Polemik Alsintan di OKU Timur Diklarifikasi, Pemeriksaan Resmi Pastikan Tak Ada Pelanggaran

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). (Dok-Istimewa)

Foto: Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). (Dok-Istimewa)

OKU TIMUR – Polemik dugaan gratifikasi dan penjualan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, akhirnya menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan oleh instansi terkait memastikan tidak ditemukan adanya pelanggaran dalam pengelolaan bantuan tersebut.

Isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat itu sebelumnya menyeret nama seorang pihak berinisial (H). Namun, yang bersangkutan menegaskan bahwa persoalan tersebut telah lama ditangani secara resmi oleh dinas terkait dan telah melalui proses klarifikasi serta pemeriksaan menyeluruh.

(H) menyampaikan bahwa dirinya telah memenuhi seluruh prosedur yang diminta, termasuk menghadiri panggilan klarifikasi dan membuat pernyataan tertulis di atas materai sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Seluruh proses sudah dijalani dan hasilnya jelas, tidak ada pelanggaran. Tidak ditemukan aliran dana atau transaksi yang menyalahi aturan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (16/4/2026).

Dia juga menjelaskan bahwa penggunaan alsintan sempat dilakukan melalui mekanisme sewa untuk mendukung operasional pertanian. Namun, praktik tersebut segera dihentikan setelah adanya arahan dari Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Selanjutnya, seluruh alat dikembalikan sesuai ketentuan dan tidak pernah diperjualbelikan.

Di sisi lain, program bantuan alsintan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas melalui program cetak sawah rakyat (CSR) di Desa Kertamulya. Sejumlah kelompok Brigade Pangan menjadi penerima manfaat, di antaranya Talang Lunok Jaya, Jambak Jaya, Liyang Pat Jaya, Talang Subik Jaya, dan Gumuruh Jaya.

Muhammad Heri, Manajer Brigade Pangan Talang Lunok Jaya, turut memberikan klarifikasi melalui surat pernyataan resmi tertanggal 15 Maret 2026. Dalam dokumen tersebut, ia menegaskan bahwa kelompoknya menerima bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian berupa combine harvester, traktor roda empat, rotavator, hand tractor, serta pompa air lengkap.

Menurutnya, seluruh bantuan digunakan secara optimal untuk mendukung kegiatan cetak sawah rakyat dan tidak pernah dialihkan atau diperjualbelikan. Pernyataan itu juga diketahui dan disahkan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta Kepala BPP setempat.

“Alsintan digunakan sesuai peruntukan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Tidak ada praktik jual beli sebagaimana yang sempat dituduhkan,” kata Heri.

Sementara itu, dinas pertanian setempat disebut tengah mengevaluasi kebutuhan tambahan alsintan guna memperkuat kapasitas produksi di wilayah tersebut. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan berbasis optimalisasi lahan pertanian.

Dengan adanya hasil pemeriksaan dan klarifikasi dari berbagai pihak, diharapkan polemik yang sempat berkembang dapat diluruskan. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pemerintah menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik, sekaligus memastikan program pertanian berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Tak Hanya Pengamanan, Polisi Berikan Pelayanan Peserta UNRAS di DPR RI
PT MBM Ajukan Hak Jawab, Ungkap Kronologi Sengketa SHM 5/Lemo
Ruang Kerja Disulap Jadi Karaoke, Sekdis Dishub Sukabumi Tersangka Pelecehan 3 Siswi PKL
Viral di Media Sosial, Polisi Amankan RS Terkait Dugaan Penganiayaan Perempuan di Mal
DePA-RI Desak Efek Jera Koruptor: Jangan Hanya Dipenjara, Aset Negara Wajib Kembali
Dari Mitos ke Layar Lebar, FFHoror IX Mengupas Wajah Baru Film Horor Indonesia
BPK Temukan 74 Aset Bapenda Tangsel Tak Bisa Ditunjukkan, Nilainya Tembus Rp 2 Miliar
Usai OTT BPN di Bogor, Charlie Chandra Minta KPK Periksa Proses SHM 5/Lemo
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:22 WIB

PT MBM Ajukan Hak Jawab, Ungkap Kronologi Sengketa SHM 5/Lemo

Minggu, 20 September 2026 - 15:54 WIB

Ruang Kerja Disulap Jadi Karaoke, Sekdis Dishub Sukabumi Tersangka Pelecehan 3 Siswi PKL

Sabtu, 19 September 2026 - 21:30 WIB

Viral di Media Sosial, Polisi Amankan RS Terkait Dugaan Penganiayaan Perempuan di Mal

Sabtu, 19 September 2026 - 21:25 WIB

DePA-RI Desak Efek Jera Koruptor: Jangan Hanya Dipenjara, Aset Negara Wajib Kembali

Sabtu, 19 September 2026 - 16:35 WIB

Dari Mitos ke Layar Lebar, FFHoror IX Mengupas Wajah Baru Film Horor Indonesia

Berita Terbaru

Foto: Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat saat memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Pekapuran, Tambora, Jakarta Barat.

TNI & POLRI

Kecanduan Sabu, Pria di Tambora Nekat Curi Motor Tetangga

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:23 WIB

Foto:Sebanyak 100 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Jakarta Pusat mengikuti Dialog Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

100 Mahasiswa Jakpus Ikuti Dialog Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:36 WIB