Nusakambangan Bertransformasi, Lahan Penjara Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai lokasi lembaga pemasyarakatan berpengamanan tinggi kini menunjukkan wajah baru. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan disulap menjadi kawasan produktif yang menopang ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Pulau Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai lokasi lembaga pemasyarakatan berpengamanan tinggi kini menunjukkan wajah baru. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan disulap menjadi kawasan produktif yang menopang ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

CILACAP – Pulau Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai lokasi lembaga pemasyarakatan berpengamanan tinggi kini menunjukkan wajah baru. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan disulap menjadi kawasan produktif yang menopang ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Transformasi tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui optimalisasi lahan di lingkungan pemasyarakatan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meninjau langsung sejumlah unit produksi di Nusakambangan, Senin (22/6). Kawasan tersebut kini mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari budidaya udang vaname, sidat, ikan air tawar, peternakan ayam dan bebek petelur, produksi pupuk, hingga budidaya anggur dan anggrek.

Agus mengatakan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif dilakukan untuk mendukung kebutuhan internal pemasyarakatan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Kami memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya belum digunakan untuk membantu kebutuhan internal pemasyarakatan, termasuk penyediaan bahan pangan bagi warga binaan,” kata Agus.

Menurutnya, hasil produksi dari kawasan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap ketersediaan pasokan pangan nasional, termasuk komoditas telur yang berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

Sementara itu, Titiek Soeharto mengapresiasi perubahan yang terjadi di Nusakambangan. Ia menilai pengelolaan lahan tidur menjadi kawasan produktif menunjukkan potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan.

“Kami melihat sendiri lahan tidur di sini disulap menjadi lahan produktif. Ini luar biasa dan layak diapresiasi,” ujar Titiek.
Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal.

Selain menghasilkan komoditas pangan, program tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan warga binaan. Mereka dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan sehingga memperoleh keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Titiek menilai aspek pembinaan menjadi salah satu nilai penting dalam program tersebut. Selain mendapatkan pengalaman dan keterampilan, warga binaan juga memperoleh premi dari hasil kegiatan kerja yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

Agus menegaskan pengembangan kawasan produktif di Nusakambangan akan terus dievaluasi dan diperluas agar manfaatnya semakin besar, baik untuk mendukung ketahanan pangan maupun meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Transformasi Nusakambangan menjadi kawasan produktif menunjukkan pendekatan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga pada pemberdayaan dan persiapan warga binaan untuk kembali berperan di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Berjuang Menuntut Pesangon, Buruh Perempuan Ditangkap dan Ditahan di Polsek Kalideres
Suwito Laporkan Dugaan Transaksi Tak Sah, Rp273 Juta Berpindah ke Rekening MNC Bank
Dugaan Ancaman terhadap Pelapor Kasus Pencurian, Didi Lawyer Minta Polres Sampang Beri Perlindungan
DePA-RI Soroti Pentingnya Integritas Penegak Hukum dalam RUU Perampasan Aset
PIPAS Bawa Karya Warga Binaan ke Kriyanusa 2026, Bidik Pasar Nasional hingga Mendunia
BARA JP Soroti Finalitas Putusan MK dalam Permohonan PHPU 2026
PT MBM Ajukan Hak Jawab, Ungkap Kronologi Sengketa SHM 5/Lemo
Ruang Kerja Disulap Jadi Karaoke, Sekdis Dishub Sukabumi Tersangka Pelecehan 3 Siswi PKL
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:10 WIB

Berjuang Menuntut Pesangon, Buruh Perempuan Ditangkap dan Ditahan di Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 14:58 WIB

Suwito Laporkan Dugaan Transaksi Tak Sah, Rp273 Juta Berpindah ke Rekening MNC Bank

Rabu, 30 September 2026 - 12:42 WIB

Dugaan Ancaman terhadap Pelapor Kasus Pencurian, Didi Lawyer Minta Polres Sampang Beri Perlindungan

Selasa, 29 September 2026 - 17:07 WIB

DePA-RI Soroti Pentingnya Integritas Penegak Hukum dalam RUU Perampasan Aset

Sabtu, 26 September 2026 - 16:28 WIB

PIPAS Bawa Karya Warga Binaan ke Kriyanusa 2026, Bidik Pasar Nasional hingga Mendunia

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin bersama warga memanen singkong di lingkungan RW 09, Jalan Radar Utara, Pangkalan Jati, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Panen Singkong dan Petai, Munjirin Dorong Ketahanan Pangan dari Lingkungan Warga

Jumat, 2 Okt 2026 - 23:59 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin meninjau pelaksanaan kegiatan Gerebek Lumpur di kawasan Kali Sunter, RW 09 Radar Utara, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Lumpur Setebal 2 Meter Dikeruk, Pemkot Jaktim Siapkan Kali Sunter Hadapi Hujan

Jumat, 2 Okt 2026 - 23:35 WIB