Menteri UMKM Minta Usaha Laundry Tak Menumpuk di Satu Wilayah

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong asosiasi dan pelaku usaha laundry melakukan pemetaan sebaran bisnis di berbagai daerah untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong asosiasi dan pelaku usaha laundry melakukan pemetaan sebaran bisnis di berbagai daerah untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

OKJAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong asosiasi dan pelaku usaha laundry melakukan pemetaan sebaran bisnis di berbagai daerah untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Dorongan itu disampaikan Menteri UMKM saat menghadiri peringatan HUT ke-11 Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) di Jakarta, Senin (14/9). Menurutnya, bisnis laundry kini telah menjadi bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat sekaligus berkembang menjadi sektor ekonomi yang tersebar di berbagai wilayah.

“Laundry sudah menjadi tren gaya hidup baru di masyarakat. Kita melihat hampir di semua daerah ada usaha laundry. Ini menunjukkan bahwa prospeknya positif dan terus berkembang,” ujar Menteri UMKM.

Namun, ia mengingatkan pertumbuhan jumlah usaha laundry tidak otomatis meningkatkan pendapatan seluruh pelaku usaha. Konsentrasi usaha yang terlalu tinggi di satu wilayah justru dapat memperketat persaingan dan memicu kanibalisasi pasar.
Karena itu, Menteri UMKM meminta ASLI bersama asosiasi laundry lainnya mulai memetakan potensi pasar dan sebaran usaha di masing-masing daerah.

Menurutnya, pemetaan dapat menjadi dasar bagi pengusaha dalam menentukan lokasi ekspansi dan pengembangan bisnis. Wilayah yang sudah terlalu padat dapat menjadi pertimbangan agar pelaku usaha baru mencari daerah lain yang masih memiliki potensi pasar.

“Jangan hanya mendorong pengusaha membuka laundry, tetapi juga perlu melihat dan mengatur sebarannya. Kalau di satu wilayah sudah terlalu banyak, pengusaha baru dapat diarahkan ke wilayah lain yang masih memiliki potensi. Dengan begitu, semua bisa tumbuh dan bertahan,” katanya.

Menteri menilai pemetaan usaha juga penting untuk menjaga investasi yang telah dikeluarkan pelaku UMKM sekaligus membangun rantai usaha yang lebih kuat.
Ekosistem bisnis laundry tidak hanya mencakup pemilik usaha, tetapi juga pemasok bahan, penyedia mesin dan peralatan, hingga tenaga kerja. Karena itu, keberlangsungan satu unit usaha dapat memberikan dampak ekonomi kepada banyak pihak.

“Ketika kita menghidupkan satu usaha, yang hidup bukan hanya satu orang. Usaha tersebut dapat menyerap dua, tiga, lima, bahkan lebih banyak tenaga kerja. Jadi ketika kita menjaga keberlangsungan usaha laundry, kita juga menjaga kehidupan orang-orang yang bekerja di dalamnya,” ujar Menteri.

Dorong Akses KUR
Dalam dialog bersama pelaku usaha, pengusaha laundry asal Riau sekaligus Ketua DPP ASLI Riau Kabul Santosa menyampaikan kebutuhan pelaku usaha terhadap akses pembiayaan untuk mengembangkan bisnis.

Menanggapi hal tersebut, Menteri UMKM mengatakan pihaknya akan memfasilitasi asosiasi laundry dengan perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami akan memfasilitasi asosiasi dengan bank-bank penyalur KUR. Ini akan segera ditindaklanjuti oleh tim kami bersama asosiasi,” kata Menteri.

Fasilitasi tersebut diharapkan dapat membuka alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha laundry sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.

Selain pembiayaan, pelaku UMKM juga menyampaikan aspirasi terkait regulasi dan pendampingan usaha. Menteri mengatakan pihaknya akan mengkaji berbagai masukan tersebut dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.

Ia menegaskan pengembangan sektor laundry perlu ditempatkan dalam kerangka pemberdayaan UMKM secara menyeluruh. Pertumbuhan jumlah pelaku usaha harus diikuti kemampuan membaca pasar, tata kelola bisnis, akses pembiayaan, dan ekosistem usaha yang mendukung keberlanjutan.

“Kementerian UMKM siap memberikan pelayanan dan dukungan kepada teman-teman yang bergerak di sektor laundry. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan UMKM dapat tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan,” kata Menteri UMKM.

Berita Terkait

Kemnaker: 81 Ribu Lowongan Kerja Masih Aktif di Karirhub
Polri Perluas Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 118 Orang Masih Dalam Pencarian
Rakernas Partai Golongan Berkarya Indonesia Dorong Konsolidasi dan Penguatan Organisasi
2.713 Penari dari 12 Negara Pecahkan Rekor MURI, Tari Semarak Jali-Jali Betawi Bergema di Ancol
Polisi Identifikasi PN dan KT dalam Video Call Penembakan Warga Sipil di Jayawijaya Papua
DPP Persatuan Petukang dan Pemborong Seluruh Indonesia Deklarasi Dukung Tubagus Bahrudin Capres 2029-2034
Polda Metro Jaya Kerahkan 17.800 Personel Gabungan Kawal Duel Persija-Persib di GBK
PWNU Kaltara Dorong Figur Berpengalaman Perkuat Struktur PBNU Pasca-Muktamar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:15 WIB

Menteri UMKM Minta Usaha Laundry Tak Menumpuk di Satu Wilayah

Senin, 14 September 2026 - 11:38 WIB

Kemnaker: 81 Ribu Lowongan Kerja Masih Aktif di Karirhub

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WIB

Polri Perluas Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 118 Orang Masih Dalam Pencarian

Minggu, 13 September 2026 - 10:55 WIB

Rakernas Partai Golongan Berkarya Indonesia Dorong Konsolidasi dan Penguatan Organisasi

Sabtu, 12 September 2026 - 20:17 WIB

2.713 Penari dari 12 Negara Pecahkan Rekor MURI, Tari Semarak Jali-Jali Betawi Bergema di Ancol

Berita Terbaru

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong asosiasi dan pelaku usaha laundry melakukan pemetaan sebaran bisnis di berbagai daerah untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Nasional

Menteri UMKM Minta Usaha Laundry Tak Menumpuk di Satu Wilayah

Senin, 14 Sep 2026 - 15:15 WIB

Sebanyak 81.171 lowongan kerja masih aktif dan dapat dilamar melalui Karirhub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 4 September 2026.
Lowongan tersebut tersebar di 32.086 perusahaan. Angka itu merupakan lowongan yang masih terbuka untuk dilamar, bukan keseluruhan lowongan yang tercatat dalam sistem Karirhub.

Nasional

Kemnaker: 81 Ribu Lowongan Kerja Masih Aktif di Karirhub

Senin, 14 Sep 2026 - 11:38 WIB