Pacitan – Mbah Kabul, 74 Tahun, Ikut Pikul Pasir Demi Jembatan Garuda untuk Generasi Mendatang
Pacitan – Di tengah teriknya matahari, langkah Kabul tak lagi secepat dulu. Namun, pria 74 tahun yang akrab disapa Mbah Kabul itu tetap memanggul pasir bersama warga lain di lokasi pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Mojo, Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan.
Bagi Mbah Kabul, jembatan yang kini mulai berdiri bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur. Ia memandangnya sebagai investasi jangka panjang yang akan memudahkan kehidupan anak cucu dan generasi berikutnya.
“Saya ingin anak dan cucu nanti tidak lagi kesulitan saat bepergian maupun menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Mbah Kabul, Kamis (30/7).
Semangat serupa juga terlihat dari warga lainnya. Rini, seorang ibu rumah tangga, mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri membantu pembangunan setelah menyelesaikan pekerjaan rumah.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda telah lama menjadi harapan masyarakat karena akses yang selama ini tersedia dinilai kurang memadai.
“Alhamdulillah kami sangat senang. Kami membantu semampunya agar pembangunan cepat selesai,” katanya.
Rini menjelaskan, gotong royong dilakukan secara bergiliran. Kaum ibu membantu seusai memasak dan mengurus rumah tangga, sedangkan para bapak menyesuaikan waktu dengan pekerjaan masing-masing.
Antusiasme warga itu mendapat apresiasi dari Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto saat meninjau lokasi pembangunan.
Untoro mengatakan semangat masyarakat menunjukkan besarnya harapan terhadap manfaat yang akan dihadirkan Jembatan Garuda.
Untoro menyebut, antusiasme serupa juga ditemuinya di berbagai lokasi pembangunan Jembatan Garuda lainnya.
“Tidak hanya di Desa Pucangombo, masyarakat di lokasi lain juga sangat antusias menyambut program ini,” ujarnya.
Jembatan Garuda di Dusun Mojo dibangun dengan panjang 40 meter dan lebar 1,2 meter. Infrastruktur itu diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi warga, terutama anak-anak yang selama ini harus menempuh perjalanan menuju Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, untuk bersekolah di tingkat SMP dan SMA.
Menurut Untoro, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya akan mendukung akses pendidikan, tetapi juga memperlancar aktivitas ekonomi, pertanian, peternakan, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.
Usai meninjau pembangunan di Pacitan, Danrem 081/DSJ melanjutkan kunjungan ke Desa Lembah, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Di lokasi itu juga tengah dibangun Jembatan Garuda sepanjang 47 meter dengan lebar 1,2 meter yang membentang di atas aliran Kali Asin.
Program pembangunan Jembatan Garuda di sejumlah wilayah tersebut diharapkan menjadi solusi bagi daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Red)




































