Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sisir 397 Lapangan Padel, Gubernur Ancam Tutup dan Bongkar yang Tak Berizin

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Dok-Istimewa)

Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sedikitnya 397 lapangan padel tersebar di berbagai wilayah Ibu Kota. Dari ratusan fasilitas olahraga tersebut, pemerintah kini tengah melakukan penyisiran administrasi untuk memastikan seluruhnya mengantongi izin lengkap, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pendataan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan legalitas serta kepatuhan terhadap tata ruang.

“Jumlah padel yang ada di Jakarta sekarang ini 397 lapangan. Kami sedang mendalami berapa dari jumlah tersebut yang memiliki izin dan mana yang belum,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Pemprov menegaskan tidak akan mentoleransi pelanggaran perizinan. Lapangan padel yang tidak memiliki PBG terancam dikenai sanksi administratif hingga tindakan tegas.

“Bangunan atau lapangan padel yang tidak memiliki PBG akan dilakukan penghentian kegiatan, pembongkaran, dan pencabutan izin usaha,” tegas Pramono.

Pramono menyebut indikasi pelanggaran memang ada, namun angka pastinya masih diverifikasi oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Pemerintah memastikan proses pendataan dilakukan secara objektif dan berbasis data lapangan.

Selain penertiban izin, Pemprov DKI juga menghentikan sementara penerbitan izin baru lapangan padel di kawasan perumahan. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya keluhan warga.

Ke depan, pembangunan lapangan padel baru hanya diperbolehkan di kawasan komersial dan wajib mendapatkan persetujuan teknis awal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Sementara itu, bagi lapangan yang sudah memiliki PBG tetapi berdiri di lingkungan perumahan, operasionalnya dibatasi maksimal hingga pukul 20.00 WIB. Pengelola juga diwajibkan memasang sistem peredam suara guna meminimalkan kebisingan.

Pramono mengungkapkan setidaknya ada tiga persoalan dominan yang dilaporkan masyarakat, yakni parkir liar, kebisingan, serta jam operasional hingga larut malam.

“Parkir sangat mengganggu karena pemain datang membawa mobil dan parkir di jalan perumahan. Kemudian kebisingan, dan juga jadwal operasional. Itu semua akan kami tertibkan,” katanya.

Keluhan tersebut dinilai tidak bisa diabaikan, terutama karena banyak lapangan padel berlokasi di tengah permukiman padat yang memiliki keterbatasan ruang parkir dan sensitif terhadap aktivitas malam hari.

Di satu sisi, pertumbuhan lapangan padel menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga ini. Industri olahraga rekreasi pun berkembang pesat, membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Namun di sisi lain, Pemprov menegaskan pertumbuhan tersebut harus tetap sejalan dengan aturan tata ruang, kenyamanan warga, dan ketertiban umum. Pemerintah berjanji akan bersikap adil, memberi kesempatan pengelola melengkapi perizinan, tetapi tetap tegas terhadap pelanggaran yang terbukti.

Langkah inventarisasi ini menjadi bagian dari upaya penataan ruang kota yang lebih tertib, sekaligus merespons aspirasi masyarakat agar aktivitas usaha tidak mengorbankan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Doa Mengalir untuk Glen di Reuni Dupati 1979
Brimob Sapu Bersih Jakarta Utara: Pelaku Narkoba Dikejar, Empat Orang Diamankan dalam Patroli Dini Hari
Haul ke-220 Syekh Arsyad Al-Banjari: Lautan Jamaah Padati Matraman, Spirit Ulama Besar Ditegaskan di Tengah Riuh Kota
Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung
6 Truk Engkel LH Sektor Tambora Kedapatan Buang Sampah Pagi Ini, 2 Truk Berhasil Dihadang Warga RW 08
Ribuan Perantau Padati Halal Bihalal PJT, Jenderal Wiranto: Paguyuban Harus Jadi Perekat Bangsa
WFH ASN Tekan Kemacetan Jakarta, Dirlantas: Volume Kendaraan Turun Signifikan
Mahasiswa Apresiasi Kinerja Ditlantas Polda Metro Jaya Amankan Mudik Lebaran 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Doa Mengalir untuk Glen di Reuni Dupati 1979

Minggu, 12 April 2026 - 21:26 WIB

Brimob Sapu Bersih Jakarta Utara: Pelaku Narkoba Dikejar, Empat Orang Diamankan dalam Patroli Dini Hari

Minggu, 12 April 2026 - 20:30 WIB

Haul ke-220 Syekh Arsyad Al-Banjari: Lautan Jamaah Padati Matraman, Spirit Ulama Besar Ditegaskan di Tengah Riuh Kota

Minggu, 12 April 2026 - 19:38 WIB

Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung

Minggu, 12 April 2026 - 17:15 WIB

6 Truk Engkel LH Sektor Tambora Kedapatan Buang Sampah Pagi Ini, 2 Truk Berhasil Dihadang Warga RW 08

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah alumni Dupati 1979 menjenguk Glen Fordianto di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Mertopolitan

Doa Mengalir untuk Glen di Reuni Dupati 1979

Selasa, 14 Apr 2026 - 15:55 WIB