Transformasi Awam Katolik: FMKI Tancap Gas Lewat Pernas XII di Depok

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi Awam Katolik: FMKI Tancap Gas Lewat Pernas XII di Depok.

Transformasi Awam Katolik: FMKI Tancap Gas Lewat Pernas XII di Depok.

DEPOK – Di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks dan menyempitnya ruang sipil, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) menggeliat. Organisasi payung kaum awam Katolik itu menggelar Pertemuan Nasional (Pernas) XII Istimewa pada 8–10 Juni 2025 di Wisma Hijau, Depok. Acara ini menjadi titik balik transformasi kelembagaan yang selama ini berjalan dalam bayang-bayang informalitas.

Sebanyak 195 peserta dari seluruh Indonesia—mulai dari delegasi keuskupan, organisasi masyarakat Katolik, hingga perwakilan Komisi Kerawam KWI—mengisi ruang-ruang diskusi strategis. Mereka merumuskan arah baru FMKI sebagai “rumah bersama awam” yang tak hanya menjadi perpanjangan tangan Gereja, tapi juga aktor aktif dalam ruang publik yang tengah bergejolak.

Tema besar yang diusung tak main-main: “Transformasi dan Revitalisasi FMKI sebagai Rumah Bersama Awam: Melembagakan Wadah Kerasulan Politik untuk Gereja dan Bangsa.” Sebuah kompas ideologis yang menandai tekad FMKI untuk melangkah lebih jauh dari sekadar forum diskusi menjadi kekuatan sipil yang terstruktur.

“FMKI harus hadir bukan hanya sebagai identitas spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan transformasi sosial dan politik,” kata Yohanes Ari Nurcahyo, Ketua Steering Committee yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Pekerja FMKI. Nada suaranya mantap, seolah mengamini gelombang baru yang sedang dibangun.

Pada sesi pembukaan, Dr. Yanuar Nugroho tampil sebagai pemantik. Akademisi yang juga dikenal sebagai aktivis demokrasi itu memetakan tantangan besar yang tengah mengintai: menyusutnya ruang sipil, melemahnya media independen, dan kian masifnya kooptasi suara kritis.

“Kalau awam Katolik tidak bersuara, maka ruang publik akan ditinggalkan oleh nilai-nilai injili,” tegas Yanuar. Ia menyerukan perlunya kehadiran FMKI sebagai pelaku aktif dalam demokrasi, bukan sekadar pengamat dari pinggir lapangan.

Tak berhenti di wacana, FMKI merumuskan tiga langkah konkret: menyelenggarakan seminar nasional sebagai ruang refleksi kolektif, menyusun Pedoman Umum FMKI sebagai fondasi hukum, dan membentuk Badan Pekerja (BP) sebagai motor transisi menuju lembaga sah.

BP FMKI yang kini dibentuk diisi 27 orang dari berbagai unsur: perwakilan keuskupan, ormas Katolik, Komisi Kerawam, hingga tim perumus. Mereka diberi mandat mengawal finalisasi dokumen hukum, mengelola organisasi selama masa transisi, dan menyiapkan Pernas berikutnya sebelum 2026.

“Badan ini bukan sekadar teknis administratif. Ia adalah wajah baru semangat sinodalitas dan keberanian awam,” ujar Ari.

Dalam atmosfer yang berubah cepat, FMKI tampaknya tengah bergerak keluar dari bayang-bayang masa lalu. Pernas XII bukan hanya forum, tetapi batu loncatan menuju lembaga yang sah dan strategis. Di tengah keterpecahan wacana kebangsaan dan naiknya politik identitas, FMKI mencoba menegaskan dirinya: sebagai jembatan antara iman dan kepedulian sosial-politik.

“Ini soal keberanian awam. Gereja tak hanya butuh umat yang taat, tapi juga yang tangguh dalam ruang publik,” kata seorang peserta dari Sumatera Utara.

Maka, di Depok, langkah kecil itu dimulai. Dalam senyap, tapi pasti, kaum awam Katolik mengukir arah baru. Tidak untuk mendominasi, melainkan untuk bersaksi.

 

 

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Federasi Serikat Pekerja Perfilman Indonesia Resmi Digagas, Perjuangkan Profesionalisme dan Perlindungan Pekerja Film Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.547 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Strategis Jakarta
Pelayanan SPKT Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Ade Rahmat: Cepat dan Profesional
Aksi Unjuk Rasa di Monas Berlangsung Tertib, Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Jakarta Tetap Kondusif
Patroli Humanis Brimob Polda Metro Jaya Jaga Kondusivitas Kabupaten Bekasi
Diduga Beraksi Berkelompok, Komplotan Pencopet di PRJ Kemayoran Diburu Polisi
Polri Bagikan Makanan Ringan kepada Massa Aksi Mahasiswa BEM UBK, Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan
Demo Mahasiswa di Bundaran HI Tanpa Surat Resmi, Polisi Tetap Kedepankan Pengamanan Humanis
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:49 WIB

Federasi Serikat Pekerja Perfilman Indonesia Resmi Digagas, Perjuangkan Profesionalisme dan Perlindungan Pekerja Film Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:50 WIB

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.547 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Strategis Jakarta

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:49 WIB

Pelayanan SPKT Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Ade Rahmat: Cepat dan Profesional

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:42 WIB

Aksi Unjuk Rasa di Monas Berlangsung Tertib, Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Jakarta Tetap Kondusif

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:13 WIB

Patroli Humanis Brimob Polda Metro Jaya Jaga Kondusivitas Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengawal pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pondok pesantren sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi santri sekaligus mendukung percepatan Program Prioritas Kerja Nasional (PKPN) bidang kesehatan.

Bisnis Ekonomi

Kemenko PMK Kawal Cek Kesehatan Gratis untuk 10 Ribu Santri di Lampung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:34 WIB