Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi-Rekonstruksi Aceh, Sumut, dan Sumbar

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menggelar koordinasi awal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menggelar koordinasi awal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Jakarta –  Pemerintah menggelar koordinasi awal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Koordinasi tersebut dilakukan menyusul penugasan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, sebagaimana disampaikan Presiden dalam Retreat Hambalang.

Rapat koordinasi digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (9/1), dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua Satgas.

Menko PMK Pratikno mengatakan, koordinasi awal tersebut difokuskan pada percepatan pendataan sebagai dasar penyusunan perencanaan pemulihan lintas sektor, sembari menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) terkait penguatan Satgas.

Prioritas penanganan mencakup pemulihan infrastruktur, pembangunan hunian masyarakat terdampak, pemulihan ekonomi lokal, serta pemulihan pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial keagamaan,” kata Pratikno.
Berdasarkan pemantauan pemerintah, kondisi wilayah terdampak bencana masih beragam. Sejumlah kabupaten masih berada pada tahap tanggap darurat, sementara sebagian besar daerah lainnya telah memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kondisi tersebut, menurut Pratikno, menuntut pola penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masing-masing wilayah terdampak.

Pemerintah juga menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi sebelum bencana, tetapi diarahkan untuk membangun daerah yang lebih tangguh.
Kita tidak hanya memulihkan, tetapi membangun daerah menjadi lebih baik dan lebih tangguh,” tegasnya.

Dalam kerangka kebijakan penanganan bencana, pemerintah menyiapkan penguatan tata kelola melalui pembagian peran yang lebih jelas. BNPB akan tetap difokuskan pada penguatan fase tanggap darurat, sementara Satgas akan memimpin fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, Satgas juga didorong memiliki data tunggal berbasis dashboard yang terintegrasi.
Pemulihan sektoral turut menjadi perhatian, terutama layanan kesehatan untuk mencegah potensi penyakit menular pascabanjir. Menjelang Ramadan, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan sektor pendidikan dan sosial keagamaan, termasuk perbaikan sarana sekolah dan rumah ibadah.

Sementara di sektor ekonomi, pemerintah mendorong percepatan pemulihan melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, serta penyaluran bantuan sosial guna menjaga daya beli dan likuiditas masyarakat di wilayah terdampak.

Berita Terkait

Silaturahmi IKWI Jaya Perkuat Hubungan Kekeluargaan Pengurus dan Anggota
AHY Sebut Taklimat Awal 2026 Momentum Evaluasi dan Penajaman Arah Infrastruktur
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Strategi Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi
DAN-RI: Kepemimpinan Sejati Ditempa Proses Panjang, Bukan Sekadar Pencitraan
Pemkot Jakarta Timur Kebut Pengangkutan Sampah Lama di Pasar Induk Kramat Jati
Hidayat Humaid Ditetapkan Jadi Calon Tunggal Ketum KONI DKI 2026–2030
DJKI Tegaskan Pengelolaan Royalti Harus Sesuai Aturan Perundang-undangan
Desakan Transparansi Menguat, GEMARI Jakarta Nilai KPK Belum Tegas soal Penanganan Dugaan Kasus SF Hariyanto
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 19:24 WIB

Silaturahmi IKWI Jaya Perkuat Hubungan Kekeluargaan Pengurus dan Anggota

Senin, 12 Januari 2026 - 17:16 WIB

AHY Sebut Taklimat Awal 2026 Momentum Evaluasi dan Penajaman Arah Infrastruktur

Senin, 12 Januari 2026 - 16:34 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Strategi Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi

Senin, 12 Januari 2026 - 13:06 WIB

DAN-RI: Kepemimpinan Sejati Ditempa Proses Panjang, Bukan Sekadar Pencitraan

Senin, 12 Januari 2026 - 08:15 WIB

Pemkot Jakarta Timur Kebut Pengangkutan Sampah Lama di Pasar Induk Kramat Jati

Berita Terbaru

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menggelar silaturahmi dengan para pemimpin redaksi media nasional sebagai upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan publik

Hukum & Kriminal

Menkum Supratman Temui Pemred, Bahas KUHP hingga Transformasi Digital

Senin, 12 Jan 2026 - 17:05 WIB