Jakarta — Lembaga Survei KedaiKOPI mencatat mayoritas masyarakat merasa puas terhadap manajemen mudik Lebaran 2026. Hasil survei menunjukkan sebanyak 88,8 persen responden mengaku puas, dengan skor rata-rata kepuasan mencapai 7,18 dari skala 1 hingga 10.
Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menyatakan survei ini bertujuan memetakan perilaku masyarakat selama mudik, mulai dari pilihan transportasi, rute perjalanan, hingga tingkat kepuasan terhadap layanan pemerintah.
Secara umum masyarakat cukup puas dengan manajemen mudik tahun ini, meskipun terdapat penurunan tipis dibanding tahun sebelumnya di beberapa aspek,” ujar Ashma dalam pemaparan, Selasa (7/4).
Survei dilakukan pada 23–30 Maret 2026 terhadap 1.101 responden yang melakukan mudik dari total 1.700 partisipan.
Transportasi Pribadi Masih Mendominasi
Hasil survei menunjukkan sebanyak 50,1 persen pemudik menggunakan transportasi pribadi, terdiri dari sepeda motor (27,4 persen) dan mobil (24,4 persen). Sementara itu, penggunaan transportasi umum tercatat 43,2 persen, dengan bus (22,4 persen) dan kereta api (16,7 persen) sebagai moda utama.
Mayoritas pemudik menuju Pulau Jawa (68,5 persen), khususnya Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Menurut Ashma, pemudik yang bepergian dalam rombongan besar atau membawa kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia cenderung memilih kendaraan pribadi.
Kepuasan Infrastruktur dan Layanan
Dari sisi infrastruktur, pemudik paling mengapresiasi ketersediaan rambu lalu lintas di jalan non-tol serta keamanan dan penerangan di jalan tol. Namun, sejumlah aspek masih menjadi catatan, seperti kondisi jalan non-tol dan kebersihan toilet di rest area.
Sebanyak 80 persen responden juga mengaku puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow. Selain itu, 82 persen puas terhadap layanan posko kesehatan dan 77,8 persen terhadap layanan darurat.
Kinerja polisi lalu lintas juga mendapat penilaian positif, dengan sekitar 80 persen responden merasa puas dalam hal menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik.
Penurunan Kepuasan di Beberapa Aspek
Meski mayoritas puas, survei mencatat adanya penurunan tingkat kepuasan dibandingkan 2025, terutama pada ketersediaan tiket kereta api yang turun dari 84,8 persen menjadi 76,1 persen.
Penurunan juga terjadi pada layanan kapal laut, rest area, serta kepatuhan pengendara lain di jalan.
Namun, terdapat peningkatan signifikan pada aspek keamanan dan penerangan jalan tol yang naik dari 77,2 persen menjadi 92,2 persen.
Partisipasi Mudik Gratis Masih Rendah
Program mudik gratis yang disediakan pemerintah hanya diikuti oleh 9,6 persen responden. Sebagian besar peserta mengaku terbantu karena alasan ekonomi, meski masih terdapat kendala pada akses informasi dan waktu pendaftaran.
Sebanyak 52,4 persen responden menilai informasi mudik gratis sudah tersebar luas, namun sekitar 35 persen lainnya menilai informasi masih kurang jelas atau datang terlambat.
Pola Perilaku Pemudik
Survei juga mencatat mayoritas pemudik bepergian dalam rombongan 3–4 orang (45,1 persen) dan tinggal di kampung halaman selama 2–4 hari (42,5 persen).
Sementara itu, waktu kepulangan paling banyak terjadi pada H+3 dan H+7 Lebaran.
Dari sisi rute, sebanyak 46 persen responden menggunakan jalan tol, dengan Tol Trans Jawa menjadi yang paling banyak diakses.
KedaiKOPI menilai hasil survei ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan mudik di masa mendatang, terutama pada aspek infrastruktur, distribusi tiket, dan fasilitas publik.




































