang mengabaikan identitas pihak yang lemah.
Fadli juga menegaskan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen pada prinsip non-blok serta aktif dalam kerja sama global dengan menjunjung nilai-nilai Piagam PBB.
Peringatan KAA ini turut diisi dialog kebudayaan yang menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy, anggota DPR RI Ledia Hanifa, serta akademisi Anton Aliabbas.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengusulkan kawasan bersejarah di Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Usulan itu dinilai penting untuk menjaga identitas visual dan nilai historis kota yang menjadi saksi lahirnya semangat Bandung.
Selain diskusi, rangkaian kegiatan juga mencakup peluncuran buku dokumentasi visual KAA serta pameran foto sejarah yang menampilkan perjalanan peristiwa tahun 1955. Sejumlah perwakilan diplomatik dari negara-negara Asia dan Afrika turut hadir dalam peringatan tersebut.
Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa peringatan KAA akan terus dimanfaatkan sebagai sarana diplomasi budaya, melalui penguatan kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, serta pelestarian warisan budaya.
Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memperkuat jati diri bangsa sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.




































