Siswa SMAN 2 Tangsel Ciptakan Robot Pemadam Kebakaran Lahan, Dilirik Kementerian Lingkungan Hidup

- Jurnalis

Jumat, 6 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL, okjakarta.com – Siswa kelas XI SMAN 2 Tangerang Selatan Imran menciptakan robot pendeteksi awal dan pemadaman awal kebakaran lahan gambut.

Karyanya tersebut dilirik Kementerian Lingkungan Hidup karena robot buatannya kebetulan ada hubungannya dengan kebakaran hutan dan lahan.

Imran mengakui, sudah merancang robot atau alat untuk pendeteksi awal dan pemadaman awal kebakaran buatan lahan gambut.

Robot ini inovasi sistem kontrol deteksi dini dan pemadaman awal kebakaran bawah tanah lahan gambut berbasis Artivicial Intelligence dan trasmisi teknologi LoRa.

Alat ini menggunakan sensor panas untuk mendeteksi perubahan suhu di bawah tanah yang dapat dipantau melalui aplikasi secara real time yang diupdate setiap 20 detik.

Sensor panas yang mendeteksi kenaikan suhu secara signifikan dapat mengirimkan sinyal sehingga pompa air dapat langsung mengalirkan air pada 8 titik saluran airnya.

“Sebenarnya proyek ini sudah dikerjakan tiga tahun lalu dan sampai saat ini masih diteruskan dan dikembangkan,” katanya, Kamis (5/7/2024).

Dari tiga tahun lalu. saat masih SMP, Imran terus mengembangkan alat ciptannya. Inovasi ini akan terus dikembangkan sehingga dapat diterapkan di lapangan.

Alat yang saat ini masih dalam bentuk prototype telah diuji di lapangan yaitu pada lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan tingkat keberhasilan 90 – 100%.

“Jadi alat ini gunanya untuk mendeteksi kebakaran dan pemadaman awal di kebakaran bawah tanah lahan gembut,” katanya.

Dia mengakui banyak dukungan datang, untuk bisa menciptakan alat atau robot pemadam lahan gambut.

Pihak sekolah memberikan dispensasi waktu, seperti diperbolehkan keluar sekolah untuk mengurusi lomba-lomba, alat, uji coba, hingga nilai yang dijamin.

“Saya didukung mulai dari presentasi, pembuatan alat, dan juga lain-lainnya,” katanya.

Menurut dia, butuh pendanaan luar biasa untuk robot itu. Selain proyek lama juga, di mana pendanaan dilakukan pribadi.

Robot ini baru diikutsertakan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia pada September mendatang. Meski dulu pernah dilombakan di tahap SMP. Tapi waktu itu masih finalis nasional.

“Sekarang saya lombakan lagi karena diperbolehkan untuk jenjang SMA,” ujarnya.

Olimpiade Penelitian tingkat nasional nantinya digelar offline dan akan melakukan presentasi dan diberikan pertanyaan dari juri secara langsung

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau biasa disingkat OPSI adalah ajang kompetisi penelitian ilmiah tahunan bagi siswa SMP dan SMA sederajat, baik berupa karya tulis maupun temuan.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Di SMAN 2 Tangsel, Imran memilih ekskul karya ilmiah di robotika, Imran mengatakan, saat ini sedang mempersiapkan sejumlah tahapan untuk mengikuti lomba olimpiade penelitian siswa Indonesia.

“Alhamdulillah sudah banyak dukungan, dari orang tua, dari kementerian lingkungan hidup dan juga dari sekolah memberikan fasilitas yang luar biasa,” ujarnya.

Berita Terkait

BEM UPJ-2030 Youth Force Guncang Kampus: Mahasiswa Didorong Tak Sekadar Peduli, Tapi Jadi Solusi Nyata Karier Hijau
Inspiratif, Ibu Lima Anak ini Lulus Magister Administrasi Publik Sambil Bekerja
Pembatasan Kuota Mahasiswa Baru PTN Disambut PTS, Dinilai Bisa Pulihkan Keseimbangan Sistem Pendidikan Tinggi
UNDHI Gulirkan 1.000 Beasiswa Subsidi untuk Warga Kabupaten Tangerang
Pengurus Baru IABA Dilantik, Alumni Inggris Siap Berdampak untuk Negeri
Kalam Kudus Sorong Buka Suara soal Pemberhentian Siswa MKA
Isu Lama Kembali Terkuak: Dugaan Pemotongan Dana PIP Bayangi SMA Islam As-Syafi’iyah 02 Bekasi
Kasatlak Pendidikan Duren Sawit Intensifkan Monev Jelang Hari Pertama Semester Genap 2025-2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 22:38 WIB

BEM UPJ-2030 Youth Force Guncang Kampus: Mahasiswa Didorong Tak Sekadar Peduli, Tapi Jadi Solusi Nyata Karier Hijau

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:01 WIB

Inspiratif, Ibu Lima Anak ini Lulus Magister Administrasi Publik Sambil Bekerja

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:09 WIB

Pembatasan Kuota Mahasiswa Baru PTN Disambut PTS, Dinilai Bisa Pulihkan Keseimbangan Sistem Pendidikan Tinggi

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:18 WIB

UNDHI Gulirkan 1.000 Beasiswa Subsidi untuk Warga Kabupaten Tangerang

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:59 WIB

Pengurus Baru IABA Dilantik, Alumni Inggris Siap Berdampak untuk Negeri

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah alumni Dupati 1979 menjenguk Glen Fordianto di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Mertopolitan

Doa Mengalir untuk Glen di Reuni Dupati 1979

Selasa, 14 Apr 2026 - 15:55 WIB