GAPKI Khawatir Kebijakan Ekspor Satu Pintu Ganggu Daya Saing Sawit RI

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum GAPKI Eddy Martono (kiri) bersama host EdShareOn Eddy Wijaya usai podcast di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Foto: Ketua Umum GAPKI Eddy Martono (kiri) bersama host EdShareOn Eddy Wijaya usai podcast di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Jakarta — Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Menurut dia, kesiapan regulasi dan infrastruktur pendukung menjadi faktor krusial untuk menjaga keberlangsungan industri sawit nasional di tengah persaingan pasar global.

Foto: Ketua Umum GAPKI Eddy Martono (kiri) saat menjadi narasumber podcast EdShareOn bersama Eddy Wijaya di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Eddy menilai masa transisi penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan seluruh aspek teknis yang masih menjadi perhatian pelaku usaha. Pasalnya, industri sawit memiliki rantai pasok yang kompleks dengan beragam produk turunan yang membutuhkan sistem administrasi dan layanan yang andal.

Dalam podcast EdShareOn yang tayang Rabu (10/6), Eddy mengatakan pelaku industri tidak mempersoalkan tujuan pemerintah memperkuat tata kelola devisa hasil ekspor. Namun, ia menekankan bahwa implementasi kebijakan harus dilakukan secara matang agar tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas perdagangan dan operasional industri.

Eddy juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap data industri dan kerahasiaan pembeli internasional. Menurutnya, kepercayaan pasar menjadi salah satu faktor yang menentukan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Apabila aspek tersebut tidak terjaga, bukan tidak mungkin konsumen beralih ke komoditas minyak nabati lainnya yang tersedia di pasar internasional.

Kekhawatiran serupa muncul terkait potensi hambatan birokrasi yang dapat mengganggu kelancaran ekspor. Eddy menilai penumpukan administrasi di tingkat perizinan berisiko memicu antrean di pelabuhan dan menghambat operasional pabrik kelapa sawit, yang pada akhirnya dapat berdampak pada penyerapan hasil panen petani.

Selain itu, industri sawit nasional juga dihadapkan pada tantangan penerapan penuh regulasi anti-deforestasi Uni Eropa pada 2027. Aturan tersebut mengharuskan adanya sistem pelacakan produk yang sangat rinci hingga titik koordinat geografis, sehingga dibutuhkan kesiapan sistem yang terintegrasi dan mampu memenuhi tuntutan pasar global.

Di sisi lain, Eddy menyoroti dugaan penyimpangan dalam ekspor palm oil mill effluent (POME) yang sempat menjadi perhatian publik. Ia menilai lonjakan volume ekspor limbah cair sawit tersebut tidak sejalan dengan kondisi produksi nasional sehingga perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurut dia, peluang pasar untuk produk turunan sawit dan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) masih terbuka lebar, terutama untuk kebutuhan energi berkelanjutan seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF). Karena itu, ia berharap pengembangan industri hilir sawit dapat dilakukan secara optimal dengan tetap menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional.

 

Reporter Eddy Wijaya

Redaktur Helmi AR

Berita Terkait

Pemerintah Luncurkan Bursa Wirausaha Unggulan, Targetkan 10 Juta Pengusaha Baru pada 2029
PT Esta Multi Usaha Tbk Gelar Public Expose 2026, Target Bukukan Pendapatan 58 Milyar
Kementerian UMKM Luncurkan Bursa Wirausaha Unggulan, Target Cetak 10 Juta Pengusaha Baru
Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Investasi BBK Tembus US$5,7 Miliar
Menteri UMKM Siapkan Revisi UU UMKM, Soroti Premanisme hingga Persaingan E-Commerce
Wamen UMKM Dorong Pelaku Usaha Garap Industri Wellness dan Beauty Berbasis Kekayaan Alam Indonesia
AHY Tawarkan Kerja Sama Maritim dan Transportasi yang Lebih Luas kepada Rusia
Indonesia-Finlandia Perkuat Kerja Sama Digital, Hilirisasi hingga Program Makan Bergizi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:13 WIB

Pemerintah Luncurkan Bursa Wirausaha Unggulan, Targetkan 10 Juta Pengusaha Baru pada 2029

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:58 WIB

PT Esta Multi Usaha Tbk Gelar Public Expose 2026, Target Bukukan Pendapatan 58 Milyar

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04 WIB

Kementerian UMKM Luncurkan Bursa Wirausaha Unggulan, Target Cetak 10 Juta Pengusaha Baru

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:51 WIB

GAPKI Khawatir Kebijakan Ekspor Satu Pintu Ganggu Daya Saing Sawit RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:20 WIB

Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Investasi BBK Tembus US$5,7 Miliar

Berita Terbaru

Kantor Imigrasi Ngurah Rai menggagalkan upaya keberangkatan seorang warga negara Australia yang masuk dalam daftar buronan Interpol di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Hukum & Kriminal

Gunakan Identitas Palsu, Buronan Interpol Dicegat Imigrasi Ngurah Rai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:20 WIB