okjakarta.com – Sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya yang dipimpin Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menikmati kuliner malam di Sop Kambing Sudi Mampir, Jalan Biak, Roxy, Jakarta Pusat. Warung yang berdiri sejak 1969 itu dikenal dengan racikan sop kambing yang khas dan telah bertahan lebih dari lima dekade.
Sudi Mampir menjadi salah satu pilihan kuliner bagi pencinta olahan kambing di kawasan Roxy. Warung ini mempertahankan cita rasa kuah yang khas, dengan perpaduan bumbu, susu sapi, dan minyak samin yang menghasilkan kuah gurih serta aroma yang kuat.
Pilihan menu yang tersedia cukup beragam, di antaranya sop kaki kambing, sop kambing campur kaki, sop kambing campur, dan sop kambing campur otak. Pengunjung juga dapat memilih berbagai olahan lainnya sesuai selera.
Selain sop, tersedia pula sate daging kambing, sate hati, dan sate ayam. Beragam pilihan tersebut membuat Sudi Mampir menjadi tujuan bagi pencinta berbagai olahan daging.
Salah satu pengurus PWI Jaya, Joko Dolok, mengaku baru pertama kali menikmati kuliner di Sudi Mampir. Meski demikian, ia langsung memberikan apresiasi terhadap cita rasa yang disajikan.
“Ini pertama kali saya makan di Sudi Mampir. Ternyata rasanya memang khas. Kuahnya gurih, bumbunya terasa dan dagingnya juga enak. Pantas warung ini bisa bertahan sejak 1969,” ujar Joko Dolok, Rabu (19/8/2026).
Menurut Joko, kuliner legendaris seperti Sudi Mampir memiliki daya tarik tersendiri karena mampu mempertahankan cita rasa di tengah perkembangan kuliner Jakarta.
“Kalau sudah puluhan tahun bertahan, tentu ada sesuatu yang membuat orang terus datang. Setelah mencoba sendiri, saya jadi tahu alasannya,” katanya.
Warung Sop Kambing Sudi Mampir buka mulai 17.00 WIB hingga 02.00 WIB. Jam operasional tersebut menjadikannya salah satu pilihan kuliner malam bagi masyarakat yang berada di kawasan Roxy dan sekitarnya.
Bagi pengurus PWI Jaya, kunjungan tersebut bukan sekadar menikmati kuliner. Momen santai itu sekaligus menjadi kesempatan mempererat kebersamaan dan silaturahmi di tengah kesibukan aktivitas organisasi dan jurnalistik.
Keberadaan Sudi Mampir selama puluhan tahun juga menjadi bagian dari cerita kuliner Jakarta. Di tengah menjamurnya pilihan kuliner modern, warung tersebut tetap mempertahankan menu dan racikan khas yang menjadi daya tarik bagi pelanggan lintas generasi.
Penulis/Redaktur: Helmi AR




































