JAKARTA – Produksi film layar lebar Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu sekaligus pelaksanaan aktivasi kampanye nasional yang menyertainya ditegaskan hanya diproduksi oleh PH Kuda Putih Picture. Penegasan tersebut disampaikan Raden Sandy Tumiwa, S.H., Stafsus Sultan Sepuh Cirebon sekaligus Kabid Humas DAN-RI, melalui keterangan resmi tertulis kepada Redaksi, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Sandy Tumiwa, penegasan mengenai pihak produksi tersebut penting disampaikan kepada publik untuk memastikan informasi mengenai film dan rangkaian kampanye nasionalnya tidak menimbulkan kesalahpahaman, terutama terkait pihak yang memiliki kewenangan dalam proses produksi maupun pelaksanaan kegiatan kampanye.
“Produksi film layar lebar Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu dan aktivasi kampanye nasional hanya diproduksi oleh PH Kuda Putih Picture,” demikian penegasan Raden Sandy Tumiwa dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi mengenai identitas pihak produksi yang bertanggung jawab terhadap proyek film tersebut. Dengan adanya penegasan ini, masyarakat, insan perfilman, komunitas, maupun pihak-pihak yang berkepentingan diharapkan dapat memperoleh informasi yang jelas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum mendapatkan konfirmasi resmi.
Film Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu membawa pesan yang erat dengan persoalan hubungan sosial, khususnya pentingnya membangun lingkungan yang saling menghargai, menghormati perbedaan, serta mendorong penyelesaian persoalan tanpa kekerasan dan perundungan.
Kehadiran film tersebut juga diposisikan tidak sekadar sebagai karya hiburan, tetapi sebagai bagian dari upaya menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat melalui medium perfilman.
Aktivasi kampanye nasional yang berkaitan dengan film tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pesan persahabatan, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian terhadap masa depan anak dan remaja menjadi isu yang relevan untuk terus dikedepankan.
Di tengah perkembangan media sosial dan tingginya interaksi masyarakat di ruang digital, persoalan perundungan, intimidasi, kekerasan verbal, serta konflik antarpersonal menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, kampanye sosial melalui karya film dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran publik.
Sandy Tumiwa menekankan bahwa kejelasan informasi mengenai pihak produksi merupakan bagian penting dalam menjaga transparansi kepada publik.
Dengan ditegaskannya PH Kuda Putih Picture sebagai pihak yang memproduksi film layar lebar tersebut sekaligus aktivasi kampanye nasional yang terkait, masyarakat diharapkan dapat membedakan informasi resmi dengan berbagai informasi yang beredar di luar keterangan pihak produksi.
Klarifikasi ini juga menjadi penting bagi para pelaku industri kreatif, calon mitra, komunitas, maupun pihak lain yang ingin terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan film tersebut.
Publik diimbau untuk merujuk pada informasi resmi apabila membutuhkan kepastian mengenai produksi, agenda kampanye, bentuk kegiatan, maupun kerja sama yang berkaitan dengan Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu.
Di luar aspek industri hiburan, film dengan muatan sosial memiliki peluang untuk menjadi instrumen edukasi publik. Cerita yang dikemas secara menarik dapat membantu masyarakat memahami persoalan sosial melalui perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pesan mengenai persahabatan dan penolakan terhadap permusuhan juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun dialog yang lebih luas di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, maupun masyarakat.
Karena itu, keberadaan kampanye nasional yang menyertai produksi film diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Penegasan mengenai PH Kuda Putih Picture sebagai pihak produksi juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar komunikasi publik terkait film berjalan secara tertib dan bertanggung jawab.
Setiap informasi mengenai film, kegiatan promosi, aktivasi kampanye nasional, maupun agenda lain yang berkaitan dengan proyek tersebut idealnya disampaikan berdasarkan sumber resmi sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Raden Sandy Tumiwa melalui keterangan tertulisnya kepada Redaksi kembali menegaskan bahwa produksi film layar lebar Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu dan aktivasi kampanye nasional tersebut hanya diproduksi oleh PH Kuda Putih Picture.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran yang lebih terang mengenai pihak yang berada di balik produksi proyek film tersebut sekaligus memahami bahwa pesan yang dibawa tidak hanya berorientasi pada karya perfilman, tetapi juga pada penyampaian nilai-nilai persahabatan dan kepedulian sosial.
Editor: Fahmy Nurdin




































