Mayat Pria Lansia Ditemukan Membusuk di Rumah Kos Bidara Cina, Jatinegara

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi mayat saat ditemukan pertama kali oleh Ketua RT. 06, Ahmad Subur. (Dok: Istimewa)

Foto: Kondisi mayat saat ditemukan pertama kali oleh Ketua RT. 06, Ahmad Subur. (Dok: Istimewa)

JAKARTA – Warga Jalan Sensus Raya, Pasar Krengso, RT 06/RW 04, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat kos, Kamis (20/8/2026) sekira pukul 17.42 WIB.

Jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan berada diatas kamar kosan. Kondisi itu pertama kali diketahui setelah warga mencium bau tidak sedap yang telah tercium selama beberapa waktu.

Ketua RT 06/RW 04, Ahmad Subur, mengatakan informasi mengenai bau menyengat tersebut awalnya disampaikan oleh salah seorang penghuni atau pihak yang berkaitan dengan rumah kos kepada dirinya.

“Saya mendapat laporan dari yang punya kos karena sudah lama ada bau-bau. Kemudian saya cek ke lokasi. Setelah itu ditunjukkan bagian bawah kamar, di gudang. Di situ terlihat seperti ada cairan yang menetes dari atas dan mengalir, tetapi sudah dalam kondisi kering,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi.

Menurut Ahmad, bau menyengat yang berasal dari dalam bangunan semakin membuat warga curiga. Ia kemudian bersama pihak terkait mencoba memeriksa kondisi bangunan tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, akses menuju bagian atas bangunan diketahui dalam keadaan terkunci. Dari pemeriksaan awal, ditemukan seorang pria dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Karena sudah sangat bau, saya coba ambil video. Kami kemudian naik ke atas, tetapi kondisinya terkunci. Setelah dicek, ternyata orangnya sudah meninggal,” tuturnya.

Berdasarkan informasi identitas yang diperoleh di lokasi, korban diketahui bernama Rahmat Mangun Unita Paat, kelahiran tahun 1950. Dengan demikian, korban diperkirakan berusia sekitar 76 tahun.

Ahmad menyebut korban diduga berasal dari Makassar. Namun, sejumlah informasi mengenai identitas, domisili, serta hubungan korban dengan tempat tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan membuat waktu pasti korban meninggal belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan warga di lokasi.

“Kalau untuk sudah berapa hari, sementara belum bisa dipastikan. Kondisinya memang sudah membusuk,” kata Ahmad.

Kepastian mengenai perkiraan waktu kematian, penyebab meninggal dunia, serta kemungkinan adanya faktor lain yang berkaitan dengan kematian korban selanjutnya menjadi kewenangan pihak kepolisian dan tim medis yang melakukan pemeriksaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad juga mengungkapkan adanya persoalan pendataan penghuni di lokasi. Menurut dia, tidak seluruh orang yang tinggal atau pernah tinggal di tempat tersebut telah melaporkan keberadaannya kepada pengurus lingkungan.

Ia mengatakan, dirinya baru menerima data identitas sebagian penghuni yang tinggal di lokasi tersebut.

“Untuk KTP yang kontrak di sini baru saya minta. Baru dapat sekitar dua orang karena mereka tidak lapor. Termasuk yang punya kos juga belum tahu semuanya,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, jumlah penghuni atau orang yang pernah berada di lokasi tersebut diperkirakan cukup banyak. Namun, jumlah pastinya masih perlu diverifikasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu didalami untuk memastikan siapa saja yang tinggal, menyewa, atau memiliki akses terhadap bangunan tempat jasad korban ditemukan.

Setelah memastikan adanya seseorang dalam kondisi tidak bernyawa, pengurus RT bersama warga kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Petugas dari Polsek Jatinegara kemudian mendatangi lokasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat kendaraan kepolisian dan ambulans berada di sekitar lokasi penemuan jasad.

Petugas selanjutnya melakukan penanganan terhadap jasad korban untuk kemudian dievakuasi.

Jasad tersebut dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut.

Bhabinkamtibmas Polsek Jatinegara, Aiptu Andri Ariana, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Ia juga membenarkan bahwa korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

“Benar, ada penemuan mayat dan sudah dibawa ke RS Polri,” ujar Andri.

Penemuan jasad dalam kondisi telah membusuk membuat aparat perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian korban.

Hingga tahap awal penanganan, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa kematian korban berkaitan dengan tindak pidana. Karena itu, penyebab kematian masih harus menunggu hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan kepolisian.

Polisi juga perlu memastikan kronologi keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal, termasuk kapan terakhir kali korban terlihat oleh warga maupun orang-orang yang berada di sekitar lokasi.

Selain itu, kondisi bangunan yang sebagian aksesnya terkunci serta adanya informasi mengenai bau menyengat yang telah tercium selama beberapa waktu menjadi bagian dari rangkaian fakta yang perlu diverifikasi oleh petugas.

Pemeriksaan di RS Polri Kramat Jati diharapkan dapat memberikan informasi lebih jelas mengenai identitas korban, perkiraan waktu kematian, serta sebab meninggalnya korban.

Penemuan jasad tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Apalagi korban ditemukan dalam kondisi yang telah mengalami pembusukan sehingga menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi.

Warga kemudian memilih menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian agar lokasi dapat diperiksa secara profesional dan seluruh fakta mengenai kematian korban dapat terungkap.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bagi pengurus lingkungan terkait pentingnya pendataan warga maupun penghuni rumah kontrakan dan kos. Pendataan tersebut diperlukan agar keberadaan setiap penghuni dapat diketahui oleh pengurus RT/RW, terutama apabila terjadi keadaan darurat atau peristiwa yang tidak diharapkan.

Untuk sementara, korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati. Sementara itu, kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara terang peristiwa meninggalnya Rahmat Mangun Unita Paat.

Tidak adanya kepastian mengenai berapa lama korban telah meninggal juga membuat informasi mengenai waktu kematian tidak dapat disimpulkan hanya dari kondisi jasad. Kepastian tersebut menunggu pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi dari aparat berwenang.

Dengan demikian, seluruh informasi mengenai penyebab kematian maupun kemungkinan adanya unsur pidana masih harus menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan kepolisian.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Sindikat Meterai Palsu Dibongkar, 16 Tersangka dan Potensi Kerugian Negara Rp1,034 Triliun Terungkap
Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib
Polri Kerahkan K9 dan 2,5 Ton Logistik, Perkuat Operasi Kemanusiaan Gempa NTT
Bareskrim Bongkar Dua Jaringan Judi Online Internasional, 23 Tersangka Diamankan dan Transaksi Tembus Rp890 Miliar
Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI
Buntuti Nasabah Bank, Enam Pelaku Curanmor dan Perampasan Ditangkap Jatanras Polda Metro Jaya
E-Sports Kapolri Cup 2026 Buka Ruang Talenta Digital, Polri Tekankan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas
Polda Metro Jaya Ungkap Modus Penyebaran Hoaks Digital, Sembilan Orang Resmi Jadi Tersangka
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Mayat Pria Lansia Ditemukan Membusuk di Rumah Kos Bidara Cina, Jatinegara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Sindikat Meterai Palsu Dibongkar, 16 Tersangka dan Potensi Kerugian Negara Rp1,034 Triliun Terungkap

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polri Kerahkan K9 dan 2,5 Ton Logistik, Perkuat Operasi Kemanusiaan Gempa NTT

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Bareskrim Bongkar Dua Jaringan Judi Online Internasional, 23 Tersangka Diamankan dan Transaksi Tembus Rp890 Miliar

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah pengurus dan relawan IKAL Lemhannas RI berfoto bersama di depan Posko IKAL Peduli di Desa Lengkosambi, Kecamatan Ratu Ngada, Nusa Tenggara Timur. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya IKAL Lemhannas bersama STIPER Flores Bajawa dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan mendukung penanganan warga terdampak gempa Flores.

Kemanusiaan

IKAL Lemhannas Salurkan Bantuan Rp60 Juta untuk Korban Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 19:35 WIB

Foto: HKBP Distrik VIII DKI Jakarta mendeklarasikan gerakan pemilahan sampah dari sumber yang diikuti 82 gereja HKBP se-Jakarta. Deklarasi berlangsung di Aula Gedung Sopo Marpingkir, Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).

Organisasi Masyarakat

82 Gereja HKBP se-Jakarta Kompak Gerakkan Pemilahan Sampah dari Sumber

Kamis, 20 Agu 2026 - 19:24 WIB

Foto: JAKARTA BARAT — Polsek Tambora mengembalikan tiga unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor) kepada pemilik sah, Rabu (19/8/2026).

TNI & POLRI

Polsek Tambora Kembalikan Tiga Motor Curian kepada Pemilik Sah

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:48 WIB