JAKARTA – Pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan resmi dari PT PLN (Persero) dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Jakarta, khususnya di kawasan Otista dan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 11.55 WIB. Gangguan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap operasional usaha kecil dan menengah.
Sejumlah warga mengaku terkejut lantaran tidak adanya informasi sebelumnya terkait pemadaman. Kondisi ini memicu kebingungan, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan.
Hamdi (43), seorang mekanik di Bengkel Avrian Motor yang berlokasi di Jalan Otista Raya No. 58, Bidara Cina, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik sangat mengganggu pekerjaannya. Ia menyebut peralatan bengkel seperti gerinda dan perangkat listrik lainnya tidak dapat digunakan saat listrik padam.
“Yang jadi kendala itu peralatan kerja kami tidak bisa dipakai. Kami berharap listrik bisa segera dinyalakan kembali. Sebelumnya juga tidak ada informasi dari PLN soal pemadaman selama ini,” ujar Hamdi saat ditemui di lokasi.
Selain sektor jasa, pelaku usaha kuliner juga merasakan dampak signifikan. Seorang pemilik rumah makan khas Sumatera Barat di kawasan Bidara Cina, yang akrab disapa Uda atau Papa Ara, mengaku mengalami kerugian akibat terganggunya proses produksi makanan menjelang jam makan siang.
“Ini sangat merugikan. Beberapa lauk belum sempat diolah karena listrik padam. Selain jual makanan, kami juga melayani penjualan pulsa dan token listrik, jadi semua aktivitas terhambat. Bahkan jaringan internet dan sinyal ponsel juga ikut terganggu,” keluhnya.
Ia berharap pihak PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pemberitahuan lebih awal agar kejadian serupa tidak terulang.
Keluhan serupa disampaikan Ayu Andriani, warga Jalan Kebon Sayur I, Bidara Cina. Ia mengaku sempat mengalami pemadaman listrik berulang sebelum akhirnya listrik padam total selama sekitar satu jam.
“Tadi sempat mati hidup sampai tiga kali, lalu yang keempat mati total dari sekitar pukul 11.55 WIB dan baru menyala lagi sekitar pukul 12.55 WIB. Anak saya yang masih satu tahun sampai menangis karena kepanasan,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyatakan bahwa pemadaman disebabkan oleh gangguan suplai listrik yang berdampak pada sejumlah wilayah di ibu kota.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan upaya penormalan sistem.
“Terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Jakarta. PLN fokus melakukan upaya penormalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, dikutip Antara.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kondisi kelistrikan di wilayah masing-masing melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 guna mempercepat penanganan di lapangan.
Berdasarkan pantauan, pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Jakarta Timur, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah lain seperti Jakarta Pusat, termasuk kawasan Thamrin dan Bendungan Hilir, serta Jakarta Selatan seperti Kuningan, Tebet, dan Jagakarsa.
Peristiwa ini menambah daftar gangguan kelistrikan yang terjadi di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, pada 9 April 2026, pemadaman serupa juga terjadi akibat gangguan pada sistem gardu induk. Saat itu, PLN menyatakan telah mengerahkan petugas untuk mempercepat proses pemulihan secara bertahap demi menjaga stabilitas dan keamanan jaringan.
Gangguan listrik tersebut bahkan sempat berdampak pada operasional transportasi publik, termasuk layanan MRT Jakarta yang mengalami kendala di beberapa stasiun.
Dengan kembali terjadinya pemadaman tanpa pemberitahuan, masyarakat berharap adanya peningkatan transparansi dan sistem mitigasi dari PLN agar dampak terhadap aktivitas publik dan ekonomi dapat diminimalisir di masa mendatang.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































