KULON PROGO — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan program Sekolah Rakyat menjadi strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikan AHY saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (27/4/2026).
Menurut AHY, Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran terpadu yang dirancang untuk jangka panjang.
“Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai solusi jangka panjang. Kita ingin proyek ini tuntas dengan kualitas yang baik,” ujar AHY.
Sekolah Rakyat di Kulon Progo merupakan satu-satunya proyek serupa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kompleks pendidikan ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 7,1 hektare dan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, lengkap dengan asrama, kantin, fasilitas olahraga, serta sarana pendukung lainnya.
Program ini merupakan bagian dari tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional yang mencakup 104 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
AHY mengungkapkan, hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 38,9 persen, dengan deviasi sekitar 2 hingga 3 persen dari target awal. Meski demikian, pemerintah optimistis keterlambatan tersebut dapat dikejar melalui percepatan konstruksi.
Saat ini, sebanyak 864 pekerja dikerahkan di lokasi proyek, dengan dukungan alat berat yang terus dioptimalkan guna mempercepat pembangunan.
Dengan total anggaran sekitar Rp214 miliar, Sekolah Rakyat Kulon Progo ditargetkan mampu menampung hingga 1.080 siswa. Pemerintah juga akan menanggung seluruh kebutuhan dasar pendidikan, mulai dari biaya sekolah, makan, pakaian, hingga perlengkapan belajar.
AHY menilai skema tersebut memberi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan tanpa beban biaya.
“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik,” ujarnya.
Selain dampak sosial, pembangunan Sekolah Rakyat juga diharapkan mampu mendorong perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas usaha masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, serta sejumlah pejabat daerah dan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum.
AHY menekankan pentingnya pengawasan proyek agar pembangunan berjalan sesuai target tanpa mengabaikan kualitas dan keselamatan kerja.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan,” kata dia.




































