JAKARTA — Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp1,2 triliun untuk membantu pemulihan usaha mikro yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp600 miliar pada 2026 dan 2027.
Banpres akan ada dua tahap, tahap pertama sebesar Rp600 miliar di tahun 2026, dan tahap kedua dengan jumlah yang sama di tahun 2027,” kata Maman di Jakarta, Kamis (4/6).
Menurutnya, bantuan itu merupakan respons pemerintah terhadap kebutuhan para pelaku usaha mikro yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan untuk memulihkan kegiatan usahanya.
Maman menjelaskan dana Banpres berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menjadi bagian dari Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (Renduk PRRP) di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan sebanyak 200 ribu pelaku usaha mikro menerima bantuan stimulan modal usaha senilai Rp3 juta per orang.
Namun, bantuan itu hanya diperuntukkan bagi pelaku usaha yang belum memiliki akses pembiayaan dari perbankan.
Bantuan modal senilai Rp3 juta hanya diberikan kepada pengusaha yang belum mengakses pembiayaan perbankan. Sementara bagi yang sudah memperoleh akses pembiayaan bank, penanganannya dilakukan melalui mekanisme yang tersedia di sektor perbankan,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di tiga provinsi tersebut guna melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat.
Maman mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk melalui program Klinik UMKM yang masih berjalan di masing-masing daerah terdampak.
“Untuk saudara-saudara kami di Aceh, Sumut, dan Sumbar, saat ini kami sudah mulai melakukan berbagai persiapan. Program Klinik UMKM di masing-masing daerah juga masih terus berjalan hingga saat ini,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat dengan membantu pelaku usaha memperbaiki aset usaha, mengganti peralatan produksi yang rusak, serta memperkuat modal kerja.
Pemerintah ingin memastikan para pengusaha UMKM yang terdampak bencana memiliki kesempatan untuk kembali produktif, memperkuat usahanya, dan melanjutkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Maman.




































