JAKARTA – Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar Layanan Khitan Terpadu (LKT) bertajuk Khitan Sehat, Meriah dengan Budaya Betawi di Selasar Ar-Razaq, Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (5/7). Sebanyak 110 anak mengikuti khitan massal yang dikemas dengan nuansa budaya Betawi.
Prosesi diawali dengan arak-arakan peserta menggunakan delman, diiringi ondel-ondel, tradisi palang pintu, musik gambus, hingga pertunjukan dongeng anak. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta dan keluarga.
Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat BPMI, KH Abu Hurairah Abd Salam, mengatakan kemasan budaya Betawi menjadi cara untuk menghadirkan suasana perayaan bagi anak-anak yang menjalani khitan.
“Khitan terpadu ini diselenggarakan secara meriah untuk membawa kesan indah pada memori para peserta. Kami ingin mereka merasa bangga karena dirayakan layaknya pengantin sunat,” ujarnya.
Program yang rutin digelar setiap bulan Muharam ini menyasar anak yatim, dhuafa, anak binaan Masjid Istiqlal, serta masyarakat umum. Seluruh peserta telah melalui proses seleksi dengan rentang usia 3 hingga 14 tahun.
Selain mendapatkan layanan khitan, peserta juga menerima bingkisan berupa pakaian muslim, satu porsi ayam bekakak, serta uang transportasi.
Menurut Abu Hurairah, penggabungan kegiatan sosial dengan budaya lokal menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat berjalan seiring dengan tradisi yang tidak bertentangan dengan syariat. Ia berharap konsep serupa dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya PT Unilever Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Enjoy Jakarta, serta Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat.
BPMI berharap kerja sama lintas sektor tersebut terus berlanjut dan dapat diperluas pada kegiatan sosial maupun peringatan hari besar Islam di masa mendatang. Tahun depan, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta, BPMI juga berencana menambahkan agenda seminar dan edukasi lingkungan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.




































