JAKARTA – PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) menyelenggarakan public expose (paparan publik) pada hari Jumat, 12 Juni 2026 bertempat di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta.
Kegiatan public expose dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha perhotelan, sewa kendaraan, dan sewa ruko tersebut turut dihadiri direksi perseroan seperti Melvin Wangkar (Direktur Utama), Andaru Surya Gautama (Direktur), Joga Arjanto Adhimuljono (Komisaris Utama), dan Drs. Alkie Samuel Sutandra (Komisaris).
Perusahan yang berdiri sejak 30 September 2011 tersebut saat ini memiliki kegiatan usaha utama yakni Hotel Amaris Pakuan Bogor, Hotel Amaris Gorontalo, Hotel Amaris Hertasning Makassar, Hotel 88 Bekasi dan kegiatan penunjang seperti sewa kendaraan, sewa ruko, penatu dan arena olahraga.
Kinerja Keuangan dan Operasional
Pada kuartal 1 2026, aset tercatat Rp 334,342.62 juta hutang yang harus dilunasi Rp 155,855.03 juta, ekuitas Rp 178,287.58 juta dan pendapatan usaha Rp 11,346.02 juta.
Tercatat pendapatan usaha pada kuartal 1 2026 menurun dibanding Rp 50,169.25 M pada tahun 2025.
Kinerja Operasi (Tingkat Hunian %)
Pada tahun 2025 tingkat hunian hotel Amaris Gorontalo tercatat 51.02 %, hotel Amaris Pakuan Bogor 69.71 %, dan hotel Amaris Hertasning Makassar tercatat 58.09 %, Hotel 88 Bekasi 74,88%.
Melvin mengatakan dalam waktu dekat ini perseroan akan melaunching usaha superklin laundry dengan menawarkan beberapa layanan seperti express, satuan, kiloan dan rumah sakit.
“Untuk bisnis laundry ini akan bermitra dengan hotel Amaris, Bilal Homestay dan hotel Grand City yang semuanya beroperasi di Gorontalo,” ucapnya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Target 2026
Hadir juga Andaru Surya Gautama menambahkan untuk tahun 2026 perseroan menargetkan kenaikan tingkat hunian untuk masing-masing hotel seperti Amaris Gorontalo 54.50 %, hotel Amaris Pakuan Bogor 70 %, Amaris Hertasning Makassar 63.02 %, dan 83 % hotel 88 Bekasi.
“Selain itu kami juga melakukan proyek refreshment untuk hotel Amaris Makassar, pembangunan lapangan pedel dan monetisasi aset dengan mengoptimalkan pemanfaatan asset non produktif guna meningkatkan kontribusi pendapatan perseroan. Melalui skema penyewa aset tanah kavling ICE BSD, serta inisiatif monetisasi aset lainnya termasuk optimalisasi aset tanah di Sampit Kalimantan Tengah,” ujar Andaru.
Reporter: Edo
Editor: Fahmy Nurdin




































