JAYAPURA – Menjelang proses pemilihan Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua periode 2026-2031, dukungan terhadap sejumlah kandidat mulai mengemuka dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu pernyataan dukungan datang dari Tokoh Muslim Papua sekaligus Ketua Takmir Masjid Raya Provinsi Papua dan Ketua PWNU Provinsi Papua Pegunungan, H. Abdul Kahar Yelipele, yang menyampaikan pandangannya mengenai figur yang dinilai layak memimpin perguruan tinggi Islam negeri tersebut untuk lima tahun ke depan.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada redaksi, Rabu (29/7/2026) H. Abdul Kahar Yelipele menyebut bahwa kepemimpinan IAIN Fattahul Muluk Papua membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik dan pengalaman manajerial, tetapi juga memahami secara mendalam karakter sosial, budaya, serta kearifan lokal Papua. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor penting agar kampus mampu menjalankan fungsi pendidikan tinggi sekaligus menjadi ruang pemersatu masyarakat yang majemuk.
Ia menilai salah satu figur yang patut memperoleh perhatian dalam proses seleksi adalah Dr. Amirullah, S.Ag. Menurutnya, Dr. Amirullah memiliki pengalaman panjang di lingkungan akademik serta dikenal aktif membangun komunikasi dengan masyarakat Muslim Papua maupun masyarakat Papua secara umum.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa selama ini Dr. Amirullah dinilai konsisten memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, diskusi, serta pembinaan generasi muda. Ia disebut kerap mendorong anak-anak muda Papua untuk terus menempuh pendidikan, meningkatkan kompetensi, dan memiliki daya saing tanpa meninggalkan identitas budaya dan nilai-nilai lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.
“Papua membutuhkan pemimpin perguruan tinggi yang mampu menjadikan kampus sebagai rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat. Kepemimpinan akademik harus mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menjaga harmoni sosial yang telah lama dibangun,” demikian salah satu pokok pandangan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Menurut H. Abdul Kahar, kemampuan membangun dialog lintas budaya menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki Dr. Amirullah. Ia menilai figur tersebut memahami nilai-nilai Islam yang moderat dan mampu berjalan selaras dengan budaya serta adat istiadat masyarakat Papua. Pendekatan seperti itu dinilai penting mengingat Papua merupakan daerah yang memiliki keragaman agama, suku, dan budaya.
Selain aspek akademik, perhatian terhadap persoalan sosial masyarakat juga menjadi pertimbangan yang disampaikan dalam pernyataan dukungan tersebut. Dr. Amirullah disebut tidak hanya aktif di lingkungan kampus, tetapi juga hadir dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, sehingga dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat di berbagai lapisan.
H. Abdul Kahar menegaskan bahwa pandangan yang disampaikannya merupakan penilaian pribadi berdasarkan pengalaman selama berinteraksi dan mengamati kiprah Dr. Amirullah di tengah masyarakat. Ia menyatakan dukungan tersebut tidak dilandasi kepentingan tertentu, melainkan didasarkan pada penilaian terhadap rekam jejak pengabdian yang dinilai telah ditunjukkan selama ini.
Dalam kesempatan yang sama, H. Abdul Kahar juga menyinggung kondisi IAIN Fattahul Muluk Papua pasca berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Dr. Idrus Alhamid, S.Ag. Menurutnya, sosok mantan rektor tersebut memiliki peran besar dalam membangun hubungan yang harmonis antara kampus dengan masyarakat Papua.
Ia mengaku merasakan adanya kerinduan terhadap kepemimpinan yang mampu menghadirkan semangat kebersamaan, memperkuat citra akademik kampus, serta menjadikan IAIN Fattahul Muluk Papua sebagai institusi pendidikan Islam yang dekat dengan masyarakat.
Berkaca pada pengalaman tersebut, H. Abdul Kahar berharap kepemimpinan baru nantinya mampu mengembalikan semangat pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat sinergi antara kampus, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh komponen masyarakat Papua.
Melalui pernyataan resminya, H. Abdul Kahar juga menyampaikan harapan kepada Menteri Agama Republik Indonesia agar proses penetapan Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua periode 2026–2031 dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan rekam jejak, integritas, kompetensi, serta dedikasi para calon yang mengikuti proses seleksi.
Menurutnya, proses pemilihan rektor merupakan momentum strategis dalam menentukan arah pengembangan perguruan tinggi Islam negeri di Papua, sehingga keputusan yang diambil diharapkan benar-benar mempertimbangkan kebutuhan institusi, masyarakat, serta tantangan pembangunan sumber daya manusia di wilayah Papua.
Ia berharap IAIN Fattahul Muluk Papua ke depan mampu semakin berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kampus juga diharapkan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang moderat, menjunjung tinggi toleransi, menghormati kearifan lokal Papua, serta menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai penutup, H. Abdul Kahar Yelipele menyatakan bahwa dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk partisipasi moral dalam proses demokratis di lingkungan perguruan tinggi. Ia berharap seluruh tahapan seleksi calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua periode 2026-2031 dapat berlangsung secara profesional, objektif, dan menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa kampus semakin maju serta berkontribusi bagi pembangunan pendidikan tinggi Islam di Tanah Papua.
Editor: Fahmy Nurdin




































