Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Perempuan di Tangsel dalam Waktu Singkat

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi pembunuhan. (Dok-Istimewa)

Foto: Ilustrasi pembunuhan. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap seorang perempuan berinisial I (49) yang terjadi di kawasan Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar kontrakannya pada Kamis (16/4/2026) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Penanganan cepat aparat kepolisian membuahkan hasil dengan ditangkapnya tersangka berinisial THA (41), yang merupakan mantan suami siri korban, pada sore hari di lokasi berbeda, yakni kawasan Pondok Aren.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kasubdit III Resmob AKBP Resa Fiardi Marasabessy. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula saat korban dan pelaku pergi bersama pada Rabu malam (15/4/2026), lalu kembali ke kediaman korban sekitar pukul 00.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam kamar korban. Namun pelaku diduga berupaya meredam situasi dengan menyampaikan kepada saksi bahwa kondisi korban baik-baik saja.

“Setelah pelaku meninggalkan lokasi, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya, Jumat (17/4/2026).

Tim kepolisian kemudian melakukan serangkaian tindakan penyelidikan, termasuk olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, serta pengumpulan dan analisis barang bukti. Dalam waktu kurang dari 24 jam, identitas pelaku berhasil dikantongi dan dilakukan penangkapan.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya pakaian korban dan pelaku, satu unit sepeda motor Honda PCX, dua unit telepon genggam, uang tunai yang diduga hasil penjualan perhiasan korban, serta rekaman CCTV.

Meski pelaku telah diamankan, polisi masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dan kekerasan dalam relasi personal antara korban dan pelaku.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, mencakup dugaan pembunuhan berencana, pembunuhan, serta pencurian dengan kekerasan.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan setiap potensi tindak kriminal melalui layanan darurat 110.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Imigrasi Deportasi Buronan Interpol Asal China, Diduga Terlibat Pencucian Uang
Kemenkum Siapkan Tarif Rp0 untuk Penutupan Situs Pelanggar Kekayaan Intelektual
“Lima Tahun Terpisah, Lapas Cianjur Fasilitasi Pertemuan Warga Binaan dengan Keluarga Lansia”
Video Antrean BBM Picu Polemik, Bhatara Buka Suara dan Siapkan Langkah Hukum
Sengketa Toyota Innova Berlarut, Konsumen Soroti Dugaan Cacat Kemudi dan Proses Pembuktian di Pengadilan
BNN Temukan 98 Persen Sampel Cairan Vape Mengandung Zat Berbahaya
Kodaeral IV dan Satgas BAIS TNI Gagalkan Dugaan Keberangkatan Ilegal WNA Vietnam
Jabatan Kepala DLH Labuhanbatu Jadi Sorotan, GARANSI Minta Transparansi Hasil Pemeriksaan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Imigrasi Deportasi Buronan Interpol Asal China, Diduga Terlibat Pencucian Uang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Kemenkum Siapkan Tarif Rp0 untuk Penutupan Situs Pelanggar Kekayaan Intelektual

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:34 WIB

“Lima Tahun Terpisah, Lapas Cianjur Fasilitasi Pertemuan Warga Binaan dengan Keluarga Lansia”

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Video Antrean BBM Picu Polemik, Bhatara Buka Suara dan Siapkan Langkah Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Sengketa Toyota Innova Berlarut, Konsumen Soroti Dugaan Cacat Kemudi dan Proses Pembuktian di Pengadilan

Berita Terbaru