BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mendorong Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menjadi booster atau penggerak utama dalam mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Djamari mengatakan keberadaan LPM harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kemampuan LPM dalam memperkuat dampak program pemerintah akan turut menentukan eksistensi organisasi tersebut di masa mendatang.
“Kalau misalnya program pemerintah tidak dimanfaatkan oleh LPM dalam rangka memperbesar hasilnya, rakyat akan bertanya, ‘Apa itu LPM?’. Apabila pertanyaan seperti itu muncul, itulah yang akan menentukan eksistensi LPM ke depan,” ujar Djamari saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPM RI Tahun 2026 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/8/2026).
Ia menilai LPM harus mampu melihat berbagai program pemerintah sebagai peluang untuk memperbesar manfaat pembangunan di tengah masyarakat. Karena itu, jajaran LPM diminta tidak ragu mengambil peran dalam berbagai agenda pemberdayaan masyarakat.
Djamari juga mengingatkan seluruh jajaran LPM agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan program pemberdayaan. Menurutnya, setiap langkah yang telah dimulai harus diikuti keberanian, konsistensi, dan tekad untuk menyelesaikannya.
“Saya juga mengajak LPM, dengan segala keterbatasannya, jangan pernah menyerah. Sesekali kita harus berani melangkah. Negara ini tidak bisa diserahkan kepada orang lain. Tidak bisa hanya mengandalkan atau berharap kepada orang lain, tetapi ada pada bangsa ini sendiri,” katanya.
Djamari Soroti Tantangan Global
Dalam arahannya, Djamari turut menyinggung berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi kondisi Indonesia. Ia mengatakan perkembangan geopolitik dunia saat ini berlangsung dinamis dan penuh ketidakpastian.
Konflik Amerika Serikat dan Iran, perang Rusia-Ukraina, serta berbagai konflik di sejumlah kawasan, kata dia, memberikan dampak terhadap kondisi global.
Menurut Djamari, pemerintah terus berupaya meminimalkan dampak berbagai gejolak tersebut agar tidak semakin membebani masyarakat.
Ia mencontohkan pemerintah tetap menjaga harga sejumlah kebutuhan masyarakat, termasuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.
“Di tengah berbagai tekanan global tersebut, pemerintah terus berupaya menjaga kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Djamari mengatakan berbagai program pemerintah juga tetap berjalan untuk memastikan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak terhenti meski situasi global menghadapi ketidakpastian.
Sebut Stabilitas Keamanan Terkendali
Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga menyampaikan bahwa kondisi stabilitas keamanan nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Ia mengatakan pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus memantau perkembangan situasi serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Djamari juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di ruang digital, khususnya konten yang mengandung hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.
Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk memeriksa dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Ia menekankan ruang digital harus menjadi ruang yang menghadirkan informasi yang benar, positif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Intinya, jangan kita beri peluang sekecil apa pun kepada orang-orang yang ingin menyampaikan hal-hal buruk untuk masuk lebih dahulu,” tegasnya.
Djamari Bacakan Gurindam Dua Belas
Menutup arahannya, Djamari membacakan sejumlah bait dari Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Ia menilai karya tersebut mengandung nilai kepemimpinan, persatuan, integritas, dan kerja sama yang masih relevan dalam kehidupan berbangsa.
Salah satu bait yang dibacakan berbunyi, “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri.”
Menurut Djamari, bait tersebut menggambarkan pentingnya kesamaan visi antara pemimpin dan para pembantunya, serta perlunya musyawarah dan kerja sama yang solid.
Ia kemudian melanjutkan dengan bait, “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja.”
Djamari mengatakan pesan tersebut mengajarkan pentingnya integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah.
Nilai-nilai itu, menurutnya, dapat menjadi pedoman dalam memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk mendukung pembangunan nasional.
LPM Siap Dukung Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP LPM M. Q. Iswara menyampaikan apresiasi kepada Menko Polkam atas kehadiran dan dukungannya dalam Rakernas LPM RI Tahun 2026.
Iswara menegaskan LPM berkomitmen mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan mengambil bagian dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Kita siap menjadi garda terdepan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dari 38 provinsi, 33 sudah dilantik. Ada 480 di kabupaten/kota. Kami siap mendukung kebijakan-kebijakan Bapak Presiden,” kata Iswara.
Rakernas LPM RI Tahun 2026 dihadiri pengurus LPM RI tingkat pusat dan daerah, perwakilan kementerian/lembaga terkait, kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta jajaran pimpinan Kemenko Polkam.




































