Jakarta — Fadli Zon mendorong penguatan kerja sama strategis di bidang kebudayaan antara Indonesia dan Uruguay melalui dialog diplomasi budaya bersama Cristina Gonzalez. Pertemuan tersebut digelar di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Minggu (2/3).
Dalam pertemuan itu, Fadli menegaskan bahwa Indonesia membuka ruang luas bagi kolaborasi kebudayaan dengan Uruguay, mulai dari residensi seniman, penguatan ekonomi kreatif, hingga promosi warisan budaya di tingkat internasional. Pemerintah Indonesia, kata dia, juga mendorong penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) sebagai payung hukum kerja sama bilateral kedua negara.
Kami sangat menyambut baik kerja sama bilateral Indonesia dengan Uruguay, khususnya di bidang kebudayaan. Indonesia dan Uruguay sama-sama negara yang kaya budaya, dan ini momentum tepat untuk memperkuat kolaborasi,” ujar Fadli.
Fadli menambahkan, tahun 2026 menjadi momen penting bagi kedua negara karena menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Uruguay. Momentum tersebut dinilai strategis untuk menghadirkan program-program budaya bersama, seperti pameran seni, penguatan museum, serta pertukaran dan residensi seniman lintas negara.
Kami sangat mendukung para pegiat budaya untuk mengikuti residensi internasional. Program ini menjadi wadah penting dalam memperlihatkan ekspresi budaya masing-masing negara,” kata Fadli.
Dalam dialog itu, Fadli juga menyampaikan harapan dukungan Uruguay terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota UNESCO Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) periode mendatang. Pemilihan anggota komite tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Selain itu, Fadli mendorong diskusi lanjutan terkait rencana pameran budaya TIERRA VIVA, yang akan menampilkan karya seniman Amerika Latin dan direncanakan digelar di Galeri Nasional Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar Uruguay Cristina Gonzalez menyambut baik penguatan diplomasi budaya dengan Indonesia. Ia menilai dialog strategis tersebut penting untuk mempererat hubungan bilateral melalui pendekatan kebudayaan.
Diplomasi budaya menjadi penguat hubungan bilateral Uruguay dan Indonesia. Kami senang dapat terus bersinergi di berbagai sektor serta membangun people to people contact antara kedua negara,” ujar Cristina.
Pertemuan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya.
Menutup pertemuan, Fadli berharap kerja sama budaya Indonesia–Uruguay dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret dan berkelanjutan.
Budaya dapat menjadi fondasi kuat bagi hubungan bilateral yang berkelanjutan. Untuk itu, kita perlu segera mewujudkan kerja sama nyata di berbagai bidang kebudayaan,” pungkasnya.


































