Polda Metro Jaya Kerahkan 4.961 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Dok-Istimewa)

Foto: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengawal dan melayani sejumlah aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung di berbagai titik strategis Jakarta pada Rabu (17/6/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas publik secara luas.

Sebanyak 4.961 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pengamanan yang melibatkan unsur Kepolisian, TNI, hingga petugas pemadam kebakaran. Mereka akan disebar di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa, seperti kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI), Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak aktivitas demonstrasi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan semata-mata untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

“Polda Metro Jaya menyiapkan 4.961 personel gabungan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Personel ditempatkan di sejumlah titik agar kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kombes Budi dalam keterangannya.

Menurutnya, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keamanan peserta aksi, keselamatan pengguna jalan, hingga kelancaran aktivitas masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi.

Dalam pelaksanaannya, kekuatan personel yang diterjunkan terdiri dari berbagai unsur pendukung. Sebanyak 3.147 personel berasal dari jajaran Polda Metro Jaya, kemudian diperkuat oleh 500 personel TNI, 1.300 personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Mabes Polri, serta 14 personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat dan mendukung kelancaran kegiatan.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul selama berlangsungnya aksi massa, termasuk pengaturan mobilitas masyarakat dan penanganan situasi darurat apabila diperlukan.

Kombes Budi menegaskan bahwa seluruh personel telah diberikan arahan untuk menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur serta mengedepankan pendekatan yang mengutamakan dialog dan pelayanan.

Polda Metro Jaya menekankan bahwa pola pengamanan yang diterapkan akan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan terukur. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kewajiban negara menjaga ketertiban umum.

Personel yang bertugas di lapangan juga diingatkan untuk menghindari tindakan maupun ucapan yang berpotensi memicu ketegangan. Aparat diminta menjaga profesionalisme serta menjunjung tinggi etika pelayanan publik selama berinteraksi dengan peserta aksi.

“Prinsipnya kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, dan tetap sesuai prosedur,” kata Kombes Budi.

Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Polri dalam memperkuat pendekatan yang lebih komunikatif dalam pengamanan kegiatan masyarakat, khususnya pada aksi penyampaian pendapat yang merupakan bagian dari hak demokratis warga negara.

Selain fokus pada pengamanan lokasi aksi, Polda Metro Jaya juga menyiapkan personel lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama ibu kota. Mengingat beberapa titik aksi berada di kawasan dengan mobilitas tinggi, pengaturan lalu lintas menjadi salah satu aspek penting dalam operasi pengamanan.

Kombes Budi menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Kebijakan tersebut dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat sekaligus memastikan akses kendaraan darurat tetap tersedia.

“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi agar menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.

Masyarakat yang akan melintas di sekitar kawasan Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, maupun Gedung DPR/MPR RI disarankan memantau informasi lalu lintas terkini dan menyiapkan jalur alternatif guna menghindari potensi kemacetan.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kepolisian berharap seluruh elemen yang terlibat dapat menjaga suasana kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Menurut kepolisian, keberhasilan pelaksanaan aksi unjuk rasa tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat, tetapi juga oleh kedewasaan seluruh pihak dalam menghormati hak dan kepentingan bersama.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kombes Budi.

Dengan pengamanan yang melibatkan hampir lima ribu personel gabungan tersebut, Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di Jakarta dapat berjalan lancar, aman, serta tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan aktivitas publik secara umum.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

65 Orang yang Diduga Hendak Picu Kericuhan dalam Demo di Amankan Polda Metro Jaya
Berbekal CCTV, Tim Tiger Tambora Ringkus Dua Pelaku Curanmor
Kirab Tumpeng Sedekah Bumi di Trenggalek Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Kebersamaan Warga
Kapolres Jakbar Nasriadi Ungkap Sindikat Upal, 11 Tersangka dan 15.610 Lembar Disita
Babinsa Turun Tangan Atasi Krisis Air, Sawah Petani Madiun Disuplai Irigasi Perpipaan
Kodaeral IV Dorong Prajurit Bermental Tangguh melalui Safari Pembinaan Mental
Polsek Tambora Kembalikan Tiga Motor Curian kepada Pemilik Sah
Danrem 081/DSJ Ungkap Program TNI AD yang Menyentuh Langsung Kebutuhan Warga
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:26 WIB

65 Orang yang Diduga Hendak Picu Kericuhan dalam Demo di Amankan Polda Metro Jaya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Berbekal CCTV, Tim Tiger Tambora Ringkus Dua Pelaku Curanmor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Kirab Tumpeng Sedekah Bumi di Trenggalek Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Kebersamaan Warga

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Kapolres Jakbar Nasriadi Ungkap Sindikat Upal, 11 Tersangka dan 15.610 Lembar Disita

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Babinsa Turun Tangan Atasi Krisis Air, Sawah Petani Madiun Disuplai Irigasi Perpipaan

Berita Terbaru

Petugas Imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengamankan seorang warga negara (WN) Australia berinisial BA yang diduga berkaitan dengan video aksi asusila yang viral di media sosial. BA diamankan saat hendak meninggalkan Indonesia pada Kamis (27/8) sekitar pukul 12.00 WITA.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:19 WIB