JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memanfaatkan musim kemarau untuk memperbesar kapasitas saluran air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin memimpin langsung kegiatan Grebek Lumpur di Saluran Penghubung (PHB) Cacing, Jalan Cacing, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (16/9/2026).
Sekitar 150 petugas gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Pertamanan dan Hutan Kota, Lingkungan Hidup, Gulkarmat Jakarta Timur, hingga petugas PPSU dari seluruh kelurahan di Kecamatan Cakung.
Munjirin mengatakan musim kemarau menjadi momentum penting untuk membersihkan dan mengeruk saluran air. Saat debit air menurun, endapan lumpur yang selama ini mengurangi kapasitas saluran lebih mudah terlihat.
“Musim kemarau ini harus kita manfaatkan dengan baik untuk saluran-saluran PHB maupun kali besar. Setelah air surut, terlihat sekali sedimentasinya cukup tebal dan apa saja yang ada di dalam saluran,” kata Munjirin.
Menurut dia, pengerukan dilakukan untuk mengembalikan fungsi dan kapasitas saluran. Dengan volume tampung yang lebih besar, aliran air diharapkan dapat berjalan lebih lancar ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Munjirin menyebut kedalaman PHB Cacing berdasarkan informasi yang diterimanya mencapai sekitar enam meter. Namun, kondisi saluran yang terlihat saat pengerukan menunjukkan kedalaman efektif yang jauh lebih dangkal.
“Kalau lumpurnya bisa terangkut semuanya, kapasitas saluran menjadi lebih besar. Contohnya, saluran ini informasinya memiliki kedalaman sekitar enam meter, sementara yang terlihat saat ini sekitar 1,2 meter. Berarti sisanya merupakan lumpur,” ujarnya.
Munjirin berharap pengerukan tersebut mampu mengurangi risiko air meluap ke jalan maupun kawasan permukiman di sekitar PHB Cacing saat musim hujan tiba.
Soroti Limbah Perusahaan
Di tengah kegiatan pengerukan, Munjirin juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan yang beraktivitas di sekitar saluran.
Ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan mendata perusahaan yang berada di sepanjang kawasan PHB Cacing. Pendataan terutama diarahkan untuk memastikan tidak ada aktivitas pembuangan limbah langsung ke saluran.
Munjirin mengingatkan pelaku usaha agar memiliki serta mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan.
“Perusahaan-perusahaan yang ada di sini perlu diinventarisasi, khususnya yang membuang limbah langsung ke saluran. Kita imbau agar mempunyai IPAL dan pengolahan limbah yang baik, jangan dibuang begitu saja ke saluran,” tegasnya.
Selain pengerukan, kegiatan tersebut juga mencakup pembersihan lingkungan, penataan kabel udara yang semrawut, serta pemangkasan pohon yang dinilai perlu ditata.
Munjirin mengatakan Grebek Lumpur merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Jakarta Timur. Program tersebut tidak hanya menyasar PHB Cacing, tetapi juga sejumlah saluran dan kali yang memiliki persoalan sedimentasi.
“Kita semua bergerak. Ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat, ditambah kegiatan kerja bakti pada hari Minggu,” katanya.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan di sejumlah titik, antara lain wilayah Ciracas dan Kecamatan Jatinegara.
Pemkot Jakarta Timur berharap pengerukan dan pembersihan saluran yang dilakukan selama musim kemarau dapat menjadi langkah preventif sebelum curah hujan kembali meningkat.
(Helmi AR)




































