Menteri UMKM Siapkan Revisi UU UMKM, Soroti Premanisme hingga Persaingan E-Commerce

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri UMKM menegaskan perlunya revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM guna menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi digital.
Hal itu disampaikan Maman saat menghadiri rapat kerja bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

Menteri UMKM menegaskan perlunya revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM guna menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi digital. Hal itu disampaikan Maman saat menghadiri rapat kerja bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

JAKARTA — Menteri UMKM menegaskan perlunya revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM guna menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi digital.
Hal itu disampaikan Maman saat menghadiri rapat kerja bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

Menurut Maman, regulasi UMKM yang berlaku saat ini belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengusaha kecil dan menengah di tengah transformasi ekonomi digital yang berkembang pesat.
“Undang-Undang UMKM belum banyak mengikuti perkembangan teknologi. Kementerian UMKM tidak mungkin mengelola 57 juta UMKM dengan pendekatan konvensional,” kata Maman.
Ia menjelaskan ketentuan terkait UMKM saat ini tersebar di berbagai regulasi pusat maupun daerah sehingga sering menimbulkan perbedaan pendekatan dalam pembinaan dan pemberdayaan usaha.

Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan revisi UU UMKM yang mencakup penguatan sistem pemberdayaan, pengembangan satu data UMKM, peningkatan literasi teknologi, pengaturan ekonomi digital dan marketplace, hingga penguatan perlindungan hukum bagi pelaku usaha.
Maman juga menyoroti persoalan premanisme dan pungutan liar yang masih dihadapi pelaku UMKM di berbagai daerah.
“Jutaan UMKM tersebar di seluruh Indonesia. Mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk praktik pungutan liar dan premanisme, namun sering kali tidak memiliki saluran pengaduan yang memadai,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat perlindungan terhadap UMKM dari praktik persaingan usaha tidak sehat dan masuknya produk impor murah melalui platform perdagangan digital.

Dalam revisi tersebut, pemerintah juga akan mengatur penguatan kemitraan strategis, integrasi UMKM dalam rantai pasok nasional, mekanisme pemulihan usaha saat krisis, hingga pengembangan sistem pembiayaan modern dan bentuk agunan baru.

Maman mengatakan regulasi baru nantinya juga akan dilengkapi mekanisme pengawasan dan sanksi yang lebih tegas.
“Undang-Undang UMKM yang ada saat ini belum mengatur sanksi yang mengikat. Ke depan perlu ada instrumen yang mampu memastikan seluruh pihak menjalankan tanggung jawabnya,” kata dia.

Di sisi lain, Kementerian UMKM telah menerbitkan Peraturan Menteri UMKM Nomor 2 Tahun 2026 tentang klasifikasi UMKM sebagai pedoman pengelompokan usaha agar program pemerintah lebih tepat sasaran.

Seluruh kebijakan tersebut nantinya akan terintegrasi melalui platform SAPA UMKM yang menjadi sistem layanan dan pendataan nasional bagi pengusaha UMKM.
Dalam kesempatan itu, Maman juga menyampaikan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 sebesar Rp295 triliun dengan fokus 65 persen untuk sektor produksi.

Pemerintah menargetkan penyaluran tersebut dapat menjangkau lebih dari 1,3 juta debitur baru dan melahirkan sekitar 1,1 juta debitur graduasi atau naik kelas.
Sementara sepanjang 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp270 triliun kepada 4,58 juta debitur.

Wakil Ketua mengapresiasi langkah pemerintah meluncurkan platform SAPA UMKM.

Menurutnya, platform tersebut berpotensi menyederhanakan rantai pemasaran sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM secara terintegrasi.

Berita Terkait

Kementerian UMKM-BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan UMK
AHY: TOD Jadi Kunci Membangun Kota Produktif dan Berkelanjutan, Bekasi Disiapkan Jadi Model Nasional
Budi: Gerai UMKM Syariah Sergai Bukan Sekadar Toko, tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality
Pratikno: Gernas RANA Jadi Fondasi Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Airlangga dan Fujian Percepat Proyek TCTP, Bidik Investasi Rp37,1 Triliun
Antusiasme Pengunjung FHI 2026 Tinggi, Wismilak Angkat Cerutu Premium Indonesia ke Panggung Hospitality Internasional
Airlangga Dorong Industri Dalam Negeri Kuasai Proyek Energi, Percepat Hilirisasi dan Swasembada
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:00 WIB

Kementerian UMKM-BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan UMK

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:07 WIB

AHY: TOD Jadi Kunci Membangun Kota Produktif dan Berkelanjutan, Bekasi Disiapkan Jadi Model Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:11 WIB

Budi: Gerai UMKM Syariah Sergai Bukan Sekadar Toko, tapi Penggerak Ekonomi Rakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:03 WIB

Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:12 WIB

Pratikno: Gernas RANA Jadi Fondasi Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru