Peringati Hari Anak Nasional, Pita Kuning Ajak Anak Pejuang Kanker Belajar dan Berkreasi Lewat Piknik Edukatif di TMII

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Puluhan anak pejuang kanker dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan menikmati hari yang penuh keceriaan melalui program Piknik Edukatif yang diselenggarakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia di Museum Prangko, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/7/2026). (Dok-Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia)

Foto: Puluhan anak pejuang kanker dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan menikmati hari yang penuh keceriaan melalui program Piknik Edukatif yang diselenggarakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia di Museum Prangko, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/7/2026). (Dok-Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia)

JAKARTA – Di tengah perjuangan panjang melawan kanker yang harus dijalani sejak usia dini, puluhan anak pejuang kanker dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan menikmati hari yang penuh keceriaan melalui program Piknik Edukatif yang diselenggarakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia di Museum Prangko, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu lalu (18/7).

Kegiatan tahunan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Tidak sekadar menjadi agenda rekreasi, Piknik Edukatif dirancang sebagai ruang pemulihan psikososial yang memungkinkan anak-anak penderita kanker kembali merasakan pengalaman belajar, bermain, dan berinteraksi layaknya anak-anak seusia mereka.

Dalam kegiatan itu, Yayasan Pita Kuning mengajak puluhan anak dampingan beserta saudara kandung dan orang tua untuk bersama-sama menciptakan pengalaman positif di luar rumah. Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kesehatan mental anak maupun keluarganya di tengah proses pengobatan yang tidak ringan.

Pelaksanaan Piknik Edukatif tahun ini mendapat dukungan dari Walalangi & Partners yang berkolaborasi sebagai mitra penyelenggara. Kehadiran para relawan dari firma hukum tersebut menambah suasana hangat sepanjang kegiatan melalui berbagai aktivitas pendampingan dan interaksi langsung bersama anak-anak.

Perwakilan keluarga besar Walalangi & Partners menyampaikan bahwa keterlibatan mereka bukan hanya menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang berharga.

Menurut mereka, kebersamaan bersama anak-anak pejuang kanker memberikan pelajaran tentang keberanian, keteguhan, dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan.

“Mempunyai waktu bersama dengan mereka, walaupun hanya sebentar, memberikan kami banyak pelajaran berarti. Melihat dan berhubungan langsung dengan adik-adik yang menunjukkan semangat dan keberanian yang luar biasa telah memberikan kami sudut pandang yang sangat berharga untuk menjalani hidup ini dengan lebih penuh rasa syukur,” ungkap keluarga besar Walalangi & Partners, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu (22/7/2026).

Sementara itu, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Tyas Amalia, menegaskan bahwa makna utama dari kegiatan tersebut adalah memberikan ruang bagi anak-anak untuk menikmati masa kecil mereka, terlepas dari perjuangan berat yang tengah dihadapi.

Menurut Tyas, Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengingat bahwa setiap anak, termasuk anak penyandang kanker, memiliki hak yang sama untuk memperoleh kebahagiaan, kesempatan belajar, bermain, dan tumbuh secara optimal.

“Hari ini kita kembali berkumpul, bukan hanya untuk bersenang-senang dan belajar hal baru. Tapi juga untuk mengapresiasi pejuang-pejuang cilik di Pita Kuning yang sampai saat ini masih terus semangat dalam berjuang melawan kanker. Di momen Hari Anak Nasional ini, kami ingin anak-anak Pita Kuning tetap bisa merasakan menjadi anak kecil yang seutuhnya,” ujar Tyas.

Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan, seluruh peserta anak terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) yang dilakukan oleh tim dokter dari PRIMAYA Hospital. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi kesehatan anak tetap aman selama mengikuti seluruh aktivitas.

Usai pemeriksaan kesehatan, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing didampingi relawan dari Walalangi & Partners. Mereka kemudian diajak menjelajahi Museum Prangko untuk mengenal sejarah perkembangan prangko, mempelajari fungsi surat sebagai media komunikasi lintas zaman, hingga melihat koleksi prangko dari berbagai negara.

Aktivitas edukatif tersebut dirancang agar anak-anak tetap memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pendekatan interaktif.

Keseruan berlanjut saat para peserta mengikuti kegiatan kreatif membuat postcard. Pada kartu pos tersebut, anak-anak bebas menuliskan pesan, harapan, maupun ungkapan kasih sayang kepada orang tua, saudara, atau teman-teman mereka.

Kegiatan ini menjadi media bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membangun komunikasi emosional yang positif dengan orang-orang terdekat.

Tidak hanya berfokus kepada anak, Yayasan Pita Kuning juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para orang tua yang selama ini menjadi pendamping utama dalam proses pengobatan.

Ketika anak-anak mengikuti aktivitas museum, para orang tua diajak membuat karya seni berupa lukisan pada tas serut sebagai sarana relaksasi sekaligus menghasilkan kenang-kenangan yang dapat dibawa pulang.

Setelah itu, mereka mengikuti sharing session bersama psikolog dari Kelip Indonesia, Biro Layanan Psikologi. Dalam sesi tersebut, para orang tua memperoleh ruang aman untuk berbagi pengalaman, tantangan, maupun beban emosional selama mendampingi anak menjalani pengobatan kanker.

Pendampingan psikologis kepada keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental orang tua sehingga mampu memberikan dukungan emosional yang lebih baik kepada anak selama proses terapi berlangsung.

Melalui pendekatan yang menyentuh seluruh anggota keluarga, Pita Kuning berharap proses pemulihan anak tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga mencakup kesejahteraan psikologis dan sosial.

Yayasan Pita Kuning menilai bahwa kualitas hidup anak penyandang kanker tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan pengobatan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, semangat, dan kesempatan bagi anak untuk tetap berkembang sesuai usianya.

Karena itu, organisasi tersebut berkomitmen terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan layanan psikososial yang berkelanjutan bagi anak pejuang kanker beserta keluarganya.

Selama hampir dua dekade berdiri sejak 26 April 2007, Yayasan Pita Kuning yang didirikan dan dibina oleh Pandji Pragiwaksono dan Steny Agustaf, serta diawasi Indrodjojo Kusumonegoro, telah memberikan bantuan kepada lebih dari 8.000 anak pejuang kanker di Indonesia. Selain itu, yayasan juga menjalankan pendampingan holistik bagi puluhan keluarga di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, Bali, dan Medan.

Melalui program-program seperti Piknik Edukatif, Pita Kuning berharap semakin banyak anak pejuang kanker dapat tetap merasakan kebahagiaan masa kecil, memperoleh dukungan psikososial yang memadai, serta memiliki semangat untuk terus menjalani proses pengobatan dengan optimisme bersama keluarga mereka.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah, Penguatan Tanggul Jadi Prioritas
CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya
YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers
Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah
Imigrasi Bali Kerahkan 104 Petugas Patroli Dharma Dewata, 342 WNA Terjaring Pengawasan
Arsitektur Inovasi Negara Pancasila: Saat Negara Harus Memimpin, Bukan Sekadar Mengatur
Panas! PT BBBS Bongkar Fakta Polemik Tin Slag, Tudingan Ekspor hingga Seret Nama Anak Gubernur Dibantah
Menkes: Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Utama Tekan Angka Kematian Akibat Kanker di Indonesia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:58 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Pita Kuning Ajak Anak Pejuang Kanker Belajar dan Berkreasi Lewat Piknik Edukatif di TMII

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:04 WIB

Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah, Penguatan Tanggul Jadi Prioritas

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIB

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:19 WIB

YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:56 WIB

Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru