JK dan Prabowo Bahas Investasi Energi Hijau Rp70 Triliun, Dorong Percepatan Swasembada Energi Nasional

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pers kepada awak media usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Dok-Istimewa)

Foto: Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pers kepada awak media usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana investasi besar di sektor energi hijau yang nilainya diperkirakan mencapai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Pertemuan yang berlangsung cukup panjang itu difokuskan pada strategi peningkatan kapasitas energi nasional guna mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Usai pertemuan, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa pembahasan mencakup peluang investasi di sektor pembangkit listrik berbasis energi bersih yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kita bicara investasi kira-kira Rp60-Rp70 triliun,” ujar JK kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan.

Menurut JK, kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok berada pada kisaran 5 hingga 8 persen. Kondisi tersebut menuntut adanya penambahan kapasitas pembangkit listrik secara signifikan agar mampu memenuhi kebutuhan industri, sektor usaha, dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan tercapai tanpa dukungan pasokan energi yang memadai. Oleh karena itu, investasi pada infrastruktur energi menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong daya saing ekonomi nasional.

“Karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ekonomi 5-6 persen, bahkan sampai 8 persen, itu membutuhkan energi yang sangat besar. Tanpa energi yang cukup, akan sulit meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyampaikan kesiapan Kalla Group untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek-proyek energi bersih yang menjadi prioritas pemerintah. Saat ini, perusahaan yang dipimpinnya telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan total kapasitas sekitar 1.500 megawatt (MW).

Selain itu, Kalla Group disebut siap melanjutkan pembangunan tambahan pembangkit berkapasitas sekitar 2.000 MW, yang meliputi proyek pembangkit listrik tenaga air maupun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

JK menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki sejumlah lokasi potensial serta desain proyek yang dapat segera direalisasikan apabila mendapatkan dukungan dan persetujuan dari pemerintah.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Energi hijau dinilai tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memenuhi komitmen Indonesia terhadap pembangunan rendah emisi dan keberlanjutan lingkungan.

Menurut JK, Presiden Prabowo memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan sektor energi nasional, terutama yang berbasis energi hijau atau green energy. Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan juga dinilai akan memberikan dampak berlapis bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor industri, hingga peningkatan pemerataan pembangunan di berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya energi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan persaingan ekonomi global yang semakin ketat, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur energi.

Investasi puluhan triliun rupiah yang dibahas dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi katalis bagi pengembangan energi bersih nasional sekaligus memperkuat fondasi menuju target swasembada energi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya
YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers
Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah
Imigrasi Bali Kerahkan 104 Petugas Patroli Dharma Dewata, 342 WNA Terjaring Pengawasan
Arsitektur Inovasi Negara Pancasila: Saat Negara Harus Memimpin, Bukan Sekadar Mengatur
Panas! PT BBBS Bongkar Fakta Polemik Tin Slag, Tudingan Ekspor hingga Seret Nama Anak Gubernur Dibantah
Menkes: Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Utama Tekan Angka Kematian Akibat Kanker di Indonesia
Brigjen Komarudin Berpindah Jabatan dalam Waktu Singkat, ITW Pertanyakan Dasar Pertimbangannya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIB

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:19 WIB

YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:56 WIB

Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:02 WIB

Imigrasi Bali Kerahkan 104 Petugas Patroli Dharma Dewata, 342 WNA Terjaring Pengawasan

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:54 WIB

Arsitektur Inovasi Negara Pancasila: Saat Negara Harus Memimpin, Bukan Sekadar Mengatur

Berita Terbaru