Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran Mengancam akan merespons Blokade AS dengan kekuatan Militer

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump

WASHINGTON DC – Keputusan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dengan Iran.

Alih-alih mengakhiri jeda konflik yang sedianya berakhir pada Rabu (22/4/2016), Trump justru mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat. Pengumuman itu disampaikan melalui akun media sosial Truth Social miliknya, dengan penegasan bahwa perpanjangan berlaku hingga Teheran mengajukan proposal konkret dalam proses negosiasi.

Meski memperpanjang masa jeda, Trump menegaskan pendekatan keras Washington belum berubah. Tekanan militer tetap dijaga, termasuk kelanjutan blokade Angkatan Laut AS terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Mengutip laporan Agence France-Presse (AFP), keputusan tersebut juga diklaim diambil atas permintaan Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam upaya meredakan ketegangan kedua negara. Seiring perkembangan itu, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan membatalkan rencana kunjungannya ke Pakistan untuk menghadiri putaran lanjutan pembicaraan damai.

Di sisi lain, respons dari Teheran belum sepenuhnya sejalan. Kantor berita Tasnim News Agency melaporkan pemerintah Iran tidak pernah mengajukan permintaan perpanjangan gencatan senjata. Bahkan, Iran memperingatkan akan merespons blokade yang dilakukan AS dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Langkah Trump itu pun ditafsirkan berbeda oleh pihak Iran. Teheran menilai kebijakan tersebut sebagai manuver taktis untuk mengulur waktu, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan mendadak dari Washington.

Situasi ini menandai bahwa meski ruang diplomasi masih terbuka, ketegangan militer antara kedua negara belum benar-benar mereda.

 

Reporter: Yoga Stevian

Berita Terkait

Ikut Pameran Dunia Handicraft Indonesia di Tokyo Dome Jepang Deposito Hanya Rp.1 Juta Saja!
Diplomasi Kekayaan Intelektual Diperkuat, Indonesia Bidik Perlindungan Global Produk Unggulan
Pidato Prabowo di WEF Davos Dinilai Pertegas Arah Ekonomi Nasional, Bamsoet: Indonesia Tampil Matang dan Kredibel
Penangkapan Presiden Venezuela, Alarm Buat Indonesia
Nabil Balqis Abiyyunaldi Siap Wakili Indonesia di Ajang Miss Teen Beauty Global 2026
IAS Group Perkuat Layanan Nataru 2025–2026 Lewat Transformasi Digital dan Posko Nasional
WAG 47, Jaringan Diaspora WNI yang Satukan 47 Prefektur Jepang
Mahasiswa UPH Harumkan Indonesia di Boston, Didukung Prof. Harris Arthur Hedar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:46 WIB

Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran Mengancam akan merespons Blokade AS dengan kekuatan Militer

Selasa, 14 April 2026 - 05:43 WIB

Ikut Pameran Dunia Handicraft Indonesia di Tokyo Dome Jepang Deposito Hanya Rp.1 Juta Saja!

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:28 WIB

Diplomasi Kekayaan Intelektual Diperkuat, Indonesia Bidik Perlindungan Global Produk Unggulan

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:30 WIB

Pidato Prabowo di WEF Davos Dinilai Pertegas Arah Ekonomi Nasional, Bamsoet: Indonesia Tampil Matang dan Kredibel

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:45 WIB

Penangkapan Presiden Venezuela, Alarm Buat Indonesia

Berita Terbaru