AHY di Hadapan 4.000 Mahasiswa UNPAM: SDM Unggul Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama kemajuan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama kemajuan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Tangerang Selatan — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama kemajuan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan AHY saat menjadi narasumber Seminar Nasional bertema Young Leadership for Sustainable Future di Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Viktor, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (26/5). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 4.000 mahasiswa.

Di hadapan ribuan mahasiswa, AHY mengaku optimistis terhadap masa depan Indonesia dengan melihat energi serta antusiasme generasi muda yang dinilai menjadi modal penting menghadapi dinamika global.

“Energi dan antusiasme luar biasa dari generasi muda memberikan optimisme baru bagi masa depan bangsa,” kata AHY.

Dalam kesempatan itu, AHY juga mengapresiasi Universitas Pamulang, Yayasan Sasmita Jaya, serta jajaran kampus yang dinilai konsisten membuka akses pendidikan tinggi bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu hingga penyandang disabilitas.

Menurutnya, pendidikan inklusif memiliki peran penting dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial.

“UNPAM menjadi contoh kampus yang membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa. Ini merupakan kontribusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial,” ujarnya.

AHY turut membahas isu krisis iklim, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan berkelanjutan dalam paparannya yang bertajuk Krisis Iklim, Infrastruktur, dan Pembangunan Berkelanjutan: Menyiapkan Generasi Muda Indonesia Menghadapi Tantangan Global Hari Ini dan Masa Depan.

Ia menyoroti berbagai tantangan dunia, mulai dari dinamika geopolitik yang mempengaruhi sektor energi, pangan, hingga perdagangan internasional, sampai ancaman perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana alam.

Menurut AHY, Indonesia tidak cukup hanya mampu bertahan menghadapi tantangan tersebut, melainkan harus tumbuh menjadi bangsa yang kompetitif di tingkat global.

“Kita tidak boleh hanya sekadar bertahan, kita harus menjadi bangsa yang unggul, bangsa pemenang. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan pembangunan berkelanjutan yang menjaga lingkungan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan dekarbonisasi melalui elektrifikasi transportasi dan pengembangan energi baru terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Pembangunan tidak boleh mengorbankan masa depan anak cucu kita,” ujar AHY.

Selain pembangunan berkelanjutan, AHY menegaskan kualitas SDM menjadi faktor penentu dalam mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pada akhirnya, semua bergantung pada kualitas SDM kita. Jika unggul dan berintegritas, maka sumber daya yang kita miliki dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Menutup seminar, AHY berharap Universitas Pamulang terus berkembang sebagai center of excellence dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, kompetitif, dan berintegritas.

Dalam kegiatan tersebut, AHY turut didampingi sejumlah staf khusus dan tenaga ahli Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Berita Terkait

Brigjen Komarudin Berpindah Jabatan dalam Waktu Singkat, ITW Pertanyakan Dasar Pertimbangannya
Pemerintah Percepat Implementasi B50, Bahlil Tegaskan Evaluasi RKAB bagi Perusahaan yang Tak Patuh
Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN Didorong Menjadi Motor Penguatan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan Persatuan Bangsa
Pengamat UGM Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Pelanggaran DMO Batu Bara demi Jaga Ketahanan Energi Nasional
RRI Resmi Jadi Lembaga Penguji UKW Siber, Dorong Profesionalisme Pers Digital
PWNU Tanah Papua Minta Kebijakan Khusus PBNU, Soroti Tantangan Pengembangan Organisasi di Enam Provinsi Papua
Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya Picu Desakan Investigasi Independen dan Evaluasi Keamanan Papua
Khitan Massal Istiqlal Bernuansa Betawi, 110 Anak Yatim dan Dhuafa Ikut Layanan Terpadu
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:28 WIB

Brigjen Komarudin Berpindah Jabatan dalam Waktu Singkat, ITW Pertanyakan Dasar Pertimbangannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:43 WIB

Pemerintah Percepat Implementasi B50, Bahlil Tegaskan Evaluasi RKAB bagi Perusahaan yang Tak Patuh

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:49 WIB

Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN Didorong Menjadi Motor Penguatan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan Persatuan Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:21 WIB

Pengamat UGM Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Pelanggaran DMO Batu Bara demi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:25 WIB

RRI Resmi Jadi Lembaga Penguji UKW Siber, Dorong Profesionalisme Pers Digital

Berita Terbaru