JAKARTA – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Metro Jaya menyiapkan langkah pengamanan komprehensif di ratusan titik strategis yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pengamanan ini dilakukan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan rangkaian ibadah serta aktivitas libur Lebaran dengan aman, tertib, dan nyaman.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menyatakan bahwa aparat kepolisian bersama unsur terkait telah memetakan sejumlah lokasi yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
“Pengamanan kami fokuskan pada berbagai titik yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, mulai dari tempat ibadah, kawasan wisata, pusat ekonomi, hingga objek vital yang berpotensi ramai selama masa libur Lebaran,” ujar Asep saat melakukan peninjauan kesiapan pengamanan di Terminal Kampung Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Asep, pengamanan utama diarahkan pada sejumlah masjid besar yang menjadi pusat kegiatan ibadah selama Ramadan dan Idul Fitri. Kepolisian menyiagakan personel di 10 masjid utama serta 123 masjid lainnya yang menjadi lokasi salat tarawih, i’tikaf, hingga salat Id.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung tertib sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan jamaah yang meningkat menjelang hari raya.
Selain tempat ibadah, kepolisian juga menaruh perhatian pada sejumlah destinasi wisata yang kerap menjadi tujuan masyarakat saat libur Lebaran. Setidaknya terdapat 68 titik wisata yang disiapkan pengamanan khusus.
Beberapa di antaranya meliputi kawasan ikonik ibu kota seperti Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, Taman Margasatwa Ragunan, serta Taman Mini Indonesia Indah.
Pengamanan juga dilakukan di destinasi wisata sejarah dan rekreasi populer seperti Kota Tua Jakarta, Ancol, hingga kawasan wisata bahari Kepulauan Seribu.
Sementara itu, sejumlah objek wisata keluarga di wilayah penyangga Jakarta seperti Ocean Park BSD, Aviary Park Bintaro, Bintaro Xchange, dan Scientia Square Park juga masuk dalam daftar lokasi yang akan dipantau aparat.
Tradisi ziarah kubur menjelang dan setelah Idul Fitri juga menjadi perhatian kepolisian. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung serta potensi kemacetan di sekitar area pemakaman, polisi menyiapkan pengamanan di sedikitnya 37 lokasi ziarah.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada rangkaian kegiatan masyarakat menjelang hari raya, termasuk malam takbiran dan pelaksanaan salat Idul Fitri.
Dalam rencana pengamanan tersebut, tercatat 13 titik kegiatan malam takbiran serta 133 lokasi pelaksanaan salat Id dan penyaluran zakat yang akan mendapatkan pengawasan dari aparat kepolisian.
Aktivitas ekonomi menjelang Lebaran yang meningkat tajam juga menjadi perhatian aparat. Sebanyak 83 sentra ekonomi seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan kawasan perdagangan akan dijaga untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun lonjakan pengunjung.
Selain itu, kepolisian menempatkan personel di 11 titik transportasi utama yang meliputi empat terminal bus, empat stasiun kereta api, dua bandara, serta satu pelabuhan yang menjadi simpul mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada tempat keramaian, tetapi juga menyasar berbagai objek vital yang memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat.
Polda Metro Jaya mencatat terdapat 471 kantor bank serta 164 kantor pegadaian yang akan dipantau selama periode Lebaran. Selain itu, sebanyak 621 objek vital lainnya seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), gardu listrik milik PLN, hingga depo bahan bakar milik Pertamina juga masuk dalam skema pengamanan.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini, Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.812 personel gabungan yang berasal dari berbagai unsur.
Rinciannya terdiri dari 5.092 personel Polri, 416 personel dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), 1.088 personel dari pemerintah daerah, serta 216 personel dari unsur masyarakat yang turut dilibatkan dalam mendukung pengamanan.
Kapolda menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan selama momentum Lebaran.
“Dengan dukungan seluruh pihak, kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman, nyaman, serta situasi kamtibmas yang tetap kondusif,” kata Asep.
Melalui langkah pengamanan terpadu tersebut, kepolisian berupaya memastikan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat berlangsung lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































