E-Sports Kapolri Cup 2026 Buka Ruang Talenta Digital, Polri Tekankan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto. (Dok: Istimewa)

Foto: Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto. (Dok: Istimewa)

JAKARTA – Perkembangan industri digital membuka semakin banyak ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, sekaligus peluang karier. Melihat potensi tersebut, Polri melalui penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 mendorong generasi Z dan generasi Alpha agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu berkembang menjadi talenta yang memiliki keterampilan dan daya saing di ekosistem digital.

Ajang tersebut menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045, yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, Polri, komunitas, organisasi esports, serta sektor swasta dalam membuka ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, E-Sports Kapolri Cup 2026 tidak semata-mata diarahkan untuk mencari atlet esports. Menurutnya, industri esports memiliki ekosistem yang jauh lebih luas dan menyediakan berbagai bidang yang dapat menjadi pilihan karier generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Adex saat menghadiri kegiatan E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex.

Menurut dia, pemahaman mengenai industri esports perlu diperluas agar generasi muda tidak melihat gim hanya dari sisi permainan atau hiburan. Perkembangan industri digital telah menciptakan berbagai profesi baru yang membutuhkan kemampuan spesifik, kreativitas, teknologi, komunikasi, hingga kemampuan mengelola bisnis.

Karena itu, menurut Adex, pemerintah memiliki peran untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perubahan lanskap pekerjaan yang terjadi seiring dengan perkembangan teknologi.

Adex juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang saat ini semakin cepat masuk ke berbagai sektor kehidupan dan dunia kerja.

Perkembangan tersebut, kata dia, perlu diantisipasi dengan meningkatkan kemampuan generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru melalui teknologi.

“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penguasaan perangkat dan aplikasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Dalam konteks itu, esports dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan generasi muda kepada industri kreatif dan ekonomi digital yang lebih luas.

Namun, Adex mengingatkan agar perkembangan minat anak muda terhadap esports tetap ditempatkan secara proporsional. Pendidikan formal, menurutnya, tidak boleh ditinggalkan hanya karena meningkatnya popularitas dunia gim dan esports.

“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.

Dukungan terhadap penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 juga datang dari Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto.

Ia menilai salah satu nilai penting dari kompetisi tersebut adalah terbukanya kesempatan bagi para pemain amatir untuk merasakan atmosfer kompetisi pada level nasional.

Menurut Ibnu, tidak semua pemain memiliki kesempatan untuk tampil di panggung besar. Karena itu, kompetisi yang memberikan ruang kepada pemain amatir dinilai dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan pencarian talenta esports.

“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara Polri, IESPA, jajaran kepolisian daerah, komunitas esports, serta berbagai pihak lainnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem esports yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kompetisi, kata dia, tidak cukup jika hanya menghasilkan pertandingan dan pemenang. Lebih dari itu, diperlukan pembinaan, kompetisi yang berjenjang, edukasi, serta dukungan terhadap berbagai profesi yang tumbuh di sekitar industri esports.

Ibnu juga menyambut baik komitmen agar kegiatan E-Sports Kapolri Cup dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kesempatan bagi talenta-talenta baru untuk berkembang semakin terbuka.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan ajang tersebut juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan generasi Z, Willy Salim.

Menurut Willy, perkembangan esports menjadi fenomena yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Karena itu, dukungan terhadap kompetisi esports dinilai dapat memberikan alternatif ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi.

“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.

Pandangan tersebut memperlihatkan adanya perubahan persepsi terhadap aktivitas bermain gim. Jika sebelumnya gim kerap dipandang sebatas aktivitas rekreasi, perkembangan industri esports menunjukkan bahwa keterampilan tertentu dalam dunia gim dapat berkembang menjadi kompetensi profesional apabila dibarengi pembinaan dan pengelolaan yang tepat.

Meski demikian, peluang tersebut juga membutuhkan tanggung jawab dari berbagai pihak. Generasi muda tetap perlu memperoleh pendampingan agar penggunaan teknologi dan aktivitas bermain gim tidak mengganggu pendidikan, kesehatan, maupun kehidupan sosial.

E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement, sebuah gerakan yang diarahkan untuk membangun ruang kolaborasi dengan generasi muda melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai daerah dan tidak hanya berfokus pada kompetisi. Sejumlah side event juga dihadirkan untuk memperkenalkan berbagai peluang yang tersedia dalam industri esports.

Dengan konsep tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai ekosistem esports, termasuk profesi pendukung, industri kreatif, penyelenggaraan acara, pembuatan konten, pengembangan gim, hingga peluang ekonomi yang dapat muncul dari aktivitas digital.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena industri esports pada dasarnya tidak berdiri sendiri. Di belakang seorang atlet terdapat pelatih, analis, penyelenggara turnamen, caster, host, pembuat konten, pengembang gim, desainer, pekerja kreatif, hingga pelaku usaha yang bergerak dalam penyediaan produk dan jasa pendukung.

Penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari sisi kompetisi. Ajang tersebut juga memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi digital menciptakan ruang baru bagi generasi muda untuk berprestasi sekaligus mengenal pilihan karier yang sebelumnya belum banyak tersedia.

Polri melalui kegiatan tersebut mendorong agar esports ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital dan industri kreatif.

Namun, keberhasilan pengembangan ekosistem tersebut akan sangat bergantung pada kesinambungan pembinaan. Kompetisi perlu diikuti dengan pendidikan, literasi digital, pendampingan, penguatan kemampuan profesional, serta kesempatan yang terbuka dan adil bagi talenta dari berbagai daerah.

Di sisi lain, pesan mengenai pentingnya pendidikan formal menjadi salah satu penekanan utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dengan demikian, esports diharapkan tidak menjadi pengganti pendidikan, melainkan menjadi salah satu ruang pengembangan kemampuan dan prestasi di luar pendidikan formal.

Jika dibangun secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan, esports berpotensi menjadi salah satu bagian dari ekosistem ekonomi kreatif digital Indonesia. Generasi muda tidak hanya didorong untuk menjadi pemain, tetapi juga dipersiapkan untuk mengisi berbagai profesi dan menciptakan peluang baru di tengah perubahan teknologi.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan besar Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045, yakni menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang adaptif, kreatif, produktif, dan mampu menghadapi perubahan teknologi.

Dengan demikian, E-Sports Kapolri Cup 2026 bukan sekadar kompetisi gim, tetapi juga menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan prestasi, teknologi, kreativitas, pendidikan, dan peluang ekonomi dalam satu ekosistem yang menyasar generasi masa depan Indonesia.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Ungkap Modus Penyebaran Hoaks Digital, Sembilan Orang Resmi Jadi Tersangka
Polsek Tambora Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Jaga Jakarta+ On The Spot
Oknum Anggota Polres Jayapura Diduga Rusak Ponsel Jurnalis Saat Liputan Aksi Damai, Kapolres Minta Maaf dan Janji Evaluasi
GNK Apresiasi Kinerja Kapolri Jaga Stabilitas Nasional, Nilai Kondusivitas Jadi Fondasi Investasi dan Pembangunan
GNK Apresiasi Penunjukan Kombes Pol Ferli Hidayat sebagai Koorspripim Polri, Nilai Sosok Berintegritas dan Tepat Emban Amanah
Patroli Perintis Presisi PMJ Amankan Tiga Pemuda di Jakarta Timur, Diduga Terlibat Kejahatan Jalanan
Polri Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino 2026, Kesiapsiagaan Nasional Ditingkatkan Sesuai Arahan Presiden
Jakarta Siap Jadi Motor Sukses PON 2028, Rp166 Miliar Disiapkan Benahi Venue
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

E-Sports Kapolri Cup 2026 Buka Ruang Talenta Digital, Polri Tekankan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Modus Penyebaran Hoaks Digital, Sembilan Orang Resmi Jadi Tersangka

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Polsek Tambora Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Jaga Jakarta+ On The Spot

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Oknum Anggota Polres Jayapura Diduga Rusak Ponsel Jurnalis Saat Liputan Aksi Damai, Kapolres Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:04 WIB

GNK Apresiasi Kinerja Kapolri Jaga Stabilitas Nasional, Nilai Kondusivitas Jadi Fondasi Investasi dan Pembangunan

Berita Terbaru