Romo Yos Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Morotai: Laut Bukan Batas, Tapi Pemersatu

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Romo Kolonel (Purn.) Sus. Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr., mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut perairan Pulau Mimita, seberang Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (17/8/2026).

Foto: Romo Kolonel (Purn.) Sus. Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr., mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut perairan Pulau Mimita, seberang Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (17/8/2026).

Maluku Utara, okjakarta.com – Ada pengalaman yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Di perairan jernih Pulau Mimita, seberang Pulau Morotai, Romo Kolonel (Purn.) Sus. Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr., menyelam ke kedalaman laut dan menemukan pemandangan yang menggetarkan hati.

Di bawah permukaan laut, terbentang taman terumbu karang yang masih terjaga. Ribuan ikan berenang bebas, sementara kawanan blacktip reef shark atau hiu karang sirip hitam melintas dengan tenang di antara terumbu karang.

Di tengah keheningan bawah laut itulah Romo Yos membentangkan Bendera Merah Putih. Bagi Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri tersebut, pengibaran Merah Putih bukan sekadar simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, melainkan ungkapan syukur atas anugerah Tuhan berupa negeri kepulauan yang indah dan kaya.

“Indonesia bukan hanya tanah yang kita pijak. Indonesia juga lautan yang kita selami,” ungkap Romo Yos, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, laut merupakan bagian penting dari identitas Indonesia. Lebih dari dua pertiga wilayah Indonesia berupa laut yang sejak dahulu menjadi ruang kehidupan masyarakat, jalur pelayaran leluhur, sumber penghidupan nelayan, sekaligus penghubung antarpulau.

“Laut bukan batas. Laut adalah pemersatu Indonesia,” tegasnya.

Sebagai imam Katolik, pengalaman menyelam sambil membawa Merah Putih tersebut juga menjadi refleksi iman bagi Romo Yos. Menurutnya, mencintai tanah air tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan.

Ia mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup diwujudkan dengan mengibarkan bendera pada bulan kemerdekaan. Nasionalisme harus hadir dalam tindakan nyata, termasuk menjaga laut, hutan, pegunungan, serta seluruh kekayaan alam yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Nasionalisme sejati bukan sekadar mengibarkan bendera setiap bulan Agustus. Nasionalisme adalah kesediaan menjaga rumah bersama dan keberanian merawat kehidupan,” katanya.

Di kedalaman laut Pulau Mimita, Romo Yos juga mengaitkan pengalamannya dengan Kitab Kejadian 1:31: “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”

Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keindahan alam Indonesia bukan hanya kekayaan bangsa, tetapi juga anugerah Tuhan yang harus dijaga.

Pertanyaan kemudian muncul dalam permenungannya: apakah generasi mendatang masih dapat menikmati keindahan laut Indonesia seperti yang disaksikan hari ini?

Bagi Romo Yos, usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia bukan hanya momentum untuk mengenang perjuangan mempertahankan kedaulatan. Kemerdekaan juga harus dimaknai sebagai tanggung jawab menjaga warisan alam agar tetap lestari.

Kemerdekaan, katanya, berarti memastikan anak cucu Indonesia masih dapat menyaksikan terumbu karang yang hidup, laut yang bersih, hutan yang hijau, serta kekayaan keanekaragaman hayati Nusantara.

“Merah Putih harus berkibar bukan hanya di puncak gunung, tetapi juga dalam hati setiap warga negara,” ujarnya.

Dari kedalaman Pulau Mimita, Romo Yos membawa pesan bahwa nasionalisme sejati lahir dari hati yang bersyukur. Dan hati yang bersyukur, menurutnya, akan selalu berusaha menjaga apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada manusia.

“Merah Putih adalah ikrar untuk mencintainya: menjaga laut Indonesia adalah cara mengasihi tanah air; mengasihi tanah air adalah salah satu wujud syukur kepada Allah atas anugerah ciptaan-Nya.

 

Penulis/Redaktur: Helmi AR

Berita Terkait

Perbekel Desa Blahkiuh beri tugas Linmas Ronda Malam
Pelayanan Ganti Nomor Polisi di BPKB Polda Metro Jaya Dinilai Makin Cepat dan Transparan
PAM JAYA Gandeng Mitra Global, Pemprov DKI Percepat Target Layanan Air Bersih 100 Persen
Polwan Dikerahkan, Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Tani Merdeka
Polemik Alsintan di OKU Timur Diklarifikasi, Pemeriksaan Resmi Pastikan Tak Ada Pelanggaran
Buntut Kasus Amsal Sitepu Kajari Karo Dicopot, Kejagung: Isyarat Keras atas Dugaan Cacat Penuntutan
Kota Tangerang Diusulkan Jadi Percontohan Kota Antikorupsi, KPK Lakukan Observasi Awal
Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H, Fastco Parking Resmikan Area Parkir dan Santuni Anak Yatim di Pondok Cina Depok
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Romo Yos Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Morotai: Laut Bukan Batas, Tapi Pemersatu

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:06 WIB

Perbekel Desa Blahkiuh beri tugas Linmas Ronda Malam

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:52 WIB

Pelayanan Ganti Nomor Polisi di BPKB Polda Metro Jaya Dinilai Makin Cepat dan Transparan

Selasa, 28 April 2026 - 09:49 WIB

PAM JAYA Gandeng Mitra Global, Pemprov DKI Percepat Target Layanan Air Bersih 100 Persen

Jumat, 17 April 2026 - 17:22 WIB

Polwan Dikerahkan, Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Tani Merdeka

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah pejabat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Dalam suasana penuh kebersamaan, para pejabat mengikuti prosesi pemotongan dan penyajian nasi tumpeng sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Wali Kota Jakarta Pusat

Wali Kota Jakpus Arifin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Banteng

Senin, 17 Agu 2026 - 18:59 WIB