JAKARTA – Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal mewarnai gelaran Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT) yang berlangsung di Kantor Walikota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026). Acara bertema “Bersatu dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa” ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan tokoh nasional, pimpinan daerah, hingga ribuan perantau asal Jawa Tengah dari berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran delegasi dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung, mempertegas peran strategis paguyuban sebagai simpul sosial yang tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga memperkuat jejaring ekonomi dan kebangsaan.
Ketua Dewan Kehormatan PJT Pusat, Jenderal TNI (p) Wiranto, menegaskan bahwa paguyuban tidak boleh sekadar menjadi wadah nostalgia, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang aktif menjaga harmoni di tengah dinamika masyarakat modern.
“Paguyuban Jawa Tengah bukan sekadar tempat berkumpulnya orang-orang yang rindu kampung halaman. Kita adalah kekuatan kolektif yang menjaga nilai tepa selira dan gotong royong. Di mana pun berada, warga PJT harus menjadi perekat keberagaman Indonesia,” ujar penasihat khusus Presiden Prabowo Subianto bidang politik dan keamanan itu.
Pernyataan tersebut menegaskan urgensi peran komunitas berbasis kedaerahan dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah tantangan urbanisasi, polarisasi, dan perubahan sosial yang cepat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti kontribusi besar warga asal Jawa Tengah dalam membangun Jakarta sebagai kota metropolitan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas perantau merupakan kunci dalam menciptakan inovasi sosial dan ekonomi yang inklusif.
“Jakarta berhutang pada kerja keras warga Jawa Tengah. Harmonisasi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas wilayah mampu melahirkan gagasan baru untuk kesejahteraan bersama,” kata Pramono.
Ia juga mendorong PJT agar terus menjadi jembatan penghubung antarwilayah, baik dalam aspek ekonomi, budaya, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Delegasi PJT Provinsi Lampung hadir dengan formasi lengkap, dipimpin oleh Dewan Pembina Dr. H. Bustami Zainudin dan Ketua PJT Lampung, Ki Sufarzi SG. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat daerah dalam memperkuat jaringan antarperantau.
Ki Sufarzi SG menegaskan bahwa momentum ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kehadiran kami adalah wujud semangat guyub rukun. Arahan para tokoh menjadi energi baru untuk memperkuat komunikasi dan memastikan warga perantauan tetap solid serta produktif,” ujarnya.
Delegasi Lampung juga diisi oleh sejumlah pengurus inti, antara lain Alfansuli Setiono (Bendahara), Sandi Febri Wijaya (Bidang Media dan Informasi), serta Hendra Kusuma Jaya (Bidang Organisasi).
Secara keseluruhan, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum konsolidasi sosial yang memiliki dampak jangka panjang. Paguyuban seperti PJT dinilai mampu menjadi motor penggerak solidaritas lintas daerah sekaligus memperkuat integrasi nasional.
Di tengah tantangan globalisasi dan fragmentasi sosial, nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang diusung dalam kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan bangsa.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, menandai harapan kolektif agar keluarga besar Paguyuban Jawa Tengah terus berkontribusi positif bagi Indonesia, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































