AHY: TOD Jadi Kunci Membangun Kota Produktif dan Berkelanjutan, Bekasi Disiapkan Jadi Model Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu strategi utama untuk menciptakan kota yang produktif, sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu strategi utama untuk menciptakan kota yang produktif, sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu strategi utama untuk menciptakan kota yang produktif, sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Menurut AHY, konsep TOD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga mengintegrasikan tata ruang, pusat aktivitas ekonomi, ruang publik, hingga layanan dasar dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menjawab tantangan urbanisasi yang terus meningkat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Konsep Transit Oriented Development menjadi sangat penting karena mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat ke dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling mendukung,” ujar AHY saat menghadiri groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi di Kawasan Summarecon, Bekasi, Jumat (24/7/2026).

 

 

AHY menjelaskan, kawasan TOD dirancang agar masyarakat dapat tinggal, bekerja, mengakses pendidikan, layanan kesehatan, berbelanja, hingga menikmati ruang publik tanpa bergantung pada kendaraan pribadi. Dengan demikian, konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, serta meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan.

Ia menekankan keberhasilan pembangunan TOD tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur baru, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya membangun fisiknya, tetapi memastikan masyarakat dapat hidup lebih nyaman, lebih produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” katanya.

AHY juga menilai keberhasilan pengembangan TOD membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk menyelesaikan berbagai tantangan, seperti sinkronisasi tata ruang, penyediaan lahan, pembiayaan, hingga mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.

Menurutnya, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kota yang terintegrasi melalui konektivitas antarmoda dan pusat-pusat aktivitas yang saling terhubung.

AHY berharap pengembangan TOD di Bekasi dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Dengan perencanaan tata ruang yang terintegrasi serta dukungan transportasi massal yang memadai, kawasan TOD diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan kota yang lebih layak huni dan berkelanjutan.

Groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, jajaran PT Kereta Api Indonesia, PT Summarecon Agung Tbk, serta sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.berkelanjutan di Indonesia.

Menurut AHY, konsep TOD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga mengintegrasikan tata ruang, pusat aktivitas ekonomi, ruang publik, hingga layanan dasar dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menjawab tantangan urbanisasi yang terus meningkat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Konsep Transit Oriented Development menjadi sangat penting karena mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat ke dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling mendukung,” ujar AHY saat menghadiri groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi di Kawasan Summarecon, Bekasi, Jumat (24/7/2026).

AHY menjelaskan, kawasan TOD dirancang agar masyarakat dapat tinggal, bekerja, mengakses pendidikan, layanan kesehatan, berbelanja, hingga menikmati ruang publik tanpa bergantung pada kendaraan pribadi. Dengan demikian, konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, serta meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan.

Ia menekankan keberhasilan pembangunan TOD tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur baru, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya membangun fisiknya, tetapi memastikan masyarakat dapat hidup lebih nyaman, lebih produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” katanya.

AHY juga menilai keberhasilan pengembangan TOD membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk menyelesaikan berbagai tantangan, seperti sinkronisasi tata ruang, penyediaan lahan, pembiayaan, hingga mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.
Menurutnya, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kota yang terintegrasi melalui konektivitas antarmoda dan pusat-pusat aktivitas yang saling terhubung.

AHY berharap pengembangan TOD di Bekasi dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Dengan perencanaan tata ruang yang terintegrasi serta dukungan transportasi massal yang memadai, kawasan TOD diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan kota yang lebih layak huni dan berkelanjutan.

Groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, jajaran PT Kereta Api Indonesia, PT Summarecon Agung Tbk, serta sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Berita Terkait

UMKM Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok Industri Pertambangan
Bunga Pinjaman PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai Pekan Kedua November
Pimpin Ratas, Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah
GAGA Resmi Luncurkan Mie Ayam Instan Pertama di Indonesia, Hadirkan Cita Rasa Autentik
PT Palma Global Indonesia Tetapkan Trisno Romadhon jadi Direktur Wilayah Provinsi Riau
Puteri Remaja 2026 Digelar, Yello Harmoni Jakarta Fasilitasi Finalis dari Berbagai Daerah
PT Palma Global Indonesia Teken MoU Senilai 20 Triliun dengan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:51 WIB

UMKM Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok Industri Pertambangan

Selasa, 3 November 2026 - 09:42 WIB

Bunga Pinjaman PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai Pekan Kedua November

Senin, 2 November 2026 - 22:30 WIB

Pimpin Ratas, Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Senin, 2 November 2026 - 18:01 WIB

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah

Senin, 2 November 2026 - 10:19 WIB

GAGA Resmi Luncurkan Mie Ayam Instan Pertama di Indonesia, Hadirkan Cita Rasa Autentik

Berita Terbaru