Tekankan Hindari Pelanggaran, Pangdam Rudy Minta Anggotanya Berpikir Sebelum Berbuat

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin

Tulungagung, – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin menekankan agar seluruh prajurit dan PNS di jajarannya tidak berbuat pelanggaran sekecil apapun. Baik itu judi online, narkoba, dan jenis-jenis pelanggaran lainnya.

“Kita bukan tentara, bukan PNS kemarin sore, sudah bertahun-tahun kita jadi tentara, jadi PNS, aturan dari dulu sampai sekarang di lingkungan kita (TNI) itu tidak ada yang berubah, enggak ada yang abu-abu. Hitam dan putihnya jelas, yang boleh ya boleh, yang enggak boleh ya enggak boleh, sanksinya juga sudah jelas. Tidak ada ceritanya dulu narkoba ndak boleh, sekarang boleh, semua itu tetap aturannya,” kata Rudy saat memberikan arahan kepada prajurit dan PNS di Kodim 0807/Tulungagung, Rabu (27/5/2025).

Sebagai langkah agar terhindar dari pelanggaran, ia mengingatkan supaya berpikir seribu kali sebelum melakukan atau berbuat pelanggaran yang dapat berdampak hingga masa pensiun nanti.

“Makanya selalu saya ingatkan, berpikir dan berpikir sebelum berbuat, jangka panjangnya gimana? nanti gimana kalau berbuat seperti ini dan nantinya dipecat atau saat pensiun bermasalah yang membuat jelek nama baik kalian. Beban itu akan kalian pikul terus sampai dengan pada saatnya pensiun nanti kembali ke masyarakat,” sebutnya.

“Tentu kita semua berharap, saat pensiun nanti, nama kita baik, kita bisa menjadi figur teladan yang bisa jadi penggerak dan bisa menginspirasi masyarakat sekitar. Pengabdian itu tanpa batas, pensiun itu hanya status saja, tapi jiwa, semangat, dan komitmen tetap sama, kita berbuat terbaik untuk bangsa dan negara,” lanjutnya.

Selama kurang lebih 7 sampai 8 bulan menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya, Rudy menilai, berbagai tantangan tugas telah mampu dilaksanakan dengan baik di seluruh wilayah jajarannya. Mulai dari pengamanan Pilkada, malam Natal dan tahun baru, Idul Fitri, pengamanan arus mudik dan arus balik, serta beberapa kegiatan VVIP lainnya.

Begitu pula dengan program-program prioritas, baik dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten yang juga diakuinya telah dapat didukung secara optimal. Dengan berbagai keberhasilan itu, ia pun berterima kasih kepada prajurit dan PNS di jajarannya atas kontribusi, kerja keras, dan kerja nyatanya selama ini.

“Atas nama pribadi dan selaku Panglimamu, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasama, atas bantuannya, atas kinerja dan performa, serta loyalitas yang ditunjukkan rekan-rekan semua,” ujarnya.

Terkait program ketahanan pangan, Rudy mengaku bangga dengan serapan gabah yang telah dicapai di Kabupaten Tulungagung. Ia berharap, pencapaian itu dapat terus ditingkatkan untuk mencapai target-target selanjutnya.

“Saya lihat Tulungagung cukup produktif, saya dapat informasi kemarin terakhir untuk serapan gabahnya sekitar 7.000 ton. Itu mungkin (sekarang) sudah lewat, sudah tercapai (targetnya). Ini luar biasa, karena memang target kita di provinsi Jawa Timur itu dalam satu tahun serapan gabah untuk Bulog sekitar 593.252 ton. Kita (Tulungagung) sudah bisa kontribusi 7.000 ton lebih, luar biasa. Ini harus dijaga dan dipertahankan untuk musim tanam berikutnya,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan dengan didukung rekan-rekan Babinsa, Danramil, dari Koramil dan Kodim, (serapan gabah di Tulungagung) ke depannya bisa mencapai target yang diharapkan. Bahkan justru melebihi dari target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, baik itu pusat, provinsi, maupun Kabupaten Tulungagung,” tambahnya.

Khusus kepada para Babinsa, Rudy mengaku bangga dan mengapresiasi atas kerja keras mereka selama ini. Ia menilai, sebagai garda terdepan dan ujung tombak di kewilayahan, para Babinsa telah dapat bekerja secara optimal.

Masalah kesehatan, khususnya penyakit jantung juga disorot oleh peraih Adhi Makayasa Akmil 1997 itu. Hal ini tidak terlepas dari masih tingginya angka kematian akibat penyakit jantung di lingkungan prajurit. Untuk itu, ia berpesan supaya dapat terus menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan, pola hidup, pola istirahat, dan olahraga teratur.

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Ranex: Program Bacadnas Jadi Energi Baru Ormas Bela Negara
Saat Perempuan Papua Menguatkan TNI: Dapur Umum Jadi Jantung TMMD Manokwari
Undangan TNI AU, Ketum DePA-RI Angkat Isu Ketahanan Nasional
Jakbar Diguncang Kasus Narkoba, Dua Pelaku dan Ribuan Ekstasi Diamankan
Jembatan Perintis Garuda Rampung, Akses Warga Kian Lancar
Panglima TNI: Konflik Global dan Hoaks Jadi Ancaman Nyata Bangsa
Agroforestry Gunung Anaga dan Gunung Hejo Jadi Laboratorium Media Week Pasis Seskoad
Kodim 0808/Blitar Borong Dua Gelar Juara di LKJ TMMD ke-127
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:10 WIB

Ranex: Program Bacadnas Jadi Energi Baru Ormas Bela Negara

Sabtu, 25 April 2026 - 14:21 WIB

Saat Perempuan Papua Menguatkan TNI: Dapur Umum Jadi Jantung TMMD Manokwari

Jumat, 24 April 2026 - 17:58 WIB

Undangan TNI AU, Ketum DePA-RI Angkat Isu Ketahanan Nasional

Kamis, 23 April 2026 - 20:05 WIB

Jakbar Diguncang Kasus Narkoba, Dua Pelaku dan Ribuan Ekstasi Diamankan

Kamis, 23 April 2026 - 11:29 WIB

Jembatan Perintis Garuda Rampung, Akses Warga Kian Lancar

Berita Terbaru

Foto: Apresiasi IKBN untuk Program Bacadnas Kemhan

TNI & POLRI

Ranex: Program Bacadnas Jadi Energi Baru Ormas Bela Negara

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:10 WIB