JAKARTA – Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 akan berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Polri memilih menggelar upacara utama di Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi tersebut menjadi simbol komitmen institusi dalam menampilkan proses pembentukan sumber daya manusia (SDM) Polri yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Keputusan menggelar upacara di kawasan pendidikan dan pelatihan Brimob bukan sekadar pertimbangan teknis. Polri ingin memperlihatkan kepada publik bahwa setiap personel yang menjalankan tugas di lapangan dibentuk melalui proses pendidikan, latihan, penanaman disiplin, serta penguatan nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan Satlat Brimob Cikeas merupakan representasi nyata dari proses panjang pembentukan karakter anggota Polri sebelum menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum di tengah masyarakat.
Menurutnya, lokasi tersebut dipilih agar masyarakat dapat melihat secara terbuka bagaimana setiap anggota Polri dipersiapkan melalui pendidikan yang menekankan profesionalisme, kedisiplinan, integritas, serta nilai-nilai kemanusiaan.
“Satlat Brimob Polri di Cikeas Bogor merupakan representasi secara terbuka agar masyarakat dapat melihat bahwa setiap tugas kepolisian melalui proses pendidikan, latihan, pembentukan nilai-nilai, dan karakter,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan Satlat Brimob juga sejalan dengan upaya transformasi Polri dalam membangun SDM yang unggul sebagai fondasi utama mewujudkan institusi kepolisian yang modern, profesional, serta dipercaya masyarakat.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat”, yang mencerminkan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut Isir, tema tersebut bukan hanya slogan seremonial, melainkan menjadi pengingat bahwa tugas Polri harus selalu berpihak pada kepentingan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, responsif, serta berkeadilan.
“Polri ingin menunjukkan bahwa kami selalu ada di tengah-tengah masyarakat, di mana pun berada,” katanya.
Selain upacara kenegaraan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Mei hingga Juni 2026. Berbagai agenda tersebut dirancang sebagai bentuk pengabdian nyata sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Beragam kegiatan sosial yang dilaksanakan meliputi Bhakti Bhayangkara berupa bakti sosial, bakti kesehatan, anjangsana kepada para purnawirawan dan keluarga besar Polri, serta kegiatan doa dan dzikir bersama lintas agama sebagai wujud memperkuat semangat persatuan dan toleransi.
Tidak hanya itu, Polri juga menggelar berbagai perlombaan, pekan olahraga, kegiatan kebudayaan, hingga pertunjukan wayang sebagai bentuk pelestarian budaya nasional sekaligus ruang interaksi antara anggota Polri dengan masyarakat.
Pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sejumlah rangkaian acara telah disiapkan. Selain upacara resmi, akan dilaksanakan parade pasukan, pemberian tanda kehormatan kepada personel yang berprestasi, defile berbagai satuan Polri, serta acara syukuran sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian institusi selama delapan dekade.
Masyarakat juga akan disuguhkan pameran alat utama (alut) dan alat khusus (alsus) kepolisian, termasuk berbagai hasil inovasi dan teknologi karya anak bangsa yang digunakan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian modern.
Pameran tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan kemampuan Polri dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap produk-produk dalam negeri di bidang teknologi keamanan.
Puncak upacara Hari Bhayangkara ke-80 dijadwalkan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Kehadiran Presiden menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta mendukung pembangunan.
Turut dijadwalkan hadir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, pejabat TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Upacara akan dipimpin Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto serta dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama seluruh kementerian, lembaga, dan para stakeholder terkait,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Memasuki usia ke-80 tahun, Hari Bhayangkara menjadi momentum refleksi bagi Polri untuk terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat profesionalisme aparat, serta membangun kepercayaan masyarakat.
Melalui pelaksanaan upacara di Satlat Brimob Cikeas, Polri ingin menegaskan bahwa kekuatan institusi tidak hanya terletak pada kemampuan operasional, tetapi juga pada proses pembentukan karakter, integritas, dan dedikasi setiap personelnya dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Editor: Fahmy Nurdin




































