BALI — Pemerintah terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan hingga digitalisasi layanan. Upaya tersebut ditandai lewat pelaksanaan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 1.000 UMKM kreatif di Universitas Udayana, Bali, Kamis (14/5).
Kegiatan yang digelar Kementerian UMKM bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali, dan Universitas Udayana itu juga dirangkaikan dengan Bursa Wirausaha Unggulan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan UMKM melalui pembangunan ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari pembiayaan, legalitas usaha, pelatihan, hingga kemitraan dengan usaha besar.
Pemerintah, kata Maman, menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun pada 2026. Dari jumlah tersebut, Rp10 triliun dialokasikan khusus untuk pembiayaan UMKM ekonomi kreatif berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“HKI kini memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi instrumen pendukung akses pembiayaan UMKM,” ujar Maman.
Selain pembiayaan, pemerintah juga memperluas akses pasar UMKM melalui kebijakan pembebasan biaya administrasi atau listing fee bagi UMKM yang memasok produk ke toko swalayan.
Di sisi lain, pemerintah mempercepat proses legalisasi usaha melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi merek, hak cipta, hingga Perseroan Perorangan.
Dalam kesempatan itu, Maman turut memperkenalkan platform SAPA UMKM yang dirancang sebagai layanan terpadu satu pintu bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Melalui platform tersebut, UMKM dapat mengakses layanan pembiayaan, pemasaran, pelatihan, hingga pendampingan pembukuan dan keuangan secara terintegrasi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai UMKM harus tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Ia menegaskan penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga lembaga keuangan.
Senada, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan akad massal tersebut menjadi bukti sinergi antarlembaga dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM kreatif.
Menurutnya, pembiayaan yang disalurkan telah menjangkau 13 subsektor ekonomi kreatif dengan nominal pembiayaan mulai puluhan juta hingga Rp500 juta.




































