Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah peserta berfoto bersama usai mengikuti Kongres dan Annual Meeting Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) 2026 di Kampus Universitas Sahid, Jakarta,

Foto: Sejumlah peserta berfoto bersama usai mengikuti Kongres dan Annual Meeting Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) 2026 di Kampus Universitas Sahid, Jakarta,

JAKARTA — Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menetapkan Prof. Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum PATPI periode 2026–2030.

Feri terpilih melalui Kongres dan Annual Meeting PATPI 2026 yang digelar di Kampus Universitas Sahid, Jakarta, 15 September 2026 yang lalu. Ia menggantikan Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si. yang memimpin organisasi profesi tersebut selama periode 2022–2026.

Pergantian kepemimpinan menjadi bagian dari agenda empat tahunan PATPI untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun arah pengembangan profesi ahli teknologi pangan di Indonesia.

Ketua Umum PATPI periode 2022–2026, Prof. Giyatmi, mengatakan kepemimpinan baru merupakan bagian dari kesinambungan pengabdian organisasi.

“Pergantian kepengurusan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan keberlanjutan estafet pengabdian. PATPI harus semakin kuat sebagai rujukan ilmiah bagi masyarakat, pemerintah atau regulator, dan industri,” kata Giyatmi.

Selama periode kepemimpinannya, PATPI mencatat penguatan organisasi dengan jaringan lebih dari 30 cabang dan lebih dari 1.100 anggota aktif di berbagai daerah.

Penguatan tersebut dilakukan melalui konsolidasi cabang, pembenahan tata kelola organisasi, pengembangan Sistem Informasi Anggota hingga pemberian penghargaan bagi anggota dan cabang yang dinilai berkontribusi dalam bidang akademik, inovasi dan pengembangan produk pangan.

Di bidang profesi, PATPI juga mulai membangun sistem uji kompetensi bagi sarjana teknologi pangan.

Uji coba yang digelar pada 5 September 2026 itu diikuti 228 mahasiswa dari 23 program studi teknologi pangan dan program studi sejenis.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pengakuan terhadap kompetensi lulusan sekaligus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi kebutuhan industri dan perkembangan sistem pangan nasional.

PATPI juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan kualitas jurnal ilmiah serta dukungan terhadap pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP).

Selain itu, organisasi membuka ruang bagi mahasiswa dan generasi muda melalui kompetisi riset, pengembangan produk pangan serta Food Quiz Bowl.

Pada bidang literasi dan diseminasi ilmu pengetahuan, PATPI turut menerbitkan sejumlah buku teknologi pangan. Di antaranya Kamus Istilah Ilmu dan Teknologi Pangan serta buku Perancangan Kurikulum OBE Bidang Ilmu dan Teknologi Pangan.

Sebanyak 15 judul buku karya anggota PATPI juga diluncurkan dalam Annual Meeting PATPI 2026.

Dorong kontribusi dalam program MBG

Di bawah kepemimpinan baru, PATPI menghadapi sejumlah agenda strategis, salah satunya memperkuat kontribusi ahli teknologi pangan dalam isu pangan nasional.

PATPI menilai keahlian teknologi pangan dibutuhkan dalam menjawab persoalan keamanan pangan, ketahanan pangan, diversifikasi pangan lokal, pangan fungsional hingga reformulasi produk.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Giyatmi mengatakan pelaksanaan MBG dalam skala besar membutuhkan dukungan ahli teknologi pangan. Menurutnya, makanan yang disediakan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga harus aman, bermutu, konsisten dalam produksi dan terjangkau.

“Skala besar program MBG membutuhkan kontribusi ahli teknologi pangan agar makanan yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman, bermutu, dapat diproduksi secara konsisten, terjangkau, serta membuka ruang bagi pangan lokal dan pelaku UMKM,” ujarnya.

PATPI juga menyoroti perdebatan mengenai ultra-processed food (UPF). Organisasi tersebut mendorong masyarakat melihat persoalan pangan olahan berdasarkan bukti ilmiah dan tidak menyederhanakan seluruh produk pangan olahan sebagai makanan yang buruk.

Penilaian terhadap pangan, menurut PATPI, perlu melihat komposisi, nilai gizi, tingkat dan tujuan pengolahan, aspek keamanan, porsi serta frekuensi konsumsi dan pola makan secara keseluruhan.

Lima agenda kepengurusan baru

Giyatmi menitipkan sejumlah agenda kepada kepengurusan PATPI periode 2026–2030.

Lima agenda tersebut mencakup penguatan cabang, pelibatan generasi muda, peningkatan kerja sama dengan perguruan tinggi dan pusat riset, perluasan kemitraan dengan industri serta UMKM, dan peningkatan kiprah PATPI di tingkat ASEAN maupun internasional.

Hubungan dengan pemerintah dan regulator juga dinilai perlu terus diperkuat. Namun, kerja sama tersebut diharapkan tetap berjalan dengan menjaga independensi keilmuan organisasi.

Dengan kepemimpinan Feri Kusnandar, PATPI diharapkan dapat memperluas peran ahli teknologi pangan tidak hanya dalam lingkungan akademik dan industri, tetapi juga dalam perumusan kebijakan serta penyelesaian persoalan pangan yang dihadapi masyarakat.

PATPI merupakan organisasi profesi yang menghimpun ahli, akademisi, peneliti, praktisi dan pemerhati ilmu serta teknologi pangan. Organisasi ini bergerak dalam pengembangan pendidikan, riset, kompetensi profesi, inovasi, kebijakan, keamanan pangan serta jejaring nasional dan internasional.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Perwatusi Gaspol, Cetak Instruktur Senam untuk Jaga Tulang Lansia Tetap Sehat
STI Bawa Shantui ke Mining Expo 2026, Bidik Efisiensi Biaya Operasional Tambang
Gubernur Maluku Apresiasi Ketua Presidium PP PMKRI Terpilih, Siap Hadiri Pelantikan
SPPG Gunungendut 3 Bantu Renovasi PAUD KB Nurul Ihsan melalui Program Kemitraan
Hamdani Ditunjuk sebagai Pj DPD NPI, Organisasi Perkuat Konsolidasi dan Kesinambungan Kepengurusan
Hari Anak Indonesia 2026, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Festival Video Anak ASEAN 2027
Nakertransgi Jakbar Sosialisasikan Perizinan IUPTLS dan Sertifikasi SLO untuk Cegah Risiko Kebakaran
DPD Kawanua Katolik Jakarta Dilantik, Perkuat Harmoni Keberagaman
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:00 WIB

Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Perwatusi Gaspol, Cetak Instruktur Senam untuk Jaga Tulang Lansia Tetap Sehat

Selasa, 15 September 2026 - 21:15 WIB

STI Bawa Shantui ke Mining Expo 2026, Bidik Efisiensi Biaya Operasional Tambang

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Gubernur Maluku Apresiasi Ketua Presidium PP PMKRI Terpilih, Siap Hadiri Pelantikan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:19 WIB

SPPG Gunungendut 3 Bantu Renovasi PAUD KB Nurul Ihsan melalui Program Kemitraan

Berita Terbaru