JAKARTA – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua Pegunungan, H. Abdul Qahar Yelipele, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat dan harapan kepada Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., atas pelantikannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Ucapan tersebut disampaikan di Jakarta sehari setelah pelantikan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Dalam pernyataannya, Abdul Qahar menegaskan bahwa pengangkatan Dudung merupakan amanah besar yang diharapkan membawa keberkahan sekaligus penguatan kinerja pemerintahan. Ia berharap Dudung mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab serta mendapat bimbingan dalam setiap langkah pengabdian kepada negara.
“Atas nama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Papua Pegunungan, kami mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Bapak Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman. Semoga amanah ini menjadi berkah dan Allah SWT senantiasa membimbing dalam menjalankan tugas,” ujar Abdul Qahar, di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya perhatian pemerintah pusat terhadap peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar yang memiliki kontribusi historis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, dukungan terhadap NU, khususnya di wilayah Papua Pegunungan, menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas sosial dan memperkuat integrasi nasional.
Abdul Qahar yang mengaku mendapat mandat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk bertugas di wilayah dengan dinamika konflik tersebut, menekankan pendekatan kultural sebagai strategi utama. Ia menyebut upaya konsolidasi berbasis kearifan lokal Papua menjadi kunci dalam menjaga harmoni dan membangun kepercayaan masyarakat.
“Saya sebagai putra daerah berupaya melakukan pendekatan budaya dan kearifan lokal Papua. Harapannya, pemerintah pusat maupun daerah dapat mendukung peran NU agar semakin kuat di delapan kabupaten/kota di Papua Pegunungan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan struktur NU yang telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan dialog, meredam potensi konflik, serta memperkuat pesan bahwa Papua merupakan bagian tak terpisahkan dari Indonesia.
“Dengan hadirnya NU, kami ingin memastikan bahwa Papua tetap dalam kondisi aman dan damai. Ini bagian dari komitmen kami menjaga NKRI,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada Senin (27/4/2026). Penunjukan ini menggantikan Muhammad Qodari yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat kendali atas program prioritas nasional sekaligus meningkatkan respons pemerintah terhadap aspirasi publik. KSP sendiri memiliki peran vital sebagai simpul koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kebijakan Presiden berjalan efektif.
Dudung dikenal sebagai figur dengan latar belakang militer yang kuat dan gaya kepemimpinan tegas. Kariernya mencapai puncak saat menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), setelah sebelumnya menduduki sejumlah posisi strategis seperti Panglima Kostrad dan Pangdam Jaya. Rekam jejaknya yang kerap menuai pro dan kontra mencerminkan karakter kepemimpinan yang langsung dan berorientasi pada tindakan.
Usai pelantikan, Dudung menyampaikan komitmennya untuk membuka layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam serta memangkas hambatan birokrasi yang dinilai menghambat implementasi kebijakan. Ia juga membuka kemungkinan melakukan inspeksi langsung ke instansi pemerintah guna memastikan efektivitas program berjalan di lapangan.
Dukungan dari berbagai elemen, termasuk NU di Papua Pegunungan, menunjukkan adanya harapan terhadap peran Dudung dalam memperkuat stabilitas nasional, termasuk di wilayah-wilayah dengan dinamika sosial yang kompleks.
Dalam konteks Papua, dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan seperti NU dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun pendekatan non-keamanan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Pernyataan Ketua PWNU Papua Pegunungan menjadi cerminan harapan dari daerah terhadap pemerintah pusat, khususnya dalam memastikan kebijakan nasional dapat menjangkau wilayah-wilayah dengan karakteristik sosial dan budaya yang beragam.
Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti NU diharapkan mampu memperkuat stabilitas, memperluas dialog, serta menjaga keutuhan Indonesia dalam bingkai kebhinekaan.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































