JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet dengan melantik sejumlah pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat soliditas pemerintahan di tengah tekanan berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi hingga komunikasi publik.
Pelantikan tersebut merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026. Sejumlah nama yang dilantik berasal dari latar belakang beragam, mencerminkan pendekatan lintas sektor dalam pengisian jabatan strategis.
Dalam susunan baru ini, Jumhur Hidayat dipercaya menjabat Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Sementara itu, Hanif Faisol ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Presiden juga menunjuk Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Di sektor komunikasi, Muhammad Qodari dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah, didampingi Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Selain itu, Abdul Kadir Karding ditunjuk sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Masuknya sejumlah figur ini mengindikasikan fokus pemerintah pada penguatan sektor lingkungan, ketahanan pangan, serta strategi komunikasi publik. Penempatan tokoh militer dan sipil di lingkar inti Istana juga dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas politik sekaligus efektivitas koordinasi pemerintahan.
Meski demikian, perombakan kabinet ini diperkirakan belum menjadi yang terakhir. Evaluasi kinerja dan dinamika politik disebut masih akan memengaruhi komposisi kabinet ke depan. Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa penyegaran ini mampu mendorong kinerja yang lebih konkret dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Reporter: Yoga Stevian




































