JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta aparatur sipil negara (ASN), terutama pejabat administrator, pengawas, dan fungsional yang baru dilantik, untuk meninggalkan pola kerja yang hanya mengulang rutinitas.
Menurutnya, birokrasi harus mampu menghadirkan inovasi agar program pemerintah memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Tomsi saat melantik Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kemendagri di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (27/7).
Tomsi mengatakan setiap bidang kerja memiliki ruang untuk melakukan pembaruan. Karena itu, para pejabat diminta tidak terpaku pada kebiasaan lama yang berpotensi menghambat peningkatan kinerja birokrasi.
“Oleh sebab itu, apa pun bidang tugas masing-masing cobalah untuk berpikir tidak terkungkung hanya pada kebiasaan tertentu,” kata Tomsi.
Ia juga menyinggung tambahan alokasi anggaran yang diterima Kemendagri. Menurutnya, anggaran tersebut harus dimanfaatkan untuk menciptakan terobosan yang dapat memperkuat pembinaan pemerintah daerah (Pemda), bukan sekadar menambah kegiatan rutin yang minim dampak.
Tomsi menekankan pentingnya membangun pola pikir yang berorientasi pada hasil. Setiap program, kata dia, harus dirancang dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjang sehingga mampu menghasilkan perubahan yang terukur, termasuk dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.
“Kalau cara berpikir itu kita bisa untuk melihat beberapa langkah ke depan, maka kita akan lebih baik,” ujarnya.
Selain mendorong inovasi, Tomsi mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi integritas,
profesionalisme, dan semangat pengabdian. Ia juga menilai komunikasi yang baik, kejujuran, serta hubungan kerja yang harmonis menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut selaras dengan ajaran seluruh agama yang mengajarkan pentingnya bekerja dengan baik, menjaga kejujuran, serta membangun silaturahmi.
“Yang ada perintah bekerja baik, bekerja keras, jujur, bersilaturahmi yang baik, ya, berkomunikasi baik,” kata Tomsi.




































